Wartatrans.com, TAKENGON — Pemulihan ekonomi di wilayah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, harus terus didorong melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sektor ini dinilai menjadi tulang punggung perekonomian daerah karena mampu menyerap tenaga kerja dan menjaga perputaran ekonomi masyarakat pasca berbagai tekanan ekonomi.

Salah satu contoh UMKM yang bertahan secara turun-temurun adalah usaha produksi kopi tradisional milik putra Pak Gani yang berlokasi di Jalan Al-Fitrah, Kampung Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen.
Usaha kopi tersebut masih mempertahankan proses tradisional, namun kini menghadapi kendala permodalan serta tingginya harga bahan baku yang terus meningkat.
Selain itu, pelaku UMKM juga menghadapi hambatan dalam pemasaran akibat kondisi akses jalan yang kerap terganggu oleh longsor dan banjir.
Kondisi ini berdampak pada distribusi produk, khususnya kopi Gayo, yang menjadi komoditas unggulan Aceh Tengah.
Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan diharapkan menempatkan UMKM sebagai sektor strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Upaya yang perlu dilakukan meliputi pendampingan usaha, kemudahan akses permodalan, serta pelatihan peningkatan kualitas produk dan strategi pemasaran.
Di Aceh Tengah, UMKM didominasi sektor pertanian, perkebunan kopi Gayo, kuliner, dan kerajinan lokal. Keberadaan UMKM tersebut tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi di tingkat desa dan kecamatan.
Sinergi antara pemerintah dan pelaku UMKM menjadi kunci agar ekonomi daerah dapat bangkit kembali.
Dengan penguatan UMKM yang berkelanjutan, daya saing produk lokal Takengon diharapkan meningkat, pasar semakin luas, dan kemandirian ekonomi masyarakat dapat terwujud.*** (Kamaruzzaman)




















