Menu ✖

Mode Gelap
SCI Apresiasi Pelaku Usaha Lewat Indonesia Logistics Awards 2026 KAI Mulai Kaji FRMCS, Siapkan Teknologi Komunikasi Kereta Api Berbasis 5G KAI Catat 7,85 Juta Aktivitas Mobilitas Kereta ke Bandung, Pekalongan, Solo, dan Malang Madam Kin Gaspol Bisnis Film, Buka MKP Production di Pekanbaru FORWAN dan Kementerian Kebudayaan RI Dorong Musik Dangdut Diakui UNESCO Kemenhub Terus Awasi Operasional Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla

PERON

KA Logawa Tabrak Truk di Perlintasan Bagor-Saradan, Sejumlah Perjalanan Kereta Terlambat

badge-check


 KA Logawa Tabrak Truk di Perlintasan Bagor-Saradan, Sejumlah Perjalanan Kereta Terlambat Perbesar

Wartatrans.com, NGANJUK – Perjalanan kereta api di lintas Bagor–Saradan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengalami gangguan setelah KA Logawa terlibat kecelakaan dengan sebuah truk di perlintasan sebidang resmi yang dijaga (JPL 103) pada KM 126+428, Kamis (9/7) sekitar pukul 14.34 WIB.

Dampak insiden tersebut membuat jalur hulu dan hilir untuk sementara tidak dapat dilalui sehingga sejumlah perjalanan kereta mengalami keterlambatan.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, membenarkan terjadinya kecelakaan yang melibatkan KA Logawa dengan sebuah truk di perlintasan sebidang antara Stasiun Bagor dan Saradan.

“Benar, telah terjadi kecelakaan antara KA Logawa dan sebuah truk di perlintasan JPL 103 antara Stasiun Bagor dan Saradan. Saat ini petugas masih melakukan penanganan di lokasi,” ujarnya.

Usai kejadian, petugas KAI bersama instansi terkait segera menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi sekaligus mempercepat pemulihan jalur agar operasional perjalanan kereta dapat kembali berjalan normal.

Selama proses penanganan berlangsung, perjalanan sejumlah kereta api terdampak. Selain mengalami keterlambatan, beberapa kereta juga harus berhenti luar biasa (BLB).

Kereta yang terdampak di antaranya KA Ranggajati, KA Argo Semeru, KA Brantas, KA Argo Wilis, KA Jayakarta, serta sejumlah perjalanan kereta lainnya yang melintas di lintas tersebut.

KAI Daop 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas terganggunya perjalanan kereta akibat insiden tersebut. KAI menyatakan proses evakuasi dan pemulihan jalur terus dipercepat agar layanan perjalanan kereta api dapat segera kembali normal.

Tohari menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap proses penanganan.

“Kami terus mengupayakan pemulihan perjalanan secepat mungkin dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” tandasnya.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Mulai Kaji FRMCS, Siapkan Teknologi Komunikasi Kereta Api Berbasis 5G

13 Oktober 2026 - 11:16 WIB

KAI Catat 7,85 Juta Aktivitas Mobilitas Kereta ke Bandung, Pekalongan, Solo, dan Malang

13 Oktober 2026 - 11:11 WIB

KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen

12 Oktober 2026 - 23:11 WIB

10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Indonesia, Nagreg Pimpin dengan Elevasi 848 Mdpl

12 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Stasiun Payakabung Layani 21.722 Pelanggan Pada Triwulan III 2026

12 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Menembus Pegunungan, Ini 10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Jawa dan Sumatra

12 Oktober 2026 - 07:06 WIB

KAI Catat 2,55 Juta Aktivitas Pelanggan di Tiga Daerah Geopark UNESCO

12 Oktober 2026 - 05:45 WIB

KA Joglosemarkerto Layani 1,10 Juta Pelanggan, Tumbuh 9,73 Persen Sepanjang 2026

12 Oktober 2026 - 04:28 WIB

Kereta Regional Jadi Pilihan Perjalanan Antarkota, KAI Layani 5,57 Juta Pelanggan

11 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Trending di PERISTIWA