Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhub dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 4 Awak Kapal Korban Pembajakan di Somalia Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo B50 Jadi Program Utama KAI, Target Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta Zulfikar Kirbi, Seni Harus Terus Mengalir, Jangan Sampai Berhenti

RAGAM

Megaproyek PSEL Bali Rp3 Triliun Resmi Dimulai, Pemerintah Klaim Mampu Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

badge-check


 Megaproyek PSEL Bali Rp3 Triliun Resmi Dimulai, Pemerintah Klaim Mampu Ubah Sampah Jadi Energi Listrik Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Denpasar Raya, Bali, Rabu (8/7/2026). Proyek senilai Rp3 triliun tersebut menjadi implementasi awal pengelolaan limbah perkotaan berbasis teknologi waste-to-energy sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025.

Peresmian proyek ditandai dengan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) atau Perjanjian Jual Beli Listrik. Pemerintah menargetkan fasilitas ini mulai beroperasi pada semester pertama 2028.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan teknologi yang digunakan telah terbukti diterapkan di berbagai negara, termasuk Jepang dan China.

“Teknologi yang kita pakai ini adalah teknologi yang sudah proven, yang bisa mengolah seluruh sampah, baik sampah lama maupun sampah baru. Sistemnya juga ramah lingkungan dan tidak menimbulkan bau,” ujar Rosan.

Fasilitas PSEL Bali dirancang memiliki kapasitas pengolahan lebih dari 500 ribu ton sampah setiap tahun atau sekitar 1.500 ton per hari. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 40 persen timbunan sampah di Pulau Bali.

Pemerintah memperkirakan keberadaan fasilitas ini mampu mengurangi emisi dari tempat pemrosesan akhir (TPA) hingga 80 persen, sekaligus menjadi solusi jangka panjang atas persoalan sampah yang selama ini membebani kawasan pariwisata Bali.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan proyek tersebut juga memberikan manfaat dari sisi lingkungan dan energi.

Menurutnya, PSEL Bali berpotensi menekan emisi karbon hingga 640 ribu ton karbon dioksida (CO₂) setiap tahun. Energi listrik yang dihasilkan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan sekitar 100 ribu rumah tangga di Bali.

Selain itu, proyek ini diproyeksikan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau (green jobs) selama pembangunan maupun operasional. Pemerintah juga berencana mengembangkan proyek serupa sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) di Bekasi dan Bogor dengan estimasi kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp1,6 triliun pada masa konstruksi.

Meski menawarkan prospek yang menjanjikan, proyek PSEL tetap menuai sejumlah catatan kritis.

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Ahmar, mengingatkan pemerintah agar memastikan aspek teknis dan pembiayaan proyek benar-benar matang sebelum fasilitas beroperasi.

Menurutnya, keberhasilan teknologi waste-to-energy sangat bergantung pada kualitas pasokan sampah dan sistem pemilahan sejak dari sumber.

“Teknologi insinerasi atau pembakaran sampah memerlukan nilai kalori yang konsisten, sementara karakteristik sampah domestik Indonesia masih didominasi sampah organik dengan kadar air yang tinggi,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Yusri juga menyoroti besarnya biaya operasional, terutama skema tipping fee yang berpotensi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) apabila tidak dirancang secara berkelanjutan.

Ia menilai pemerintah daerah harus memastikan kesiapan logistik, sistem pemilahan sampah, serta dukungan anggaran operasional jangka panjang agar investasi bernilai triliunan rupiah tersebut tidak berakhir menjadi aset yang kurang optimal atau mangkrak.***

(Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

7 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Pelindo Mengajar, Ajak Siswa SMKN 1 Mempawah Mengenal Dunia Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Perempuan Aceh Bicara di Jakarta, Rumuskan Peta Jalan Kepemimpinan Perempuan Aceh 2045

7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Apa yang Dibahas Jokowi Saat Sambangi Prabowo di Kertanegara Jelang MK Putus Perkara Gibran?

7 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Usai Putusan MK, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Gibran dari Ruang Kerjanya

7 Oktober 2026 - 16:58 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SLTA Gibran, Buku Rismon Kembali Disorot

7 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Bengkel Kreatif Aceh Multi Vision, 15 Tahun Mengembangkan Karya dan Ekonomi Kreatif Aceh

7 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Pengurus APPSI Aceh Tengah Periode 2025–2030 Siap Dilantik

7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Trending di RAGAM