Menu ✖

Mode Gelap
Pembiayaan Elektrifikasi Transjakarta Rp5,07 Triliun KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi

PERON

Lewat Program TJSL, KAI Salurkan Beasiswa Rp300 Juta untuk Lima Anak Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur

badge-check


 Lewat Program TJSL, KAI Salurkan Beasiswa Rp300 Juta untuk Lima Anak Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur Perbesar

Wartatrans.com, BEKASI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan bantuan pendidikan senilai total Rp300 juta kepada lima anak yang menjadi korban terdampak kecelakaan kereta api di Bekasi Timur secara simbolis pada Jumat, 10 Juli 2026, di Jakarta Railway Center.

Bantuan yang disalurkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut diberikan dalam bentuk tabungan pendidikan guna memastikan keberlanjutan pendidikan para penerima manfaat hingga jenjang berikutnya. Kegiatan tersebut dihadiri menejemen KAI, KAI Commuter, tim Corporate Social Responsibility KAI, serta keluarga penerima manfaat.

Masing-masing anak menerima bantuan senilai Rp60 juta dalam bentuk tabungan pendidikan. Dana tersebut disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekolah secara bertahap, mulai dari biaya pendidikan, administrasi sekolah, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan akademik pada jenjang berikutnya.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kehilangan orang tua merupakan pengalaman yang berat bagi setiap anak. Dalam situasi tersebut, keberlangsungan pendidikan perlu dijaga agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk belajar, tumbuh, dan menata masa depannya.

“Kami memahami bahwa tidak ada bantuan yang dapat menggantikan kehadiran orang tua. Namun, kami berharap dukungan pendidikan ini dapat meringankan kekhawatiran keluarga dan menjaga langkah anak-anak agar tetap dapat melanjutkan sekolah serta meraih cita-citanya,” ujar Anne.

Menurut Anne, bentuk tabungan pendidikan dipilih agar dana dapat tersimpan dengan aman dan digunakan sesuai kebutuhan masing-masing anak. Skema tersebut juga memberikan kepastian bagi keluarga dalam merencanakan pembiayaan pendidikan untuk jangka yang lebih panjang.

Program ini merupakan bagian dari Pilar Sosial TJSL KAI yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan akses pendidikan, serta perlindungan bagi keluarga yang menghadapi kondisi rentan akibat musibah.

Penyaluran bantuan dilakukan setelah melalui proses pendataan dan koordinasi dengan keluarga penerima manfaat. KAI memastikan bantuan diberikan secara tepat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh anak-anak dan keluarga.

“Kami ingin keluarga memiliki ketenangan bahwa pendidikan anak-anak tetap dapat dilanjutkan. Semoga tabungan ini dapat menjadi bekal yang menjaga semangat belajar mereka dari waktu ke waktu,” kata Anne.

KAI menyadari bahwa dampak sebuah musibah dapat dirasakan dalam waktu yang panjang. Karena itu, perhatian kepada keluarga korban diarahkan pada kebutuhan saat kejadian serta dukungan yang berkaitan dengan kehidupan mereka pada masa berikutnya.

Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi keluarga, menjaga akses pendidikan anak-anak penerima manfaat, dan memberikan rasa aman dalam menghadapi kebutuhan sekolah pada masa mendatang.

“Kami berharap anak-anak ini tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka tetap memiliki masa depan. Dukungan dari keluarga dan lingkungan di sekitarnya sangat berarti agar mereka terus memiliki semangat untuk belajar dan melangkah,” ujar Anne.

Pada saat yang sama, KAI terus melakukan evaluasi dan penguatan budaya keselamatan dalam seluruh kegiatan operasional. Perusahaan memperkuat sistem manajemen keselamatan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memanfaatkan teknologi, serta menjalankan perbaikan proses secara berkelanjutan.

Setiap hasil evaluasi menjadi pembelajaran penting bagi perusahaan untuk meningkatkan standar keselamatan, memperkuat keandalan layanan, dan mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Keselamatan merupakan tanggung jawab yang harus dijaga setiap saat. Kami menyampaikan empati yang mendalam kepada seluruh keluarga yang terdampak dan akan terus melakukan perbaikan agar layanan kereta api semakin aman dan andal bagi masyarakat,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen

12 Oktober 2026 - 23:11 WIB

10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Indonesia, Nagreg Pimpin dengan Elevasi 848 Mdpl

12 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Stasiun Payakabung Layani 21.722 Pelanggan Pada Triwulan III 2026

12 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Menembus Pegunungan, Ini 10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Jawa dan Sumatra

12 Oktober 2026 - 07:06 WIB

KAI Catat 2,55 Juta Aktivitas Pelanggan di Tiga Daerah Geopark UNESCO

12 Oktober 2026 - 05:45 WIB

KA Joglosemarkerto Layani 1,10 Juta Pelanggan, Tumbuh 9,73 Persen Sepanjang 2026

12 Oktober 2026 - 04:28 WIB

Kereta Regional Jadi Pilihan Perjalanan Antarkota, KAI Layani 5,57 Juta Pelanggan

11 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

KAI Umumkan Tanu & Friends Karya Muhamad Erwin Ramadhan sebagai Juara IP Contest 2026

10 Oktober 2026 - 23:11 WIB

KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen

10 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Trending di PERON