Menu

Mode Gelap
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sasar Titik Rawan, Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif Program IPCC GEMBIRA Beri Dampak Nyata, IPCC Raih InvestorTrust CSR Awards 2026 Meriahkan HUT RI, Pelindo Jasa Maritim Beri Penghargaan kepada Kelurahan Tabaringan PNJ Bekali Pelaku Usaha Kota Depok dengan Pelatihan Basic Warehouse Operation Hadapi Manila Digger, Persib Pangkas Waktu Perjalanan dari Bandara Husein Dampak Ekonomi Gempa NTT Tembus Rp2,2 Triliun? Industri Asuransi Menghitung Exposure

EKOBIS

UMKM Menjadi Ujung Tombak Pulihnya Ekonomi Aceh Tengah

badge-check


 UMKM Menjadi Ujung Tombak Pulihnya Ekonomi Aceh Tengah Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Pemulihan ekonomi di wilayah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, harus terus didorong melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sektor ini dinilai menjadi tulang punggung perekonomian daerah karena mampu menyerap tenaga kerja dan menjaga perputaran ekonomi masyarakat pasca berbagai tekanan ekonomi.

Salah satu contoh UMKM yang bertahan secara turun-temurun adalah usaha produksi kopi tradisional milik putra Pak Gani yang berlokasi di Jalan Al-Fitrah, Kampung Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen.

Usaha kopi tersebut masih mempertahankan proses tradisional, namun kini menghadapi kendala permodalan serta tingginya harga bahan baku yang terus meningkat.

Selain itu, pelaku UMKM juga menghadapi hambatan dalam pemasaran akibat kondisi akses jalan yang kerap terganggu oleh longsor dan banjir.

Kondisi ini berdampak pada distribusi produk, khususnya kopi Gayo, yang menjadi komoditas unggulan Aceh Tengah.

Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan diharapkan menempatkan UMKM sebagai sektor strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Upaya yang perlu dilakukan meliputi pendampingan usaha, kemudahan akses permodalan, serta pelatihan peningkatan kualitas produk dan strategi pemasaran.

Di Aceh Tengah, UMKM didominasi sektor pertanian, perkebunan kopi Gayo, kuliner, dan kerajinan lokal. Keberadaan UMKM tersebut tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi di tingkat desa dan kecamatan.

Sinergi antara pemerintah dan pelaku UMKM menjadi kunci agar ekonomi daerah dapat bangkit kembali.

Dengan penguatan UMKM yang berkelanjutan, daya saing produk lokal Takengon diharapkan meningkat, pasar semakin luas, dan kemandirian ekonomi masyarakat dapat terwujud.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dampak Ekonomi Gempa NTT Tembus Rp2,2 Triliun? Industri Asuransi Menghitung Exposure

31 Agustus 2026 - 09:11 WIB

Semangat Travel Wellness Hadir dalam GATF 2026 di Bali

31 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Ketua Iperindo Harap Ada Kebijakan Fiskal Bagi Pembangunan Kapal Baru

31 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports

29 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Kapal PELNI Angkut 300 Ton Bantuan ke NTT

29 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Pemprov DKI Jakarta Tawarkan 37 Proyek Senilai Rp115 Triliun

29 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Kunjungi Green Port Terminal Teluk Lamong, Kemenhub Apresiasi Komitmen TTL Wujudkan Net Zero Emission 2060

28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa melalui Voice of Customer

28 Agustus 2026 - 20:11 WIB

InJourney Group Ramaikan Garuda Indonesia Travel Fair 2026

28 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Teken Kerja Sama, Pelindo & IKM Perkuat Arus Nikel Kendari

28 Agustus 2026 - 05:44 WIB

Trending di ANJUNGAN