Menu ✖

Mode Gelap
Pembiayaan Elektrifikasi Transjakarta Rp5,07 Triliun KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi

Uncategorized

Titiek Soeharto Apresiasi BUBK Kebumen, Produksi Udang Siklus ke-8 Diproyeksi Capai 254,5 Ton

badge-check


 Titiek Soeharto Apresiasi BUBK Kebumen, Produksi Udang Siklus ke-8 Diproyeksi Capai 254,5 Ton Perbesar

Wartatrans.com, KEBUMEN – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, yang dinilai mampu mengubah kawasan pesisir menjadi sentra produksi udang yang produktif dan berorientasi ekspor.

Penilaian tersebut disampaikan saat Ketua dan Anggota Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke BUBK Kebumen pada Sabtu (11/7). Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau area tambak, mengikuti kegiatan penanaman pohon, panen udang, serta penebaran sebanyak 10,24 juta ekor benur di 32 petak sebagai penanda dimulainya operasional siklus ke-9.

Pada siklus ke-8, kawasan tambak yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 254,5 ton udang.

“Hasilnya luar biasa. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini digunakan untuk menghasilkan udang berkualitas ekspor. Kami berharap model seperti BUBK Kebumen dapat direplikasi di daerah lain sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah,” ujar Siti Hediati Soeharto yang akrab disapa Titiek Soeharto di BUBK Kebumen.

Menurut Titiek, keberadaan BUBK Kebumen tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi udang, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat dan pelaku usaha yang ingin mengembangkan budidaya udang modern dengan tata kelola yang baik.

“Semakin banyak daerah yang memiliki kawasan seperti ini, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, mengatakan BUBK Kebumen dirancang sebagai model pengelolaan tambak udang berbasis kawasan dengan penerapan Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB).

Penerapan sistem tersebut mencakup aspek produksi, pengelolaan lingkungan, keamanan pangan, biosekuriti, hingga pelibatan masyarakat sekitar dalam kegiatan usaha.

BUBK Kebumen dibangun di atas lahan seluas 100 hektare, dengan area terbangun mencapai 65 hektare dan luas kolam efektif sekitar 24 hektare. Kawasan ini dilengkapi 139 petak produksi, 50 petak tandon, dan 17 petak Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“BUBK Kebumen membuktikan bahwa peningkatan produksi dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Sistem intake, tandon, saluran masuk dan keluar air yang terpisah, serta IPAL menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas air dan keberlanjutan produksi,” ujar Tebe.

Saat ini, operasional tambak memasuki masa transisi dari siklus ke-8 menuju siklus ke-9. Panen perdana siklus ke-8 sebelumnya telah dilakukan bersama Presiden Prabowo Subianto pada 23 Mei 2026 dengan hasil produksi mencapai 89,5 ton udang dari 32 petak.

Adapun panen tahap kedua yang sedang berlangsung ditargetkan selesai dalam enam hari ke depan dengan cakupan 37 petak dan estimasi produksi sekitar 75 ton.

Selanjutnya, panen tahap akhir dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2026. Sebanyak 70 petak akan dipanen dengan proyeksi hasil mencapai 90 ton. Secara keseluruhan, produksi udang pada siklus ke-8 diperkirakan menembus 254,5 ton.

Selain mendukung peningkatan produksi udang nasional, keberadaan BUBK Kebumen juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Hingga saat ini, kawasan tersebut telah menyerap 645 tenaga kerja lokal yang terdiri dari 145 pekerja tetap dan 500 tenaga kerja harian lepas.

Aktivitas operasional tambak juga mendorong pertumbuhan berbagai usaha penunjang di sekitar kawasan, mulai dari warung makan, toko kebutuhan sehari-hari, penyedia sarana produksi tambak, jasa transportasi, hingga sektor penginapan.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Indonesia Raih Kenaikan Kuota Tuna Sirip Biru Selatan 25 Persen, Jadi 1.670 Ton per Tahun

12 Oktober 2026 - 14:21 WIB

KKP Siapkan Produk Lele dan Nila Siap Masak untuk SPPG

10 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Trenggono Tekankan Komunikasi Publik untuk Kawal Enam Program Prioritas KKP

8 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Kabupaten Blora Uji Coba Pelaksanaan MBG Secara Prasmanan

6 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Alutsista Indonesia Makin Modern: Rafale, A400M, Scorpene hingga Kapal Induk Pertama Perkuat Pertahanan Nasional

5 Oktober 2026 - 20:21 WIB

760 Ribu WNA Gunakan Layanan KAI Group hingga Agustus 2026, Perjalanan Wisata Antarkota Terus Tumbuh

4 Oktober 2026 - 14:05 WIB

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian

1 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Dinas Sosial Kabupaten Fakfak Prioritaskan Pembenahan Data demi Bantuan Tepat Sasaran

28 September 2026 - 16:04 WIB

Penumpang Melahirkan di Kereta KRL Rute Serpong

24 September 2026 - 18:46 WIB

Afternoon Coffee KSOP Muara Angke, Bahas Manifest, Kespel, dan Kesiapsiagaan Darurat

21 September 2026 - 22:25 WIB

Trending di Uncategorized