Menu

Mode Gelap
Penyumbang emas untuk pembelian pesawat RI 01. Wafat Perkuat Peran sebagai Flag State, Indonesia Partisipasi dalam Sidang IMO SSE ke-12 Wakil Bupati Kudus Bellinda Mengangkat Adik Mendikdasmen Sebagai ‘Anak Buahnya’ Naik Kereta Saat Lebaran 2026, Pelanggan KAI Bantu Tekan Emisi hingga Puluhan Juta Kg CO₂e Gerakan Penanganan dari Hulu Ke Hilir menuju Kendaraan Zero ODOL 2027 KAI Wisata Hadirkan “Scenic Chill April Thrill”, Tawarkan Perjalanan Premium Mulai Rp300 Ribu

RAGAM

Ribuan Warga Terisolir di Perbatasan Bener Meriah–Aceh Utara, Persediaan Pangan Habis

badge-check


 Ribuan Warga Terisolir di Perbatasan Bener Meriah–Aceh Utara, Persediaan Pangan Habis Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Situasi darurat kembali dilaporkan dari wilayah pedalaman Aceh menyusul gempa, hujan deras berkepanjangan, banjir bandang, dan longsor yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Ribuan warga di Desa Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Dusun Buntul Sara Ine, melaporkan kondisi terisolir total dan putusnya seluruh akses keluar-masuk wilayah tersebut.

Informasi darurat tersebut disampaikan Azzam, salah satu warga, melalui sejumlah grup WhatsApp. Ia menyebut bahwa kawasan di sekitar Km 42 Jalan KKA Bener Meriah – Kreung Kekeuh, Aceh Utara, mengalami kerusakan parah, termasuk jalan patah, longsor besar, serta pemadaman listrik.

“Saat ini kami dalam kondisi terisolir akibat gempa, hujan terus menerus, banjir bandang, longsor, dan jalanan yang patah. Listrik mati sehingga mengakibatkan lumpuh total. Sekitar seribu kepala keluarga terperangkap dan mulai kehabisan bahan pangan, terutama beras. Mohon bantuan segera,” tulisnya.

Aceh Tengah pasca banjir bandang.

Azzam menyerukan agar informasi ini dapat diteruskan kepada Basarnas, BNPB, TNI–Polri, serta pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, Pemerintah Provinsi Aceh, dan Pemerintah Republik Indonesia.

Laporan serupa datang dari Kecamatan Lokop, Aceh Timur, yang hingga hari ini dilaporkan belum menerima bantuan pangan sama sekali.

Warga setempat menyebut mereka telah mengalami kelaparan karena persediaan makanan dan obat-obatan habis total.

“Sampai hari ini kami belum mendapat bantuan sebutir beras pun. Warga sudah kelaparan. Mohon informasi ini disampaikan ke pemerintah pusat maupun daerah,” demikian pesan warga yang berhasil diterima redaksi.

Dua wilayah ini kini berada dalam status krisis pangan dan kebutuhan medis, dengan akses komunikasi yang juga sangat terbatas. Warga berharap pemerintah dan aparat terkait dapat segera mengerahkan bantuan darurat, termasuk evakuasi, logistik, serta perbaikan jalur vital menuju desa-desa terdampak.*** (Jasa)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wakil Bupati Kudus Bellinda Mengangkat Adik Mendikdasmen Sebagai ‘Anak Buahnya’

7 April 2026 - 18:38 WIB

Operasi Gaktibplin dan Tes Urine di Polsek Sunda Kelapa Seluruh Personel Negatif Narkoba

7 April 2026 - 16:04 WIB

12 Kepala Keluarga di Selmak Lubok Pusaka Masih Bertahan di Bawah Terpal Pasca Bencana

7 April 2026 - 15:49 WIB

Titi DJ: Mental Jadi Penentu Peserta Raih Gelar Jawara

7 April 2026 - 15:25 WIB

Excavator Nyaris Terseret Banjir di Sungai Burlah yang Meluap

7 April 2026 - 15:18 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa Gelar Sosialisasi Prosedur Kapal Penumpang

7 April 2026 - 14:02 WIB

DLH Aceh Barat Terapkan Sanksi Denda bagi Pembuang Sampah Sembarangan di Meulaboh

7 April 2026 - 06:01 WIB

Ahmad Dhani Meyakini Faktor Rejeki Penentu Seorang Bisa Menjadi Penyanyi Populer

7 April 2026 - 05:09 WIB

Sidokkes Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Tahanan

6 April 2026 - 20:18 WIB

Istana Di Tengah Hutan Borneo

6 April 2026 - 09:05 WIB

Trending di RAGAM