Menu

Mode Gelap
Pascagempa NTT, Kemenhub Pastikan  Kondisi Infrastruktur Pelabuhan Gempa M6,4 Simalungun Terasa hingga Aceh Tengah, Warga Berhamburan Keluar Rumah Pascagempa Flores, ASDP Perkuat Keselamatan Kapal dan Pelabuhan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Pamer Keberhasilannya Fiskal Pemkot Semarang Terpuruk, Tidak Melakukan Efisiensi Tapi Rasionalisasi Maknai Momen Kemerdekaan, InJourney Airports Tanam 81.000 Mangrove

TEKNOLOGI

KKP dan WRI Luncurkan Ocean Calculator, Platform Hitung Nilai Ekonomi Ekosistem Laut Berbasis Data Ilmiah

badge-check


 KKP dan WRI Luncurkan Ocean Calculator, Platform Hitung Nilai Ekonomi Ekosistem Laut Berbasis Data Ilmiah Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama World Resources Institute (WRI) Indonesia memperkenalkan Ocean Calculator, platform geospasial berbasis Neraca Sumber Daya Laut (NSDL) yang mampu menghitung nilai ekonomi ekosistem laut dan pesisir secara cepat, akurat, serta didukung data ilmiah untuk mendukung pengelolaan kelautan yang berkelanjutan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/6), Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Koswara mengatakan Ocean Calculator dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun ocean accounting, yakni sistem yang mengintegrasikan informasi lingkungan dan ekonomi guna mendukung perencanaan pembangunan sektor kelautan berbasis bukti.

Platform ini mampu menghitung nilai ekonomi berbagai ekosistem pesisir, seperti mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Dengan memanfaatkan data geospasial, citra satelit, serta hasil penelitian, Ocean Calculator menyajikan informasi mengenai kondisi ekosistem sekaligus kontribusinya terhadap perlindungan pantai, penyimpanan karbon biru, hingga penghidupan masyarakat pesisir.

“Ocean Calculator dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun ocean accounting. Kami berharap platform ini terus berkembang dan menjadi bagian dari penguatan kebijakan kelautan yang berbasis bukti ilmiah,” ujar Koswara.

Menurut KKP, informasi yang dihasilkan platform tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan, perencanaan pembangunan, serta pengelolaan sumber daya laut yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Purwarupa Ocean Calculator diperkenalkan dalam kegiatan Pengenalan dan Lokakarya Teknis Ocean Calculator di Jakarta pekan lalu, bertepatan dengan peringatan Hari Laut Sedunia. Platform ini dikembangkan sejak 2024 oleh WRI Indonesia bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan Australia dengan dukungan Pemerintah Australia melalui program KONEKSI.

Salah satu keunggulan Ocean Calculator adalah integrasi aspek Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Pendekatan ini memungkinkan pengguna memahami keterkaitan antara kondisi ekosistem dengan kelompok masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut sehingga pembangunan pesisir dapat berlangsung lebih adil, inklusif, dan memberikan manfaat yang merata.

Perwakilan Australia Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Jacqui Lord, mengatakan meningkatnya tekanan terhadap wilayah pesisir akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia menuntut hadirnya instrumen yang mampu menilai manfaat ekosistem secara lebih komprehensif.

“Kami berharap Ocean Calculator dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung pengelolaan laut dan pesisir yang berkelanjutan di Indonesia,” katanya.

Direktur Konservasi Ekosistem KKP Firdaus Agung menjelaskan platform tersebut telah menjalani uji coba pada Februari 2026 dan kini telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Data Konservasi (SIDAKO). Masyarakat dapat mengaksesnya melalui laman sidako.kkp.go.id.

“Ocean Calculator membantu berbagai pemangku kepentingan memahami nilai strategis ekosistem laut serta kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir,” ujar Firdaus.

Sementara itu, Country Director WRI Indonesia Nirarta Samadhi menilai Ocean Calculator akan memberikan informasi yang lebih komprehensif bagi pemerintah, akademisi, masyarakat, maupun sektor swasta dalam mendukung investasi dan pembangunan pesisir yang berkelanjutan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pengelolaan laut harus berbasis data dan ilmu pengetahuan agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Kehadiran Ocean Calculator menjadi salah satu langkah KKP dalam memperkuat tata kelola kelautan yang modern serta mendukung implementasi ekonomi biru di Indonesia.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

PJM dan Tentara Perkuat Sinergi, Delapan Perwira TNI AL Ikuti Pendidikan Pandu Tingkat II

14 Agustus 2026 - 10:23 WIB

DAMRI Berbagi Pengalaman Pengelolaan Bus Listrik, Dorong Transportasi Hijau di Indonesia

14 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Pelindo Ajak Shipping Line Bangun Jaringan Logistik Terintegrasi

5 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Perkuat Arah Strategis Perusahaan, Pelindo Sinergi Lokaseva Gelar Town Hall Meeting 2026

5 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Dorong Operasional Hijau, Terminal Teluk Lamong Tambah E-RTG untuk Perkuat Kapasitas TPK Nilam

4 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Perkuat Transparansi Logistik, IPC TPK Siapkan Operasional Alat Pemindai Peti Kemas Ekspor

4 Agustus 2026 - 21:16 WIB

FIFGROUP Perluas Edukasi Keselamatan Berkendara Lewat FABL ke Panggung Gaikindo Indonesia International Auto Show 2026

4 Agustus 2026 - 12:32 WIB

Pelindo Jasa Maritim Lampaui Target, Laba Bersih Semester I 2026 Naik 44 Persen

4 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Kinerja Positif Pelindo Bengkulu, Arus Barang Naik 35,6 Persen dan Topang Ekonomi Daerah

4 Agustus 2026 - 11:14 WIB

Siap – Siap, Pertengahan Agustus 2026 Indonesia Hujan Meteor Perseid

3 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Trending di TEKNOLOGI