Menu

Mode Gelap
Aceh Tamiang Mencekam Dilanda Banjir, Warga Butuh Makanan dan Air Bersih Ribuan Warga Terisolir di Perbatasan Bener Meriah–Aceh Utara, Persediaan Pangan Habis PMI Evakuasi Lima Jenazah Korban Banjir, BFLF Lhokseumawe–Aceh Utara Salurkan Bantuan Hingga Menjadi Call Center Darurat Kuflet Siapkan Penerbitan Antologi Puisi Bencana “Air Mata Sumatera” Banjir Putuskan Akses Aceh Tamiang, Warga Masih Terisolir Pelukis Sulan Lim Hadirkan “Harmoni” dalam Pameran Paradocs #2 di TIM

RAGAM

Ribuan Warga Terisolir di Perbatasan Bener Meriah–Aceh Utara, Persediaan Pangan Habis

badge-check


					Ribuan Warga Terisolir di Perbatasan Bener Meriah–Aceh Utara, Persediaan Pangan Habis Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Situasi darurat kembali dilaporkan dari wilayah pedalaman Aceh menyusul gempa, hujan deras berkepanjangan, banjir bandang, dan longsor yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Ribuan warga di Desa Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Dusun Buntul Sara Ine, melaporkan kondisi terisolir total dan putusnya seluruh akses keluar-masuk wilayah tersebut.

Informasi darurat tersebut disampaikan Azzam, salah satu warga, melalui sejumlah grup WhatsApp. Ia menyebut bahwa kawasan di sekitar Km 42 Jalan KKA Bener Meriah – Kreung Kekeuh, Aceh Utara, mengalami kerusakan parah, termasuk jalan patah, longsor besar, serta pemadaman listrik.

“Saat ini kami dalam kondisi terisolir akibat gempa, hujan terus menerus, banjir bandang, longsor, dan jalanan yang patah. Listrik mati sehingga mengakibatkan lumpuh total. Sekitar seribu kepala keluarga terperangkap dan mulai kehabisan bahan pangan, terutama beras. Mohon bantuan segera,” tulisnya.

Aceh Tengah pasca banjir bandang.

Azzam menyerukan agar informasi ini dapat diteruskan kepada Basarnas, BNPB, TNI–Polri, serta pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, Pemerintah Provinsi Aceh, dan Pemerintah Republik Indonesia.

Laporan serupa datang dari Kecamatan Lokop, Aceh Timur, yang hingga hari ini dilaporkan belum menerima bantuan pangan sama sekali.

Warga setempat menyebut mereka telah mengalami kelaparan karena persediaan makanan dan obat-obatan habis total.

“Sampai hari ini kami belum mendapat bantuan sebutir beras pun. Warga sudah kelaparan. Mohon informasi ini disampaikan ke pemerintah pusat maupun daerah,” demikian pesan warga yang berhasil diterima redaksi.

Dua wilayah ini kini berada dalam status krisis pangan dan kebutuhan medis, dengan akses komunikasi yang juga sangat terbatas. Warga berharap pemerintah dan aparat terkait dapat segera mengerahkan bantuan darurat, termasuk evakuasi, logistik, serta perbaikan jalur vital menuju desa-desa terdampak.*** (Jasa)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PMI Evakuasi Lima Jenazah Korban Banjir, BFLF Lhokseumawe–Aceh Utara Salurkan Bantuan Hingga Menjadi Call Center Darurat

30 November 2025 - 21:02 WIB

Kuflet Siapkan Penerbitan Antologi Puisi Bencana “Air Mata Sumatera”

30 November 2025 - 20:39 WIB

Banjir Putuskan Akses Aceh Tamiang, Warga Masih Terisolir

30 November 2025 - 20:20 WIB

Pelukis Sulan Lim Hadirkan “Harmoni” dalam Pameran Paradocs #2 di TIM

30 November 2025 - 20:15 WIB

Ketum KONI Sulteng Hadiri Pembukaan PSSI Ordinary Congress 2024–2025

30 November 2025 - 18:18 WIB

Trending di OLAH RAGA