Wartatrans.com, JAKARTA – KCIC memastikan penumpang Kereta Cepat Whoosh tidak perlu panik apabila tertinggal kereta. Melalui kebijakan reschedule yang semakin fleksibel, tiket perjalanan tidak langsung hangus dan masih dapat diubah jadwalnya hingga 15 menit setelah waktu keberangkatan.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyampaikan bahwa kebijakan ini disediakan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi penumpang Whoosh, sekaligus menjawab kebutuhan penumpang yang menghadapi situasi perjalanan tidak terduga.

“Kebijakan ini dihadirkan sebagai bentuk peningkatan layanan kepada penumpang, khususnya bagi mereka yang tertinggal kereta akibat kondisi lalu lintas, cuaca, atau faktor lain di luar kendali. Dengan adanya fleksibilitas ini, penumpang tetap memiliki kesempatan melanjutkan perjalanan tanpa harus kehilangan tiket yang telah dibeli,” ujar Eva dikutip, Senin (9/2/2026).
Reschedule tiket secara offline melalui loket stasiun dilayani hingga batas maksimal 15 menit setelah jadwal keberangkatan. Batas waktu tersebut merupakan waktu terakhir loket melayani proses reschedule, sehingga penumpang diimbau untuk segera menuju loket dan mengantisipasi kemungkinan antrean agar proses perubahan jadwal dapat dilakukan tepat waktu dan tiket tidak hangus.
Untuk perubahan jadwal di tanggal yang sama, penumpang tidak dikenakan potongan bea. Dalam hal penumpang melakukan perubahan ke jadwal dengan tarif yang lebih mahal, maka penumpang perlu membeli tiket baru dan bea tiket lama akan dikembalikan. Sementara itu, apabila penumpang melakukan perubahan ke jadwal dengan tarif yang sama atau lebih murah, maka tidak dikenakan biaya tambahan, dengan ketentuan tidak terdapat pengembalian selisih harga tiket apabila tarif lebih rendah.
Eva menambahkan, meski ada kebijakan ini, KCIC tetap mengimbau seluruh penumpang untuk datang lebih awal ke stasiun guna memastikan perjalanan berjalan lancar.
“Fleksibilitas reschedule ini merupakan bagian dari komitmen KCIC dalam menghadirkan layanan transportasi cepat yang nyaman, adaptif, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.” tutup Eva.(****)






















