Menu

Mode Gelap
1 Juta Sertifikat Gratis MBR, Target Ambisius Hadapi Ujian Sulit Agraria  Pelindo Sambut Menteri Transportasi Arab Saudi, Bahas Potensi Kerja Sama Kepelabuhanan dan Logistik KAI Gunakan B50 pada Lokomotif, Distribusi BBM Semester I 2026 Ikut Meningkat IDSurvey dan Danantara Investment Management Jalin Kerja Sama Strategis Dukung Pengembangan Sistem Pengolahan Sampah Terintegrasi Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Petakan Biota Laut, Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan Mulai Rp5.000 Saja, DAMRI Antar Wisatawan dari Kota Denpasar ke Desa Wisata Penglipuran

RAGAM

1 Juta Sertifikat Gratis MBR, Target Ambisius Hadapi Ujian Sulit Agraria 

badge-check


 1 Juta Sertifikat Gratis MBR, Target Ambisius Hadapi Ujian Sulit Agraria  Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Pemerintah menargetkan menerbitkan satu juta sertifikat tanah gratis bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pada 2026. Program ini merupakan bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah hasil sinergi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Tujuannya memperkuat kepastian hukum kepemilikan rumah dan memperluas akses MBR ke pembiayaan formal.

Menteri PKP Maruarar Sirait pada Selasa (14/7/2026) menjelaskan program diprioritaskan untuk penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), pemilik rumah subsidi, dan MBR yang sudah punya rumah tapi belum bersertifikat. Menurutnya, sertifikat bukan hanya dokumen legal. Sertifikat berfungsi meningkatkan nilai aset rumah tangga dan membuka akses masyarakat ke layanan perbankan.

Hal senada disampaikan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid di hari yang sama. Ia menekankan keberhasilan program tergantung pada sinkronisasi data penerima antara PKP dan ATR/BPN. Integrasi basis data disebut syarat mutlak agar percepatan sertifikasi tepat sasaran, meminimalkan kesalahan administrasi, dan mencegah sengketa baru di kemudian hari.

Namun di balik optimisme itu, pemerintah menghadapi ujian terberat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Program yang berjalan sejak 2017 ini sudah memasuki tahap akhir. Bidang tanah yang mudah diverifikasi mayoritas sudah selesai. Sisa pekerjaan justru didominasi kasus dengan kompleksitas hukum dan administrasi tinggi.

Data ATR/BPN mencatat target pendaftaran tanah nasional sekitar 126 juta bidang. Hingga pertengahan 2026, sekitar 122 juta bidang sudah bersertifikat. Artinya tersisa 4 juta bidang atau 3,2 persen dari total target. Meski jumlahnya kecil, sisa ini adalah pekerjaan paling sulit. Sebagian besar berupa tanah adat, girik, letter C, lahan dengan batas tidak jelas, dan bidang yang masih bersengketa.

Secara matematis, target satu juta sertifikat di 2026 berarti negara harus menyelesaikan 25 persen dari seluruh bidang tersulit hanya dalam setahun. Ini menunjukkan tantangan kini bukan lagi soal kuantitas, melainkan kemampuan menyelesaikan konflik agraria yang sebagian sudah berlangsung puluhan tahun.

Kompleksitas terlihat di daerah. Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung ditargetkan menyelesaikan 40 ribu sertifikat PTSL di 2026, tapi juga harus melayani hampir 10 ribu permohonan reguler setiap bulan. SDM, tenaga ukur, dan sistem digital menjadi kunci.

Di Banten, sekitar 740 ribu bidang sudah terdaftar tapi belum bisa terbit sertifikat karena terkendala sengketa batas, konflik kepemilikan, dan dokumen tidak lengkap. Pola serupa terjadi di daerah padat penduduk dan wilayah adat dengan riwayat kepemilikan tumpang tindih.

Secara ekonomi, sertifikasi meningkatkan nilai aset, memperbesar peluang kredit, dan mendorong masyarakat masuk ekonomi formal. Tanpa sertifikat, maka tanah menjadi sangat rawan dalam konfik sengketa dan sulit jadi agunan.

Pengamat Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengingatkan, percepatan tidak boleh hanya kejar target. Validitas data, transparansi, dan koordinasi antarlembaga harus sejalan. “Keberhasilan bukan di jumlah sertifikat yang dicetak, tapi manfaat yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya.***(Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo Sambut Menteri Transportasi Arab Saudi, Bahas Potensi Kerja Sama Kepelabuhanan dan Logistik

14 Juli 2026 - 21:46 WIB

IDSurvey dan Danantara Investment Management Jalin Kerja Sama Strategis Dukung Pengembangan Sistem Pengolahan Sampah Terintegrasi

14 Juli 2026 - 20:49 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Petakan Biota Laut, Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan

14 Juli 2026 - 20:39 WIB

Mulai Rp5.000 Saja, DAMRI Antar Wisatawan dari Kota Denpasar ke Desa Wisata Penglipuran

14 Juli 2026 - 20:22 WIB

Modernisasi Alat, IPC TPK Panjang Resmi Operasikan QCC 004

14 Juli 2026 - 20:13 WIB

Target Swasembada Pangan Kementan Berhasil Dipercepat

14 Juli 2026 - 14:24 WIB

BNNK Gianyar Gandeng Seniman Bondres Kampanyekan Bahaya Narkoba di MPLS SMPN 1 Gianyar

14 Juli 2026 - 12:03 WIB

Sambut Delegasi Kanada, Pelindo Solusi Digital Buka Gerbang Kolaborasi Global untuk Maritim Digital Indonesia

14 Juli 2026 - 10:06 WIB

Pelindo dan Pemprov Sumsel Dorong Percepatan Pembentukan BUP Tanjung Carat

13 Juli 2026 - 12:36 WIB

Reuni 40 Tahun Jadi Titik Awal, Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi Bentuk Pengurus Baru periode 2026-2029 IKA Musix 86

13 Juli 2026 - 12:15 WIB

Trending di RAGAM