Wartatrans.com, TAKENGON — Penampilan Tari Bines dari Kabupaten Gayo Lues menjadi salah satu suguhan budaya yang memikat perhatian para peserta dan tamu Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh di Temas River Park, Aceh Tengah yang berlangsung dari 22-28 Juni 2026.
Tarian yang dibawakan oleh para penari perempuan ini menghadirkan keindahan gerak yang harmonis sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat Gayo kepada para penyair dari berbagai daerah dan mancanegara.

Tari Bines merupakan tarian tradisional khas Kabupaten Gayo Lues yang ditarikan khusus oleh perempuan sebagai representasi karakter perempuan Gayo yang lembut, anggun, kompak, dan dinamis. Nama “Bines” berasal dari bahasa Gayo Lues yang merujuk pada gajah putih, yang dalam tradisi masyarakat Gayo dikaitkan dengan tunggangan Raja Aceh Gayo yang pertama.
Sejak dahulu, Tari Bines tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga menjadi media dakwah Islam serta tarian penyambutan bagi tamu-tamu kehormatan. Syair-syair yang dinyanyikan selama pertunjukan berisi nasihat, pesan moral, dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.
Keunikan Tari Bines terletak pada gerakannya yang dilakukan dalam posisi duduk bersimpuh atau berjajar. Para penari mengayunkan tangan ke kiri dan ke kanan, menepuk dada, paha, kemudian diakhiri dengan tepukan tangan yang ritmis. Seluruh gerakan dilakukan secara serempak, dimulai dengan tempo lambat, kemudian meningkat semakin cepat hingga mencapai klimaks sebelum berhenti secara bersamaan. Kekompakan inilah yang menjadi daya tarik utama Tari Bines dan melambangkan persatuan serta kebersamaan masyarakat Gayo.
Penampilan Tari Bines pada PPN XIV Aceh mendapat sambutan hangat dari para penonton. Selain menjadi hiburan, pertunjukan tersebut juga menjadi media promosi budaya yang memperkenalkan warisan seni tradisional Gayo Lues kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat identitas budaya Aceh di tingkat nasional maupun internasional.*** (Jasa)






























