Menu

Mode Gelap
KAI Percepat Penguatan Keselamatan Perlintasan, Rekrutmen PJL Tarik 12.957 Pelamar PTP Nonpetikemas Raih Pengakuan ISRA 2026 Kategori Sustainability Report Kemenhub Perkuat SDM Keselamatan Transportasi Jalan, Lantik 205 Lulusan PKTJ Rencana MRT Bali bakal jadi ART, Ini Tantangannya Semester I-2026, MR D.I.Y. Cetak Laba Rp590,7 Miliar KAI Services Resmikan Kantor dan Gudang Regional 8 Surabaya, Perkuat Operasional dan Layanan Pelanggan

PERON

Solusi Semu Modernisasi Pemerintah 42 Juta Warga Jabodetabek Dikepung Rel Tua 101 Tahun

badge-check


 Solusi Semu Modernisasi Pemerintah 42 Juta Warga Jabodetabek Dikepung Rel Tua 101 Tahun Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Pemerintah gagal. Lebih dari 42 juta warga Jabodetabek hari ini dipaksa berdesakan di atas rel kereta yang usianya 101 tahun. Sementara itu, klaim keberhasilan peningkatan jumlah penumpang angkutan massal terus digaungkan.

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta naik 11,23 persen menjadi 119.185 penumpang pada Mei 2026. Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta melayani 3.857.969 orang. Bus Transjakarta mengangkut 35.585.808 orang dengan 4.639 armada.

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, memaparkan data itu pada Rabu (1/7/2026). Ia menyebut pertumbuhan didukung penambahan armada. Namun ia bungkam soal kemacetan dan polusi yang tak kunjung usai.

Data Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ) menelanjangi kegagalan itu. Kawasan megapolitan 42 juta jiwa ini masih menggantungkan hidup pada jaringan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line warisan Belanda.

Volume penumpang KRL sudah tembus 1 juta orang per hari. Tapi pemerintah tidak menambah satu jalur pun di kota penyangga selama 10 tahun terakhir. Hasilnya, penumpukan dan kepadatan tidak manusiawi di Stasiun Manggarai jadi tontonan harian.

Direktur FDTJ, Adriansyah Yasin, menyatakan hal ini dalam diskusi ppdcast, pada Juni lalu. “Kita mengoperasikan sistem warisan berusia 101 tahun yang dipaksa melayani volume penumpang yang meledak tanpa adanya penambahan jalur signifikan dari kota penyangga,” ujarnya.

Kegagalan juga terjadi di hulu. Pemerintah tidak menyediakan angkutan pengumpan atau _feeder_ di wilayah sub-urban. Warga akhirnya terpaksa naik ojek daring dengan biaya mahal.

Pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia, Prof. Bambang Prasetyo, Ph.D., menyebut ini murni soal kemauan politik. “Kegagalan ini bukan karena kita kekurangan teknokrat pintar di birokrasi, melainkan ketiadaan payung hukum nasional yang memaksa kepala daerah menaruh investasi pada sektor mobilitas publik,” katanya pada Minggu (12/7/2026).

Dampaknya nyata di udara. Juru kampanye energi Trend Asia, Novita Indri, menyatakan pada Februari lalu, jika air quality index (AQI) regional, tetap di level tidak sehat, karena orang tidak pindah ke transportasi massal.

Di saat yang sama, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, mencatat bahan bakar Euro 4 hanya 0,82 persen dari total pasokan nasional. Artinya, selama 10 tahun pemerintah hanya sibuk dengan aplikasi dan kartu elektronik. Infrastruktur fisik dibiarkan lapuk. Dan 42 juta warga, terus membayar mahal atas kegagalan itu.*** (Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Percepat Penguatan Keselamatan Perlintasan, Rekrutmen PJL Tarik 12.957 Pelamar

7 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Rencana MRT Bali bakal jadi ART, Ini Tantangannya

7 Agustus 2026 - 16:04 WIB

KAI Services Resmikan Kantor dan Gudang Regional 8 Surabaya, Perkuat Operasional dan Layanan Pelanggan

7 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Penumpang Whoosh Bisa Hemat hingga Rp1,5 Juta dengan Kartu Langganan

7 Agustus 2026 - 13:59 WIB

KAI Hemat 203,93 Juta Liter Air Sepanjang 2025, Penggunaan Turun 22,16 Persen

6 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 210,47 Juta pada Januari–Juli 2026, Meningkat 30,72 Persen

6 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Obligasi Rp5,2 Triliun Buka Babak Baru Biaya LRT Jakarta

6 Agustus 2026 - 16:16 WIB

KAI Angkut 1,57 Juta Ton BBM hingga Juli 2026, Naik 4,01 Persen Dukung Ketahanan Energi Nasional

6 Agustus 2026 - 15:35 WIB

KAI Angkut 13.920 Ton Pupuk hingga Juli 2026, Perkuat Rantai Pasok Pertanian Nasional

6 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Di Balik Sajian Kuliner Kereta, Pegawai Produksi KAI Services Olah Puluhan Ribu Porsi Makanan Setiap Hari

6 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Trending di PERON