Menu ✖

Mode Gelap
Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan Kemenhub Optimistis Zero ODOL Dimulai 1 Januari 2027

RAGAM

Ribuan Warga Terisolir di Perbatasan Bener Meriah–Aceh Utara, Persediaan Pangan Habis

badge-check


 Ribuan Warga Terisolir di Perbatasan Bener Meriah–Aceh Utara, Persediaan Pangan Habis Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Situasi darurat kembali dilaporkan dari wilayah pedalaman Aceh menyusul gempa, hujan deras berkepanjangan, banjir bandang, dan longsor yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Ribuan warga di Desa Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Dusun Buntul Sara Ine, melaporkan kondisi terisolir total dan putusnya seluruh akses keluar-masuk wilayah tersebut.

Informasi darurat tersebut disampaikan Azzam, salah satu warga, melalui sejumlah grup WhatsApp. Ia menyebut bahwa kawasan di sekitar Km 42 Jalan KKA Bener Meriah – Kreung Kekeuh, Aceh Utara, mengalami kerusakan parah, termasuk jalan patah, longsor besar, serta pemadaman listrik.

“Saat ini kami dalam kondisi terisolir akibat gempa, hujan terus menerus, banjir bandang, longsor, dan jalanan yang patah. Listrik mati sehingga mengakibatkan lumpuh total. Sekitar seribu kepala keluarga terperangkap dan mulai kehabisan bahan pangan, terutama beras. Mohon bantuan segera,” tulisnya.

Aceh Tengah pasca banjir bandang.

Azzam menyerukan agar informasi ini dapat diteruskan kepada Basarnas, BNPB, TNI–Polri, serta pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, Pemerintah Provinsi Aceh, dan Pemerintah Republik Indonesia.

Laporan serupa datang dari Kecamatan Lokop, Aceh Timur, yang hingga hari ini dilaporkan belum menerima bantuan pangan sama sekali.

Warga setempat menyebut mereka telah mengalami kelaparan karena persediaan makanan dan obat-obatan habis total.

“Sampai hari ini kami belum mendapat bantuan sebutir beras pun. Warga sudah kelaparan. Mohon informasi ini disampaikan ke pemerintah pusat maupun daerah,” demikian pesan warga yang berhasil diterima redaksi.

Dua wilayah ini kini berada dalam status krisis pangan dan kebutuhan medis, dengan akses komunikasi yang juga sangat terbatas. Warga berharap pemerintah dan aparat terkait dapat segera mengerahkan bantuan darurat, termasuk evakuasi, logistik, serta perbaikan jalur vital menuju desa-desa terdampak.*** (Jasa)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik

13 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo

13 Oktober 2026 - 15:21 WIB

H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan

13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

13 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan

13 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Trending di RAGAM