Menu ✖

Mode Gelap
KAI: Minat Pelanggan terhadap Perjalanan Panoramic dan Kabin Privat Terus Menguat Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 1,1 Juta hingga September 2026, Naik 9,73 Persen Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan

TEKNOLOGI

KKP dan WRI Luncurkan Ocean Calculator, Platform Hitung Nilai Ekonomi Ekosistem Laut Berbasis Data Ilmiah

badge-check


 KKP dan WRI Luncurkan Ocean Calculator, Platform Hitung Nilai Ekonomi Ekosistem Laut Berbasis Data Ilmiah Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama World Resources Institute (WRI) Indonesia memperkenalkan Ocean Calculator, platform geospasial berbasis Neraca Sumber Daya Laut (NSDL) yang mampu menghitung nilai ekonomi ekosistem laut dan pesisir secara cepat, akurat, serta didukung data ilmiah untuk mendukung pengelolaan kelautan yang berkelanjutan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/6), Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Koswara mengatakan Ocean Calculator dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun ocean accounting, yakni sistem yang mengintegrasikan informasi lingkungan dan ekonomi guna mendukung perencanaan pembangunan sektor kelautan berbasis bukti.

Platform ini mampu menghitung nilai ekonomi berbagai ekosistem pesisir, seperti mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Dengan memanfaatkan data geospasial, citra satelit, serta hasil penelitian, Ocean Calculator menyajikan informasi mengenai kondisi ekosistem sekaligus kontribusinya terhadap perlindungan pantai, penyimpanan karbon biru, hingga penghidupan masyarakat pesisir.

“Ocean Calculator dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun ocean accounting. Kami berharap platform ini terus berkembang dan menjadi bagian dari penguatan kebijakan kelautan yang berbasis bukti ilmiah,” ujar Koswara.

Menurut KKP, informasi yang dihasilkan platform tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan, perencanaan pembangunan, serta pengelolaan sumber daya laut yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Purwarupa Ocean Calculator diperkenalkan dalam kegiatan Pengenalan dan Lokakarya Teknis Ocean Calculator di Jakarta pekan lalu, bertepatan dengan peringatan Hari Laut Sedunia. Platform ini dikembangkan sejak 2024 oleh WRI Indonesia bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan Australia dengan dukungan Pemerintah Australia melalui program KONEKSI.

Salah satu keunggulan Ocean Calculator adalah integrasi aspek Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Pendekatan ini memungkinkan pengguna memahami keterkaitan antara kondisi ekosistem dengan kelompok masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut sehingga pembangunan pesisir dapat berlangsung lebih adil, inklusif, dan memberikan manfaat yang merata.

Perwakilan Australia Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Jacqui Lord, mengatakan meningkatnya tekanan terhadap wilayah pesisir akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia menuntut hadirnya instrumen yang mampu menilai manfaat ekosistem secara lebih komprehensif.

“Kami berharap Ocean Calculator dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung pengelolaan laut dan pesisir yang berkelanjutan di Indonesia,” katanya.

Direktur Konservasi Ekosistem KKP Firdaus Agung menjelaskan platform tersebut telah menjalani uji coba pada Februari 2026 dan kini telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Data Konservasi (SIDAKO). Masyarakat dapat mengaksesnya melalui laman sidako.kkp.go.id.

“Ocean Calculator membantu berbagai pemangku kepentingan memahami nilai strategis ekosistem laut serta kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir,” ujar Firdaus.

Sementara itu, Country Director WRI Indonesia Nirarta Samadhi menilai Ocean Calculator akan memberikan informasi yang lebih komprehensif bagi pemerintah, akademisi, masyarakat, maupun sektor swasta dalam mendukung investasi dan pembangunan pesisir yang berkelanjutan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pengelolaan laut harus berbasis data dan ilmu pengetahuan agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Kehadiran Ocean Calculator menjadi salah satu langkah KKP dalam memperkuat tata kelola kelautan yang modern serta mendukung implementasi ekonomi biru di Indonesia.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Transjakarta Gunakan Sistem Online Laporan Keuangan

5 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Kolaborasi Diperkuat, Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak Tingkatkan Pelayanan Kapal

3 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri

1 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Lima Tahun Merger, Pelindo Regional 2 Perkuat Transformasi Layanan dan Kinerja Kepelabuhanan

1 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Dukung Mobilitas Kemayoran, DAMRI Jadi Mitra Operasional Layanan Kemon

1 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan

1 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

PSM Percepat Transisi Energi melalui Pelatihan dan Pemeliharaan Alat Bongkar Muat Elektrik

25 September 2026 - 19:06 WIB

Trending di ANJUNGAN