Menu

Mode Gelap
Halaman Jeda Gelar Refleksi Semangat Dasar Aceh untuk Indonesia Gerakan Langit Biru Indonesia Asri DPC Partai Demokrat Semarang Mendapat Sambutan Baik KCIC Hadirkan 29 UMKM di Stasiun Whoosh, Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Akses Pasar Penumpang KA Lokal Bandung Raya Tembus 11,87 Juta pada Januari–Juli 2026, Naik 8,55 Persen KAI Percepat Penguatan Keselamatan Perlintasan, Rekrutmen PJL Tarik 12.957 Pelamar PTP Nonpetikemas Raih Pengakuan ISRA 2026 Kategori Sustainability Report

PERON

5 Kereta Api dengan Relasi Terjauh di Indonesia, Ada yang Tempuh Lebih dari 1.000 Kilometer

badge-check


 5 Kereta Api dengan Relasi Terjauh di Indonesia, Ada yang Tempuh Lebih dari 1.000 Kilometer Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lima layanan kereta api jarak jauh dengan relasi terpanjang di Indonesia. Kelima kereta tersebut melayani perjalanan antarkota di Pulau Jawa dengan jarak tempuh sekitar 825 kilometer hingga lebih dari 1.000 kilometer.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan layanan kereta api jarak jauh memberikan banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat, baik untuk keperluan wisata, pekerjaan, pendidikan, maupun mengunjungi keluarga.

“Setiap kereta api memiliki karakter perjalanan, kota pemberhentian, dan daerah tujuan yang berbeda. Masyarakat dapat memilih layanan sesuai kebutuhan, baik untuk berlibur, mengunjungi keluarga, bekerja, menempuh pendidikan, maupun menjalankan kegiatan usaha,” kata Anne.

Berdasarkan data KAI, KA Blambangan Ekspres relasi Pasarsenen-Ketapang menjadi kereta api dengan perjalanan terpanjang di Indonesia dengan jarak sekitar 1.030 kilometer. Sepanjang 2025, layanan ini melayani 533.988 pelanggan, sedangkan pada Semester I 2026 tercatat melayani 247.142 pelanggan.

Perjalanan KA Blambangan Ekspres menghubungkan Jakarta dengan Banyuwangi melalui sejumlah kota, seperti Cirebon, Semarang, Cepu, Bojonegoro, Surabaya, Probolinggo, dan Jember. Dari Ketapang, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi wisata di Banyuwangi maupun ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang.

Posisi kedua ditempati KA Sangkuriang relasi Bandung-Ketapang dengan jarak sekitar 1.002 kilometer. Sejak mulai beroperasi pada Mei hingga Juni 2026, kereta api ini telah melayani sebanyak 133.119 pelanggan.

KA Sangkuriang melayani perjalanan lintas selatan Jawa dan melewati sejumlah kota, di antaranya Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, Probolinggo, Jember, hingga Banyuwangi. Kehadirannya memperluas pilihan perjalanan langsung dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Di peringkat ketiga terdapat KA Pandalungan relasi Gambir-Jember dengan jarak sekitar 919 kilometer. Pada 2025, KA ini melayani 409.200 pelanggan dan meningkat menjadi 211.325 pelanggan pada Semester I 2026.

Sementara itu, KA Gajayana relasi Gambir-Malang menempati posisi keempat dengan jarak sekitar 904 kilometer. Kereta ini melayani 308.106 pelanggan sepanjang 2025 dan sebanyak 162.379 pelanggan pada Semester I 2026.

Adapun posisi kelima ditempati KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Pasarsenen-Surabaya Gubeng dengan jarak tempuh sekitar 825 kilometer. Pada 2025, layanan ini melayani 389.736 pelanggan dan sebanyak 198.582 pelanggan pada Semester I 2026.

Menurut Anne, keberadaan layanan kereta api jarak jauh tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang dilalui. Aktivitas pelanggan di stasiun dinilai mampu menggerakkan sektor transportasi lanjutan, penginapan, kuliner, hingga usaha oleh-oleh di sekitar kawasan stasiun.

“Perjalanan panjang dengan kereta api memberi ruang bagi pelanggan untuk beristirahat, berbincang bersama keluarga, membaca, bekerja, atau menikmati pemandangan. Pengalaman berlibur pun dapat dimulai sejak kereta api meninggalkan stasiun keberangkatan,” ujar Anne.

KAI mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dengan memeriksa jadwal, relasi, stasiun pemberhentian, serta ketersediaan tiket melalui aplikasi Access by KAI.

“KAI akan terus mengevaluasi pelayanan di stasiun dan selama perjalanan agar masyarakat semakin mudah menjangkau berbagai kota di Indonesia dengan aman dan nyaman,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KCIC Hadirkan 29 UMKM di Stasiun Whoosh, Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Akses Pasar

7 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Penumpang KA Lokal Bandung Raya Tembus 11,87 Juta pada Januari–Juli 2026, Naik 8,55 Persen

7 Agustus 2026 - 19:14 WIB

KAI Percepat Penguatan Keselamatan Perlintasan, Rekrutmen PJL Tarik 12.957 Pelamar

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Rencana MRT Bali bakal jadi ART, Ini Tantangannya

7 Agustus 2026 - 16:04 WIB

KAI Services Resmikan Kantor dan Gudang Regional 8 Surabaya, Perkuat Operasional dan Layanan Pelanggan

7 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Penumpang Whoosh Bisa Hemat hingga Rp1,5 Juta dengan Kartu Langganan

7 Agustus 2026 - 13:59 WIB

KAI Hemat 203,93 Juta Liter Air Sepanjang 2025, Penggunaan Turun 22,16 Persen

6 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 210,47 Juta pada Januari–Juli 2026, Meningkat 30,72 Persen

6 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Obligasi Rp5,2 Triliun Buka Babak Baru Biaya LRT Jakarta

6 Agustus 2026 - 16:16 WIB

KAI Angkut 1,57 Juta Ton BBM hingga Juli 2026, Naik 4,01 Persen Dukung Ketahanan Energi Nasional

6 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Trending di PERON