Menu

Mode Gelap
PTP Nonpetikemas Raih Pengakuan ISRA 2026 Kategori Sustainability Report Kemenhub Perkuat SDM Keselamatan Transportasi Jalan, Lantik 205 Lulusan PKTJ Rencana MRT Bali bakal jadi ART, Ini Tantangannya Semester I-2026, MR D.I.Y. Cetak Laba Rp590,7 Miliar KAI Services Resmikan Kantor dan Gudang Regional 8 Surabaya, Perkuat Operasional dan Layanan Pelanggan Garuda Indonesia Kembali Terbangi Rute Bandung–Bali

RAGAM

40 Tahun Berpisah, Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi Angkatan 1986 Perkuat Silaturahmi dan Gagas Aksi Sosial

badge-check


 40 Tahun Berpisah, Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi Angkatan 1986 Perkuat Silaturahmi dan Gagas Aksi Sosial Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Suasana penuh kehangatan dan nostalgia mewarnai Reuni Akbar Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi Jakarta Barat angkatan 1986. Pertemuan yang menandai empat dekade sejak kelulusan itu berlangsung meriah, menjadi ajang melepas rindu sekaligus mempererat kembali tali persahabatan yang telah terjalin sejak masa sekolah.

Ketua Panitia Reuni, Mirato Tukija, mengaku tidak menyangka acara yang dipersiapkan secara sederhana mampu menghadirkan antusiasme tinggi dari para alumni. Menurutnya, keinginan kuat untuk kembali bertemu menjadi kunci suksesnya reuni tersebut.

“Empat puluh tahun berlalu tanpa terasa. Alhamdulillah kami masih diberi kesempatan untuk berkumpul. Meski kehidupan masing-masing sudah berbeda, kebersamaan ini tetap menghadirkan kebahagiaan,” ujar Mirato.

Mirato juga mengungkapkan sempat terkejut saat dipercaya menjadi ketua panitia sekaligus bendahara reuni. Namun rasa rindu kepada teman-teman seangkatan membuatnya menerima amanah tersebut.

“Awalnya saya bingung karena harus memegang dua tanggung jawab sekaligus. Tapi karena ingin bertemu teman-teman lama, akhirnya saya bersedia. Rasanya senang sekali bisa mengenang kembali masa-masa SMA bersama,” katanya.

Salah seorang alumni, Fahyul Rizal, menilai reuni tahun ini memiliki makna yang lebih istimewa dibanding pertemuan sebelumnya. Jika reuni terdahulu biasanya digelar di vila milik salah satu alumni dengan jumlah peserta yang terbatas, kali ini panitia memilih aula apartemen agar lebih banyak teman seangkatan dapat hadir.

“Momen 40 tahun berpisah tentu spesial. Karena itu kami memilih tempat yang lebih representatif agar semakin banyak alumni bisa ikut berkumpul,” tutur Fahyul.

Tak hanya menjadi ajang nostalgia, reuni juga melahirkan gagasan untuk membangun kepedulian sosial di kalangan alumni. Sutrisno Buyil, salah satu alumni, mengusulkan pembentukan yayasan sosial atau koperasi sebagai wadah untuk membantu rekan-rekan yang membutuhkan.

Menurutnya, kebersamaan alumni sebaiknya tidak berhenti pada pertemuan rutin semata, tetapi juga diwujudkan dalam program nyata yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota.

“Saya berharap ke depan kita tidak hanya berkumpul, tetapi juga memiliki yayasan sosial atau koperasi. Melalui wadah itu kita bisa membantu teman-teman yang kurang beruntung, termasuk memberikan dukungan modal usaha agar kehidupan mereka lebih baik,” ungkap Sutrisno.

Usulan tersebut langsung mendapat sambutan positif dari para alumni. Neneng Mulyani menilai ide tersebut sangat menarik dan layak diwujudkan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Acara reuni semakin semarak saat sesi berbagi kesan dan pesan. Tawa para peserta pecah ketika Sutrisno mengenang pengalaman lucu semasa sekolah. Ia bercerita tentang kejadian saat dirinya, Mirato Tukija, Safari dan Basuki melaksanakan salat Ashar berjamaah ketika masih duduk di kelas dua SMA.

Karena tidak ada yang berani menjadi imam, Basuki akhirnya maju menjadi Imam salat. Namun, tanpa disadari, salat yang seharusnya empat rakaat justru berakhir menjadi lima rakaat.

“Saking khusyuknya, Basuki tidak sadar salatnya sampai lima rakaat,” kenang Sutrisno yang langsung disambut gelak tawa para alumni.

Safari pun ikut tertawa mendengar kisah tersebut. “Trisno masih ingat saja kejadian itu,” celetuk Safari membuat suasana reuni semakin hangat dan penuh canda.

Reuni empat dekade Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi angkatan 1986 itu akhirnya bukan sekadar menjadi ajang mengenang masa putih abu-abu, tetapi juga membuka semangat baru untuk membangun kebersamaan dan kepedulian yang berkelanjutan di masa depan.*** (Buyil)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Haji Fikri: Putusan MK Harus Jadi Momentum Memperkuat Pendidikan dan Menjamin Anak Indonedia Mendapatkan Akses Makanan Bergizi

7 Agustus 2026 - 10:16 WIB

Percepatan Pemulihan Pascabencana, Satgas PPA Aceh Tengah Perkuat Koordinasi Strategis dengan Pemkab

7 Agustus 2026 - 09:51 WIB

Sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama, Pelindo Perkuat Harmoni Hubungan Industrial

6 Agustus 2026 - 22:26 WIB

IDSurvey Ajak 330 Siswa di Bidara Cina Menjadi Pelopor Transformasi Hijau Indonesia

6 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Perkuat Mitigasi Risiko, IPC TPK Resmi Perpanjang Sinergi Hukum Bersama Kejari Jakut

6 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Pemerintah Aceh Luruskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan: Bukan Dana Tunai, Melainkan Program dan Bantuan untuk Petani

6 Agustus 2026 - 21:33 WIB

22 Penumpang Scoot Tujuan Padang Terlantar di Bandara Changi, Klaim Rugi Lebih dari Rp110 Juta

6 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Pengukuhan DKJ Dipersoalkan, Arie Batubara Nilai Pergub Dilanggar

6 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Dinas Sejarah Angkatan Laut Dukung Pengembangan Film Pahlawan Nasional John Lie sebagai Diplomasi Budaya

6 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Pemkab Aceh Tamiang Terima 114 Unit Huntara dari Mercy Malaysia untuk Korban Banjir

6 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Trending di RAGAM