Menu ✖

Mode Gelap
Pembiayaan Elektrifikasi Transjakarta Rp5,07 Triliun KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi

PERON

Solusi Semu Modernisasi Pemerintah 42 Juta Warga Jabodetabek Dikepung Rel Tua 101 Tahun

badge-check


 Solusi Semu Modernisasi Pemerintah 42 Juta Warga Jabodetabek Dikepung Rel Tua 101 Tahun Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Pemerintah gagal. Lebih dari 42 juta warga Jabodetabek hari ini dipaksa berdesakan di atas rel kereta yang usianya 101 tahun. Sementara itu, klaim keberhasilan peningkatan jumlah penumpang angkutan massal terus digaungkan.

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta naik 11,23 persen menjadi 119.185 penumpang pada Mei 2026. Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta melayani 3.857.969 orang. Bus Transjakarta mengangkut 35.585.808 orang dengan 4.639 armada.

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, memaparkan data itu pada Rabu (1/7/2026). Ia menyebut pertumbuhan didukung penambahan armada. Namun ia bungkam soal kemacetan dan polusi yang tak kunjung usai.

Data Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ) menelanjangi kegagalan itu. Kawasan megapolitan 42 juta jiwa ini masih menggantungkan hidup pada jaringan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line warisan Belanda.

Volume penumpang KRL sudah tembus 1 juta orang per hari. Tapi pemerintah tidak menambah satu jalur pun di kota penyangga selama 10 tahun terakhir. Hasilnya, penumpukan dan kepadatan tidak manusiawi di Stasiun Manggarai jadi tontonan harian.

Direktur FDTJ, Adriansyah Yasin, menyatakan hal ini dalam diskusi ppdcast, pada Juni lalu. “Kita mengoperasikan sistem warisan berusia 101 tahun yang dipaksa melayani volume penumpang yang meledak tanpa adanya penambahan jalur signifikan dari kota penyangga,” ujarnya.

Kegagalan juga terjadi di hulu. Pemerintah tidak menyediakan angkutan pengumpan atau _feeder_ di wilayah sub-urban. Warga akhirnya terpaksa naik ojek daring dengan biaya mahal.

Pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia, Prof. Bambang Prasetyo, Ph.D., menyebut ini murni soal kemauan politik. “Kegagalan ini bukan karena kita kekurangan teknokrat pintar di birokrasi, melainkan ketiadaan payung hukum nasional yang memaksa kepala daerah menaruh investasi pada sektor mobilitas publik,” katanya pada Minggu (12/7/2026).

Dampaknya nyata di udara. Juru kampanye energi Trend Asia, Novita Indri, menyatakan pada Februari lalu, jika air quality index (AQI) regional, tetap di level tidak sehat, karena orang tidak pindah ke transportasi massal.

Di saat yang sama, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, mencatat bahan bakar Euro 4 hanya 0,82 persen dari total pasokan nasional. Artinya, selama 10 tahun pemerintah hanya sibuk dengan aplikasi dan kartu elektronik. Infrastruktur fisik dibiarkan lapuk. Dan 42 juta warga, terus membayar mahal atas kegagalan itu.*** (Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen

12 Oktober 2026 - 23:11 WIB

10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Indonesia, Nagreg Pimpin dengan Elevasi 848 Mdpl

12 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Stasiun Payakabung Layani 21.722 Pelanggan Pada Triwulan III 2026

12 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Menembus Pegunungan, Ini 10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Jawa dan Sumatra

12 Oktober 2026 - 07:06 WIB

KAI Catat 2,55 Juta Aktivitas Pelanggan di Tiga Daerah Geopark UNESCO

12 Oktober 2026 - 05:45 WIB

KA Joglosemarkerto Layani 1,10 Juta Pelanggan, Tumbuh 9,73 Persen Sepanjang 2026

12 Oktober 2026 - 04:28 WIB

Kereta Regional Jadi Pilihan Perjalanan Antarkota, KAI Layani 5,57 Juta Pelanggan

11 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

KAI Umumkan Tanu & Friends Karya Muhamad Erwin Ramadhan sebagai Juara IP Contest 2026

10 Oktober 2026 - 23:11 WIB

KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen

10 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Trending di PERON