Menu

Mode Gelap
Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

PERON

Lewat Program TJSL, KAI Salurkan Beasiswa Rp300 Juta untuk Lima Anak Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur

badge-check


 Lewat Program TJSL, KAI Salurkan Beasiswa Rp300 Juta untuk Lima Anak Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur Perbesar

Wartatrans.com, BEKASI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan bantuan pendidikan senilai total Rp300 juta kepada lima anak yang menjadi korban terdampak kecelakaan kereta api di Bekasi Timur secara simbolis pada Jumat, 10 Juli 2026, di Jakarta Railway Center.

Bantuan yang disalurkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut diberikan dalam bentuk tabungan pendidikan guna memastikan keberlanjutan pendidikan para penerima manfaat hingga jenjang berikutnya. Kegiatan tersebut dihadiri menejemen KAI, KAI Commuter, tim Corporate Social Responsibility KAI, serta keluarga penerima manfaat.

Masing-masing anak menerima bantuan senilai Rp60 juta dalam bentuk tabungan pendidikan. Dana tersebut disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekolah secara bertahap, mulai dari biaya pendidikan, administrasi sekolah, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan akademik pada jenjang berikutnya.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kehilangan orang tua merupakan pengalaman yang berat bagi setiap anak. Dalam situasi tersebut, keberlangsungan pendidikan perlu dijaga agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk belajar, tumbuh, dan menata masa depannya.

“Kami memahami bahwa tidak ada bantuan yang dapat menggantikan kehadiran orang tua. Namun, kami berharap dukungan pendidikan ini dapat meringankan kekhawatiran keluarga dan menjaga langkah anak-anak agar tetap dapat melanjutkan sekolah serta meraih cita-citanya,” ujar Anne.

Menurut Anne, bentuk tabungan pendidikan dipilih agar dana dapat tersimpan dengan aman dan digunakan sesuai kebutuhan masing-masing anak. Skema tersebut juga memberikan kepastian bagi keluarga dalam merencanakan pembiayaan pendidikan untuk jangka yang lebih panjang.

Program ini merupakan bagian dari Pilar Sosial TJSL KAI yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan akses pendidikan, serta perlindungan bagi keluarga yang menghadapi kondisi rentan akibat musibah.

Penyaluran bantuan dilakukan setelah melalui proses pendataan dan koordinasi dengan keluarga penerima manfaat. KAI memastikan bantuan diberikan secara tepat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh anak-anak dan keluarga.

“Kami ingin keluarga memiliki ketenangan bahwa pendidikan anak-anak tetap dapat dilanjutkan. Semoga tabungan ini dapat menjadi bekal yang menjaga semangat belajar mereka dari waktu ke waktu,” kata Anne.

KAI menyadari bahwa dampak sebuah musibah dapat dirasakan dalam waktu yang panjang. Karena itu, perhatian kepada keluarga korban diarahkan pada kebutuhan saat kejadian serta dukungan yang berkaitan dengan kehidupan mereka pada masa berikutnya.

Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi keluarga, menjaga akses pendidikan anak-anak penerima manfaat, dan memberikan rasa aman dalam menghadapi kebutuhan sekolah pada masa mendatang.

“Kami berharap anak-anak ini tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka tetap memiliki masa depan. Dukungan dari keluarga dan lingkungan di sekitarnya sangat berarti agar mereka terus memiliki semangat untuk belajar dan melangkah,” ujar Anne.

Pada saat yang sama, KAI terus melakukan evaluasi dan penguatan budaya keselamatan dalam seluruh kegiatan operasional. Perusahaan memperkuat sistem manajemen keselamatan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memanfaatkan teknologi, serta menjalankan perbaikan proses secara berkelanjutan.

Setiap hasil evaluasi menjadi pembelajaran penting bagi perusahaan untuk meningkatkan standar keselamatan, memperkuat keandalan layanan, dan mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Keselamatan merupakan tanggung jawab yang harus dijaga setiap saat. Kami menyampaikan empati yang mendalam kepada seluruh keluarga yang terdampak dan akan terus melakukan perbaikan agar layanan kereta api semakin aman dan andal bagi masyarakat,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Kaji Penguatan Konektivitas Logistik KITB Batang ke Tanjung Priok, Patimban hingga Tanjung Perak

25 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Puncak Arus Balik Maulid, 37.964 Pelanggan Tiba di Jakarta

25 Agustus 2026 - 11:25 WIB

KAI Sederhanakan Nama Kereta Semarang-Gambir, Argo Muria hingga Merbabu Jadi KA Muria

24 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Commuter Run 2026 Berhadiah Umrah, KAI Commuter Siapkan Doorprize untuk 2.500 Pelari

24 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Commuter Run 2026 Kembali Digelar KAI Commuter Lakukan Edukasi dan Sosialisasi layanan Commuter Line Melalui Event Lari

24 Agustus 2026 - 19:30 WIB

11 Juta Warga Indonesia Jadi Komuter, KAI Catat 242,9 Juta Pelanggan hingga Juli 2026

24 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Arus Balik Libur Panjang Maulid Menguat, 34.997 Pelanggan Diprediksi Tiba di Jakarta

24 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Loko Café dan Kuliner Kereta Ramaikan BNI wondrX 2026 di ICE BSD, Ada Kopi Best Seller hingga Cuank! Enak

23 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Libur Panjang Maulid, KAI Daop 1 Catat 38.842 Pelanggan Berangkat dalam Sehari

23 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Kereta Compartment Suite Cetak Rekor Pelanggan Tertinggi, Naik 51,47% hingga Juli 2026

23 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di PERON