Menu

Mode Gelap
Badai Siap Poles Peserta Band Academy Jadi Musisi Profesional Respons Cepat Hadapi Lonjakan Logistik di Ketapang, Layanan Penyeberangan Tetap Terkendali KAI Daop 1 Jakarta Catat Lonjakan Mobilitas Selama Long Weekend Wafat Yesus Kristus Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas INDOSIAR Luncurkan “Band Academy”, Upaya Hidupkan Kembali Era Musik Band Indonesia Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

PERON

Tertinggal Kereta Tak Perlu Panik, Tiket Whoosh Dapat Reschedule Hingga 15 Menit Setelah Jadwal Keberangkatan

badge-check


 Tertinggal Kereta Tak Perlu Panik, Tiket Whoosh Dapat Reschedule Hingga 15 Menit Setelah Jadwal Keberangkatan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – KCIC memastikan penumpang Kereta Cepat Whoosh tidak perlu panik apabila tertinggal kereta. Melalui kebijakan reschedule yang semakin fleksibel, tiket perjalanan tidak langsung hangus dan masih dapat diubah jadwalnya hingga 15 menit setelah waktu keberangkatan.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyampaikan bahwa kebijakan ini disediakan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi penumpang Whoosh, sekaligus menjawab kebutuhan penumpang yang menghadapi situasi perjalanan tidak terduga.

“Kebijakan ini dihadirkan sebagai bentuk peningkatan layanan kepada penumpang, khususnya bagi mereka yang tertinggal kereta akibat kondisi lalu lintas, cuaca, atau faktor lain di luar kendali. Dengan adanya fleksibilitas ini, penumpang tetap memiliki kesempatan melanjutkan perjalanan tanpa harus kehilangan tiket yang telah dibeli,” ujar Eva dikutip, Senin (9/2/2026).

Reschedule tiket secara offline melalui loket stasiun dilayani hingga batas maksimal 15 menit setelah jadwal keberangkatan. Batas waktu tersebut merupakan waktu terakhir loket melayani proses reschedule, sehingga penumpang diimbau untuk segera menuju loket dan mengantisipasi kemungkinan antrean agar proses perubahan jadwal dapat dilakukan tepat waktu dan tiket tidak hangus.

Untuk perubahan jadwal di tanggal yang sama, penumpang tidak dikenakan potongan bea. Dalam hal penumpang melakukan perubahan ke jadwal dengan tarif yang lebih mahal, maka penumpang perlu membeli tiket baru dan bea tiket lama akan dikembalikan. Sementara itu, apabila penumpang melakukan perubahan ke jadwal dengan tarif yang sama atau lebih murah, maka tidak dikenakan biaya tambahan, dengan ketentuan tidak terdapat pengembalian selisih harga tiket apabila tarif lebih rendah.

Eva menambahkan, meski ada kebijakan ini, KCIC tetap mengimbau seluruh penumpang untuk datang lebih awal ke stasiun guna memastikan perjalanan berjalan lancar.

“Fleksibilitas reschedule ini merupakan bagian dari komitmen KCIC dalam menghadirkan layanan transportasi cepat yang nyaman, adaptif, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.” tutup Eva.(****)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Daop 1 Jakarta Catat Lonjakan Mobilitas Selama Long Weekend Wafat Yesus Kristus

3 April 2026 - 09:32 WIB

KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026

2 April 2026 - 21:31 WIB

Awal Libur Panjang Paskah, Volume Penumpang Kereta Api Tembus 183 Ribu

2 April 2026 - 20:51 WIB

KCIC Imbau Masyarakat Pesan Tiket Whoosh Lebih Awal Jelang Libur Panjang Paskah

2 April 2026 - 20:36 WIB

KAI Services Buka Pelatihan Gada Pratama dan Gada Madya di Seluruh Regional, Cetak Security Profesional dan Humanis

2 April 2026 - 15:29 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Operasikan 17 KA Tambahan dan 68 KA Reguler pada Libur Panjang Paskah

2 April 2026 - 15:21 WIB

Rel Lintas Maswati–Sasaksaat Kembali Normal Usai Longsor, Perjalanan KA Berangsur Pulih

2 April 2026 - 12:04 WIB

Perjalanan KA Jakarta–Bandung Kembali Normal Usai Longsor, KAI Pastikan Operasional Aman

2 April 2026 - 10:16 WIB

Longsor di Bandung Barat, Sejumlah KA dari Gambir dan Pasar Senen Dibatalkan

1 April 2026 - 21:03 WIB

KAI Percepat Penanganan Longsoran di Lintas Maswati–Sasaksaat, Target Selesai 5 Jam

1 April 2026 - 20:17 WIB

Trending di PERON