Menu ✖

Mode Gelap
Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan Kemenhub Optimistis Zero ODOL Dimulai 1 Januari 2027 Kabut Asap Selimuti Fakfak, Penerbangan di Bandara Siboru Dihentikan Sementara SCI Apresiasi Pelaku Usaha Lewat Indonesia Logistics Awards 2026 KAI Mulai Kaji FRMCS, Siapkan Teknologi Komunikasi Kereta Api Berbasis 5G

PERON

KAI Siapkan KRL Rangkasbitung 12 Gerbong, Kapasitas Listrik dan Sinyal Ditingkatkan

badge-check


 KAI Siapkan KRL Rangkasbitung 12 Gerbong, Kapasitas Listrik dan Sinyal Ditingkatkan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan peningkatan kapasitas layanan KRL lintas Rangkasbitung dengan mengoperasikan rangkaian 12 gerbong.

Untuk mewujudkan hal tersebut, KAI tengah memperkuat infrastruktur pendukung, mulai dari peningkatan kapasitas listrik hingga pembaruan sistem persinyalan agar perjalanan menjadi lebih andal dan mampu mengakomodasi lonjakan pengguna.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan penambahan rangkaian KRL di lintas Rangkasbitung tidak dapat dilakukan secara langsung karena harus didukung kesiapan infrastruktur.

“Tidak bisa dengan otomatis tambah rangkaian. Sekarang kapasitas listriknya kita naikkan. Sinyalnya kita perbaiki,” kata Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin perjalanan menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB) Wisata dari Yogyakarta ke Jakarta bersama media, Rabu (8/7/2026).

Menurut Bobby, lintas Rangkasbitung menjadi salah satu fokus utama pengembangan karena merupakan jalur KRL dengan tingkat kepadatan penumpang yang sangat tinggi.

Ia menjelaskan, dalam enam hingga delapan bulan ke depan KAI akan menyelesaikan sejumlah pekerjaan peningkatan sarana dan prasarana agar operasional KRL dengan 12 gerbong dapat diterapkan.

Saat ini, rangkaian KRL di lintas Rangkasbitung masih dibatasi maksimal 8 hingga 10 gerbong. Kondisi tersebut membuat kapasitas angkut belum mampu mengimbangi tingginya permintaan, terutama pada jam-jam sibuk.

“Saya amati Rangkas Line atau Green Line ini satu meter persegi isinya 8 orang,” ujar dia.
Bobby menilai kepadatan tersebut terjadi karena infrastruktur yang ada saat ini belum memungkinkan pengoperasian rangkaian yang lebih panjang.

Selain menambah jumlah gerbong, KAI juga berencana meningkatkan frekuensi perjalanan dengan memangkas headway atau jarak waktu antarperjalanan kereta. Saat ini, interval kedatangan KRL masih berkisar 10 hingga 15 menit.

“Sekarang jarak antar kereta itu 10-15 menit. Nanti kita akan pendekkan jaraknya. Sekarang keretanya itu cuma 8-10 rangkaian nanti semua akan menjadi 12,” katanya menambahkan.

Dengan peningkatan kapasitas rangkaian dan frekuensi perjalanan tersebut, KAI berharap layanan KRL Rangkasbitung dapat mengakomodasi lebih banyak pelanggan sekaligus mengurangi kepadatan di dalam kereta, khususnya pada jam-jam puncak.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Mulai Kaji FRMCS, Siapkan Teknologi Komunikasi Kereta Api Berbasis 5G

13 Oktober 2026 - 11:16 WIB

KAI Catat 7,85 Juta Aktivitas Mobilitas Kereta ke Bandung, Pekalongan, Solo, dan Malang

13 Oktober 2026 - 11:11 WIB

KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen

12 Oktober 2026 - 23:11 WIB

10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Indonesia, Nagreg Pimpin dengan Elevasi 848 Mdpl

12 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Stasiun Payakabung Layani 21.722 Pelanggan Pada Triwulan III 2026

12 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Menembus Pegunungan, Ini 10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Jawa dan Sumatra

12 Oktober 2026 - 07:06 WIB

KAI Catat 2,55 Juta Aktivitas Pelanggan di Tiga Daerah Geopark UNESCO

12 Oktober 2026 - 05:45 WIB

KA Joglosemarkerto Layani 1,10 Juta Pelanggan, Tumbuh 9,73 Persen Sepanjang 2026

12 Oktober 2026 - 04:28 WIB

Kereta Regional Jadi Pilihan Perjalanan Antarkota, KAI Layani 5,57 Juta Pelanggan

11 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Trending di PERISTIWA