Menu

Mode Gelap
Dari Silaturahmi ke Strategi: FORWAN Mulai Bangun Arah Baru Organisasi Polrestabes Semarang Mengadakan E-Sport Cup 2026, Sebuah Inovasi Pembinaan Generasi Muda Final Four Proliga 2026 Belum Usai Tapi Tim Ini Sudah Mendapat Tiket Grand Final  Angkutan Barang KAI Daop 7 Madiun Tumbuh 5,2 Persen pada Triwulan I 2026, On Time Performance 99.20 Capai Persen Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat Pelayanan & Pengamanan Penumpang Kapal Kepulauan Seribu di Dermaga Muara Angke

EKOBIS

UMKM Menjadi Ujung Tombak Pulihnya Ekonomi Aceh Tengah

badge-check


 UMKM Menjadi Ujung Tombak Pulihnya Ekonomi Aceh Tengah Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Pemulihan ekonomi di wilayah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, harus terus didorong melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sektor ini dinilai menjadi tulang punggung perekonomian daerah karena mampu menyerap tenaga kerja dan menjaga perputaran ekonomi masyarakat pasca berbagai tekanan ekonomi.

Salah satu contoh UMKM yang bertahan secara turun-temurun adalah usaha produksi kopi tradisional milik putra Pak Gani yang berlokasi di Jalan Al-Fitrah, Kampung Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen.

Usaha kopi tersebut masih mempertahankan proses tradisional, namun kini menghadapi kendala permodalan serta tingginya harga bahan baku yang terus meningkat.

Selain itu, pelaku UMKM juga menghadapi hambatan dalam pemasaran akibat kondisi akses jalan yang kerap terganggu oleh longsor dan banjir.

Kondisi ini berdampak pada distribusi produk, khususnya kopi Gayo, yang menjadi komoditas unggulan Aceh Tengah.

Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan diharapkan menempatkan UMKM sebagai sektor strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Upaya yang perlu dilakukan meliputi pendampingan usaha, kemudahan akses permodalan, serta pelatihan peningkatan kualitas produk dan strategi pemasaran.

Di Aceh Tengah, UMKM didominasi sektor pertanian, perkebunan kopi Gayo, kuliner, dan kerajinan lokal. Keberadaan UMKM tersebut tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi di tingkat desa dan kecamatan.

Sinergi antara pemerintah dan pelaku UMKM menjadi kunci agar ekonomi daerah dapat bangkit kembali.

Dengan penguatan UMKM yang berkelanjutan, daya saing produk lokal Takengon diharapkan meningkat, pasar semakin luas, dan kemandirian ekonomi masyarakat dapat terwujud.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

The Meru Sanur Sabet Penghargaan Best New Hotel Indonesia 2026

12 April 2026 - 12:47 WIB

Pelabuhan Pangkal Balam Perkuat Komitmen Jaga Layanan Bersama Mitra

11 April 2026 - 11:39 WIB

Survei Tunjukkan Kepuasan Publik Tinggi, ASDP Dinilai Sukses Kelola Mudik 2026

10 April 2026 - 20:20 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

10 April 2026 - 12:58 WIB

Mantap, Peak Season Lebaran, Citilink Angkut Penumpang Harian Tertinggi Sepanjang Sejarah

9 April 2026 - 21:41 WIB

Sepanjang Periode Angleb, PELNI Sukses Layani 652.271 Penumpang

9 April 2026 - 18:24 WIB

Kuartal 1/2026, Penumpang Naik 5%, InJourney Airports Layani 38,20 Juta

9 April 2026 - 15:41 WIB

Perkuat Sinergi Pelabuhan, Direktur Komersial Pelindo Konsolidasi Bersama Asosiasi Logistik di Makassar

9 April 2026 - 13:10 WIB

Aceh Tengah Jadi Sorotan, Kepemimpinan Daerah Dipertanyakan di Tengah Bencana dan Inflasi

9 April 2026 - 11:03 WIB

Trending di EKOBIS