Menu ✖

Mode Gelap
DAMRI Perkuat Komitmen Keselamatan dan Kesiapan Layanan Jelang Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 H. Fikri Hudi Oktiarwan Gelar Pengawasan Pemerintahan Bersama FORKABI di Cibinong, Soroti Kualitas Pelayanan Publik dan Tata Kelola Daerah KAI Group Layani 442,5 Juta Pelanggan hingga Oktober 2026, Naik 6,86 Persen GAPEKA 2026: KAI Tambah Pemberhentian Kereta Jarak Jauh di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap dan Ditahan di Mako Brimob Sumpah Alternatif Atau Pilihan Terakhir Penyelesaian Perkara Di Masyarakat Gayo

EKOBIS

UMKM Menjadi Ujung Tombak Pulihnya Ekonomi Aceh Tengah

badge-check


 UMKM Menjadi Ujung Tombak Pulihnya Ekonomi Aceh Tengah Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Pemulihan ekonomi di wilayah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, harus terus didorong melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sektor ini dinilai menjadi tulang punggung perekonomian daerah karena mampu menyerap tenaga kerja dan menjaga perputaran ekonomi masyarakat pasca berbagai tekanan ekonomi.

Salah satu contoh UMKM yang bertahan secara turun-temurun adalah usaha produksi kopi tradisional milik putra Pak Gani yang berlokasi di Jalan Al-Fitrah, Kampung Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen.

Usaha kopi tersebut masih mempertahankan proses tradisional, namun kini menghadapi kendala permodalan serta tingginya harga bahan baku yang terus meningkat.

Selain itu, pelaku UMKM juga menghadapi hambatan dalam pemasaran akibat kondisi akses jalan yang kerap terganggu oleh longsor dan banjir.

Kondisi ini berdampak pada distribusi produk, khususnya kopi Gayo, yang menjadi komoditas unggulan Aceh Tengah.

Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan diharapkan menempatkan UMKM sebagai sektor strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Upaya yang perlu dilakukan meliputi pendampingan usaha, kemudahan akses permodalan, serta pelatihan peningkatan kualitas produk dan strategi pemasaran.

Di Aceh Tengah, UMKM didominasi sektor pertanian, perkebunan kopi Gayo, kuliner, dan kerajinan lokal. Keberadaan UMKM tersebut tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi di tingkat desa dan kecamatan.

Sinergi antara pemerintah dan pelaku UMKM menjadi kunci agar ekonomi daerah dapat bangkit kembali.

Dengan penguatan UMKM yang berkelanjutan, daya saing produk lokal Takengon diharapkan meningkat, pasar semakin luas, dan kemandirian ekonomi masyarakat dapat terwujud.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Sinergi, Dorong Transformasi Layanan Pelabuhan

3 November 2026 - 13:23 WIB

Pendapatan Hasnur di Kuartal III-2026 Meningkat 5,57%

3 November 2026 - 09:55 WIB

ACC Hadir Dengan Promo Menarik di OJK FinExpo 2026

3 November 2026 - 08:26 WIB

PNM Tanam 5.850 Pohon Endemik, Perkuat Upaya Pelestarian Lingkungan di Tujuh Daerah

3 November 2026 - 01:43 WIB

Rekomendasi Pra-Munas APPSI, Sudaryono Diusung Kembali Jadi Ketua Umum 2026-2031

3 November 2026 - 01:39 WIB

Jasa Raharja Pastikan Seluruh Korban Kecelakaan Truk di Bekasi Terjamin Santunan

2 November 2026 - 13:32 WIB

Rimbun Air Bidik Rute Jakarta-Tasikmalaya

1 November 2026 - 17:29 WIB

Untuk Pengembangan Ekonomi, Tiap Dusun Di Borobudur Dialokasikan Rp10 Juta

31 Oktober 2026 - 05:23 WIB

Citilink Kolaborasi dengan Krispy Kreme, Hadirkan Penerbangan Lebih Berkesan

30 Oktober 2026 - 20:08 WIB

ASDP Bebaskan 100% Tarif Jasa Kepelabuhanan di Libur Nataru

30 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Trending di ANJUNGAN