Menu

Mode Gelap
Menuju Ekosistem Ekonomi Blockchain, Kota Bandung Siapkan 475 Angkot KLG Gratis Layanan TransJakarta Dijual Rp500 Ribu di Sosmed? Kemenkraf Gelar Bazar Sinema Rakyat Seharian di GOS Takengon Tanoh Gayo Siap Lahirkan Sineas Muda, Kemenkraf Gelar Workshop Sinema Rakyat di Takengon KAI Services Perkuat Konsep Integrated Services untuk Perluas Bisnis AMPB Setiap Hari Demo Bank Mandiri, Sebagian Besar Warganet tidak Simpati Lagi

PERON

KAI Gunakan B50 pada Lokomotif, Distribusi BBM Semester I 2026 Ikut Meningkat

badge-check


 KAI Gunakan B50 pada Lokomotif, Distribusi BBM Semester I 2026 Ikut Meningkat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mengimplementasikan penggunaan biodiesel B50 pada sarana berbasis diesel secara bertahap sejak 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut diterapkan pada lokomotif dan kereta pembangkit sebagai bagian dari dukungan perusahaan terhadap program transisi energi nasional.

Penerapan bahan bakar baru ini dilakukan setelah KAI menyelesaikan serangkaian pengujian teknis dan evaluasi operasional guna memastikan aspek keselamatan serta keandalan perjalanan kereta api tetap terjaga.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan, implementasi B50 merupakan bentuk komitmen perseroan dalam mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan berbasis sumber daya domestik.

“Sejak 1 Juli 2026, KAI mulai menerapkan B50 secara bertahap pada sarana diesel sesuai kebijakan pemerintah. Setiap tahap kami persiapkan melalui pengujian teknis dan evaluasi operasional agar transisi energi tetap berjalan selaras dengan keselamatan perjalanan serta keandalan sarana,” ujar Anne.

B50 merupakan campuran bahan bakar yang terdiri dari 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati dan 50 persen solar. Peningkatan kadar biodiesel ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Berdasarkan proyeksi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), implementasi B50 secara nasional berpotensi menurunkan emisi karbon dioksida hingga 44,46 juta ton, lebih tinggi dibandingkan program B40 yang diperkirakan mampu mengurangi emisi sebesar 39,66 juta ton.

Untuk mendukung implementasi tersebut, KAI melakukan serangkaian uji coba pada mesin diesel kereta pembangkit dan lokomotif. Pengujian meliputi performa mesin, konsumsi bahan bakar, stabilitas pembakaran, emisi, hingga kondisi komponen seperti filter, pelumas, dan sistem bahan bakar.

Pengujian pada kereta pembangkit difokuskan untuk memastikan pasokan listrik selama perjalanan tetap stabil, sedangkan pengujian pada lokomotif dilakukan guna melihat respons mesin dalam berbagai kondisi operasi dan beban perjalanan.

“Pemantauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas bahan bakar, kondisi mesin, filter, hingga pola perawatan. Evaluasi akan terus dilaksanakan agar penerapan B50 dapat mendukung operasional kereta api secara aman, andal, dan terukur,” kata Anne.

KAI sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam penggunaan biodiesel, mulai dari B35 hingga B40. Pengalaman tersebut menjadi modal dalam mempersiapkan transisi menuju B50, termasuk melalui penyesuaian prosedur pemeriksaan, pemeliharaan, pengelolaan bahan bakar, serta peningkatan kompetensi pekerja yang menangani sarana diesel.

Di sisi lain, KAI juga terus memperkuat kontribusinya dalam sektor energi melalui layanan logistik berbasis kereta api. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, perusahaan mencatat volume distribusi bahan bakar minyak (BBM) mencapai 1.338.180 ton atau meningkat 4,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.278.621 ton.

Salah satu layanan distribusi tersebut adalah pengangkutan avtur dari Stasiun Cilacap menuju Stasiun Rewulu yang selanjutnya digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional penerbangan di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kulon Progo.

Menurut Anne, peran KAI dalam sektor energi tidak hanya melalui penerapan bahan bakar ramah lingkungan pada sarana kereta, tetapi juga melalui dukungan terhadap distribusi energi nasional.

“KAI menjalankan peran dari dua sisi. Pada operasional sarana diesel, kami menerapkan B50 sebagai bagian dari transisi energi. Pada layanan logistik, KAI menjaga kelancaran distribusi BBM, termasuk avtur yang mendukung aktivitas penerbangan di Bandara YIA,” jelas Anne.

Ia menambahkan, perseroan akan terus memperkuat kesiapan sarana, kualitas perawatan, kompetensi sumber daya manusia, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan implementasi kebijakan energi nasional berjalan optimal.

“KAI akan terus meningkatkan kesiapan sarana, kualitas pemeliharaan, kompetensi pekerja, dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Langkah tersebut penting agar dukungan KAI terhadap kebijakan energi nasional berjalan dengan tetap mengutamakan keselamatan, keandalan operasi, dan kualitas layanan,” tutup Anne.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Services Perkuat Konsep Integrated Services untuk Perluas Bisnis

17 September 2026 - 16:04 WIB

Tarif Rp3.000, Kereta Petani dan Pedagang KAI Telah Layani 43.780 Pelanggan

17 September 2026 - 14:53 WIB

KAI Operasikan 113 PLTS di 92 Lokasi, Total Kapasitas Capai 4,43 MWp

17 September 2026 - 14:39 WIB

Peringati Harhubnas, Menhub Dudy: Harus jadi Momentum Evaluasi dan Perbarui Komitmen

17 September 2026 - 13:54 WIB

KAI Commuter Resmi Kelola KA Bandara YIA, Nama Layanan Berubah Jadi Commuter Line

17 September 2026 - 09:11 WIB

Jelang HUT ke-81 KAI, Menelusuri Jejak Jalur SCS yang Membentuk Kota-Kota Pantura

17 September 2026 - 06:41 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Buka Lomba Fotografi HUT ke-81, Pendaftaran hingga 21 September

16 September 2026 - 18:33 WIB

LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Tarif Rp8.000 Berlaku 8 Hari

16 September 2026 - 17:52 WIB

Semakin Ramah Lingkungan, KAI Gunakan 68.501 Bantalan Sintetis untuk Dukung Keandalan Jalur Rel

16 September 2026 - 17:41 WIB

KAI dan INKA Pastikan Perawatan 7 Trainset KRL iE305 Tepat Target, Safety Jadi Prioritas

16 September 2026 - 16:05 WIB

Trending di PERON