Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

RAGAM

Ribuan Warga Terisolir di Perbatasan Bener Meriah–Aceh Utara, Persediaan Pangan Habis

badge-check


 Ribuan Warga Terisolir di Perbatasan Bener Meriah–Aceh Utara, Persediaan Pangan Habis Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Situasi darurat kembali dilaporkan dari wilayah pedalaman Aceh menyusul gempa, hujan deras berkepanjangan, banjir bandang, dan longsor yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Ribuan warga di Desa Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Dusun Buntul Sara Ine, melaporkan kondisi terisolir total dan putusnya seluruh akses keluar-masuk wilayah tersebut.

Informasi darurat tersebut disampaikan Azzam, salah satu warga, melalui sejumlah grup WhatsApp. Ia menyebut bahwa kawasan di sekitar Km 42 Jalan KKA Bener Meriah – Kreung Kekeuh, Aceh Utara, mengalami kerusakan parah, termasuk jalan patah, longsor besar, serta pemadaman listrik.

“Saat ini kami dalam kondisi terisolir akibat gempa, hujan terus menerus, banjir bandang, longsor, dan jalanan yang patah. Listrik mati sehingga mengakibatkan lumpuh total. Sekitar seribu kepala keluarga terperangkap dan mulai kehabisan bahan pangan, terutama beras. Mohon bantuan segera,” tulisnya.

Aceh Tengah pasca banjir bandang.

Azzam menyerukan agar informasi ini dapat diteruskan kepada Basarnas, BNPB, TNI–Polri, serta pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, Pemerintah Provinsi Aceh, dan Pemerintah Republik Indonesia.

Laporan serupa datang dari Kecamatan Lokop, Aceh Timur, yang hingga hari ini dilaporkan belum menerima bantuan pangan sama sekali.

Warga setempat menyebut mereka telah mengalami kelaparan karena persediaan makanan dan obat-obatan habis total.

“Sampai hari ini kami belum mendapat bantuan sebutir beras pun. Warga sudah kelaparan. Mohon informasi ini disampaikan ke pemerintah pusat maupun daerah,” demikian pesan warga yang berhasil diterima redaksi.

Dua wilayah ini kini berada dalam status krisis pangan dan kebutuhan medis, dengan akses komunikasi yang juga sangat terbatas. Warga berharap pemerintah dan aparat terkait dapat segera mengerahkan bantuan darurat, termasuk evakuasi, logistik, serta perbaikan jalur vital menuju desa-desa terdampak.*** (Jasa)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Jelang Kedatangan Kapal Garibaldi, Pangkalan TNI AL Bergerak 2 Fungsi

26 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Trending di RAGAM