Menu

Mode Gelap
KAI Siapkan KRL Rangkasbitung 12 Gerbong, Kapasitas Listrik dan Sinyal Ditingkatkan Serap Aspirasi Peserta DPM, Poltekpel Surabaya Gelar Forum Konsultasi Publik Wujudkan Green Port, IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Gratis Pasar Paylater Meledak 37%, Pembatasan OJK Bayangi Risiko Gagal Bayar Terminal Teluk Lamong dan BPD GINSI Jawa Timur Satukan Langkah Perkuat Pelayanan Kepelabuhanan Menteri PU Sampaikan Salam Presiden Prabowo, Tokoh Masyarakat Gayo Balas dengan Doa

EKOBIS

UMKM Menjadi Ujung Tombak Pulihnya Ekonomi Aceh Tengah

badge-check


 UMKM Menjadi Ujung Tombak Pulihnya Ekonomi Aceh Tengah Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Pemulihan ekonomi di wilayah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, harus terus didorong melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sektor ini dinilai menjadi tulang punggung perekonomian daerah karena mampu menyerap tenaga kerja dan menjaga perputaran ekonomi masyarakat pasca berbagai tekanan ekonomi.

Salah satu contoh UMKM yang bertahan secara turun-temurun adalah usaha produksi kopi tradisional milik putra Pak Gani yang berlokasi di Jalan Al-Fitrah, Kampung Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen.

Usaha kopi tersebut masih mempertahankan proses tradisional, namun kini menghadapi kendala permodalan serta tingginya harga bahan baku yang terus meningkat.

Selain itu, pelaku UMKM juga menghadapi hambatan dalam pemasaran akibat kondisi akses jalan yang kerap terganggu oleh longsor dan banjir.

Kondisi ini berdampak pada distribusi produk, khususnya kopi Gayo, yang menjadi komoditas unggulan Aceh Tengah.

Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan diharapkan menempatkan UMKM sebagai sektor strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Upaya yang perlu dilakukan meliputi pendampingan usaha, kemudahan akses permodalan, serta pelatihan peningkatan kualitas produk dan strategi pemasaran.

Di Aceh Tengah, UMKM didominasi sektor pertanian, perkebunan kopi Gayo, kuliner, dan kerajinan lokal. Keberadaan UMKM tersebut tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi di tingkat desa dan kecamatan.

Sinergi antara pemerintah dan pelaku UMKM menjadi kunci agar ekonomi daerah dapat bangkit kembali.

Dengan penguatan UMKM yang berkelanjutan, daya saing produk lokal Takengon diharapkan meningkat, pasar semakin luas, dan kemandirian ekonomi masyarakat dapat terwujud.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit

8 Juli 2026 - 13:26 WIB

Indonesia jadi Tuan Rumah ICAO CAEP Working Group 5

8 Juli 2026 - 09:30 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

TDA Takengon Gelar Sharing dan Diskusi Kunci Mengelola Bisnis di Premium Coffee

7 Juli 2026 - 20:04 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Meski Terima Investasi TikTok Rp24,5 Triliun, PHK di Tokopedia Tetap Ada?

6 Juli 2026 - 16:56 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp2,67 Juta per Gram, Segini Daftarnya!

6 Juli 2026 - 09:39 WIB

Pelita Air-BNI Hadirkan Promo Diskon Tiket Domestik hingga Rp360 Ribu

6 Juli 2026 - 06:32 WIB

Kamaruzzaman Latih Kelompok Perempuan Beutong Bersatu Mengolah Kopi, Dorong Lahirnya Usaha Berbasis Komunitas

5 Juli 2026 - 19:34 WIB

KMP Aceh Hebat 2 Kembali Berlayar Pascainsiden, Siap Melayani dengan Standar Keselamatan Terbaik

5 Juli 2026 - 10:33 WIB

Trending di ANJUNGAN