Menu

Mode Gelap
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sasar Titik Rawan, Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif Program IPCC GEMBIRA Beri Dampak Nyata, IPCC Raih InvestorTrust CSR Awards 2026 Meriahkan HUT RI, Pelindo Jasa Maritim Beri Penghargaan kepada Kelurahan Tabaringan PNJ Bekali Pelaku Usaha Kota Depok dengan Pelatihan Basic Warehouse Operation Hadapi Manila Digger, Persib Pangkas Waktu Perjalanan dari Bandara Husein Dampak Ekonomi Gempa NTT Tembus Rp2,2 Triliun? Industri Asuransi Menghitung Exposure

TEKNOLOGI

Pasar Paylater Meledak 37%, Pembatasan OJK Bayangi Risiko Gagal Bayar

badge-check


 Pasar Paylater Meledak 37%, Pembatasan OJK Bayangi Risiko Gagal Bayar Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — ​Tren penggunaan layanan beli sekarang bayar nanti (buy now paylater/BNPL) di Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan di tengah pengetatan regulasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan aturan baru yang membatasi konsumen, hanya dapat menggunakan maksimal tiga aplikasi paylater, secara bersamaan demi menekan risiko kredit macet.

​Langkah intervensi regulator ini merespons masifnya pertumbuhan paylater perbankan yang meroket hingga 37,72 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) per Mei 2026. Transformasi digital yang terintegrasi dengan ekosistem e-commerce, menjadi motor utama penggerak fleksibilitas sistem pembayaran ini di masyarakat.

​Berdasarkan analisis Coherent Market Insights 2025, nilai pasar platform BNPL global pada 2026 diperkirakan menembus 52,1 miliar dolar AS. Pasar ini diproyeksikan terus mendaki hingga menyentuh angka 218,14 miliar dolar AS, pada 2033, dengan laju pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) mencapai 22,7 persen.

​Agresivitas perbankan dalam merebut ceruk pasar tekfin (financial technology) dinilai sebagai strategi bertahan sekaligus ekspansi yang rasional. Kemudahan akses terintegrasi dan tawaran suku bunga yang kompetitif, membuat ekosistem perbankan mampu mengungguli pertumbuhan perusahaan pembiayaan murni.

​Kendati pasar BNPL terkesan cerah, otoritas mengingatkan jika bayang-bayang risiko gagal bayar (default) dari debitur usia muda masih mengintai tajam. Pola konsumsi yang impulsif tanpa literasi keuangan yang memadai, berpotensi memicu pembengkakan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).

​Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, menilai pembatasan tiga aplikasi merupakan langkah mitigasi yang tepat namun terlambat. “Aturan OJK ini krusial untuk mencegah fenomena gali lubang tutup lubang antar-platform, tetapi perbankan juga harus memperketat penilaian kredit internal agar pertumbuhan tidak menjadi bom waktu,” ujarnya di Jakarta, pada Rabu (8/7/2026).

​Peralihan perilaku transaksi dari tunai ke digital dipastikan terus berlanjut seiring semakin matangnya infrastruktur teknologi nasional. Ke depan, keberlanjutan bisnis paylater di Indonesia akan sangat bergantung pada keseimbangan, antara kemudahan adopsi, serta ketegasan manajemen risiko industri.*** (Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Operator Bus Listrik Terbanyak di Indonesia, DAMRI Operasikan 316 Unit Bus Listrik untuk Layanan Transjakarta

29 Agustus 2026 - 05:23 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa melalui Voice of Customer

28 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Pemerintah Dorong Industri Baterai Nikel, MOLINAS Masuk Rantai Hilirisasi

28 Agustus 2026 - 13:16 WIB

ÇAKIR Masuk Indonesia, Turki Buka Jalan Produksi Rudal Jelajah Lokal

28 Agustus 2026 - 09:07 WIB

KKP Terbitkan Izin Pemanfaatan Air Laut untuk 16 Pembangkit PLN Nusantara Power

27 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

IPCC Layani Sepenuh Hati, Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

22 Agustus 2026 - 21:21 WIB

IPCC Perkuat Keselamatan Kerja TKBM melalui Pelatihan Basic K3

18 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Di HUT Ke-81 RI, Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok: Semangat Kemerdekaan Harus Bebaskan Diri dari Malas dan Penyalahgunaan Wewenang

17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

HUT Ke-81 RI, Pelindo Tegaskan Komitmen Penguatan Konektivitas untuk Memajukan Ekonomi Indonesia

17 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Trending di ANJUNGAN