Wartatrans.com, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memastikan kemudahan akses informasi enam program kerja prioritas nasional (PKPN), sehingga masyarakat juga bisa ikut mengawal jalannya pelaksanaan program-program tersebut.
Untuk itu, saat membuka kegiatan Retreat Kehumasan KKP Satu Narasi: Ekonomi Biru, Indonesia Emas di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Selasa (6/10), Menteri Trenggono meminta jajarannya di bagian kehumasan untuk memasifkan penyebaran informasi pelaksanaan enam program prioritas ke semua lapisan masyarakat, baik melalui kanal-kanal resmi media sosial KKP maupun lewat media massa.
Tidak hanya masif, kemasan konten menurutnya harus kreatif, bernilai, mudah dipahami, dan disampaikan secara berkesinambungan sehingga masyarakat mengetahui secara utuh alasan pemerintah menjalankan program kerja prioritas nasional. Program itu mencakup Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), budi daya ikan darat tematik, revitalisasi budi daya ikan di Pantura Jawa, budi daya udang terintegrasi di Waingapu, modernisasi kapal perikanan, serta pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) untuk swasembada garam nasional.
“Enam program ini mengarah pada pertumbuhan ekonomi, membangun kekuatan Indonesia, membangun core competence Indonesia dan menekan angka kemiskinan menjadi 0 persen. Ini kerja besar yang perlu disampaikan secara terus-menerus ke masyarakat agar semua lapisan masyarakat bisa memahami apa alasan dan tujuan pemerintah menjalankan program-program kerja prioritas ini,” ungkap Menteri Trenggono.
Lewat kinerja komunikasi yang efektif, Menteri Trenggono berharap pihak-pihak yang masih kontra terhadap pelaksanaan program kerja prioritas nasional sektor kelautan perikanan dapat menerima informasi secara utuh. Alasan utama pemerintah menjalankan enam program kerja prioritas, sambungnya, adalah untuk mentransformasi sarana prasarana perikanan guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, peningkatan daya saing hasil perikanan, serta menjaga keberlanjutan ekosistem perikanan itu sendiri.
Pada kegiatan Retreat Kehumasan KKP yang berlangsung hybrid itu, Menteri Trenggono juga meminta jajarannya di setiap unit kerja untuk memperkuat soliditas, serta mengedepankan sinergi dan kolaborasi. “Kerja cerdas dan kerja keras pemerintah tidak akan tersampaikan ke publik dengan baik apabila kita tidak menyampaikan dengan cara yang benar,” pungkasnya.
Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi yang hadir sebagai narasumber mengapresiasi langkah KKP meningkatkan kinerja kehumasan melalui kegiatan Retreat Kehumasan KKP Satu Narasi: Ekonomi Biru, Indonesia Emas. Strategi komunikasi diakuinya sebagai bagian penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program kerja prioritas pemerintah sehingga manfaat dan pesan utama program bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.
“Ini retreat pertama di kementerian/lembaga dan paling serius yang langsung dihadiri menterinya. Ini artinya KKP punya prioritas terhadap publikasi, komunikasi dan persepsi publik. Mungkin masyarakat tahunya sebatas program, tapi apa niatnya, apa cerita dibelakangi sebuah program, dampaknya tujuan jangka panjang, belum banyak yang mengetahui,” terangnya.
Retreat Kehumasan KKP berlangsung selama dua hari pada 6-7 Oktober, dengan peserta sekitar 800 orang dari unsur kehumasan unit Eselon I, Unit Pelaksana Teknis, serta unit kerja terkait di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Rangkaian kegiatan dirancang dalam bentuk forum diskusi, pembekalan, dan sesi berbagi pengalaman, dengan menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang komunikasi publik, media, monitoring dan evaluasi komunikasi, serta manajemen isu.(fahmi)




























