Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan peningkatan kapasitas layanan KRL lintas Rangkasbitung dengan mengoperasikan rangkaian 12 gerbong.
Untuk mewujudkan hal tersebut, KAI tengah memperkuat infrastruktur pendukung, mulai dari peningkatan kapasitas listrik hingga pembaruan sistem persinyalan agar perjalanan menjadi lebih andal dan mampu mengakomodasi lonjakan pengguna.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan penambahan rangkaian KRL di lintas Rangkasbitung tidak dapat dilakukan secara langsung karena harus didukung kesiapan infrastruktur.
“Tidak bisa dengan otomatis tambah rangkaian. Sekarang kapasitas listriknya kita naikkan. Sinyalnya kita perbaiki,” kata Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin perjalanan menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB) Wisata dari Yogyakarta ke Jakarta bersama media, Rabu (8/7/2026).
Menurut Bobby, lintas Rangkasbitung menjadi salah satu fokus utama pengembangan karena merupakan jalur KRL dengan tingkat kepadatan penumpang yang sangat tinggi.
Ia menjelaskan, dalam enam hingga delapan bulan ke depan KAI akan menyelesaikan sejumlah pekerjaan peningkatan sarana dan prasarana agar operasional KRL dengan 12 gerbong dapat diterapkan.
Saat ini, rangkaian KRL di lintas Rangkasbitung masih dibatasi maksimal 8 hingga 10 gerbong. Kondisi tersebut membuat kapasitas angkut belum mampu mengimbangi tingginya permintaan, terutama pada jam-jam sibuk.
“Saya amati Rangkas Line atau Green Line ini satu meter persegi isinya 8 orang,” ujar dia.
Bobby menilai kepadatan tersebut terjadi karena infrastruktur yang ada saat ini belum memungkinkan pengoperasian rangkaian yang lebih panjang.
Selain menambah jumlah gerbong, KAI juga berencana meningkatkan frekuensi perjalanan dengan memangkas headway atau jarak waktu antarperjalanan kereta. Saat ini, interval kedatangan KRL masih berkisar 10 hingga 15 menit.
“Sekarang jarak antar kereta itu 10-15 menit. Nanti kita akan pendekkan jaraknya. Sekarang keretanya itu cuma 8-10 rangkaian nanti semua akan menjadi 12,” katanya menambahkan.
Dengan peningkatan kapasitas rangkaian dan frekuensi perjalanan tersebut, KAI berharap layanan KRL Rangkasbitung dapat mengakomodasi lebih banyak pelanggan sekaligus mengurangi kepadatan di dalam kereta, khususnya pada jam-jam puncak.(fahmi)






























