Wartatrans.com, NGANJUK – Perjalanan kereta api di lintas Bagor–Saradan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengalami gangguan setelah KA Logawa terlibat kecelakaan dengan sebuah truk di perlintasan sebidang resmi yang dijaga (JPL 103) pada KM 126+428, Kamis (9/7) sekitar pukul 14.34 WIB.
Dampak insiden tersebut membuat jalur hulu dan hilir untuk sementara tidak dapat dilalui sehingga sejumlah perjalanan kereta mengalami keterlambatan.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, membenarkan terjadinya kecelakaan yang melibatkan KA Logawa dengan sebuah truk di perlintasan sebidang antara Stasiun Bagor dan Saradan.
“Benar, telah terjadi kecelakaan antara KA Logawa dan sebuah truk di perlintasan JPL 103 antara Stasiun Bagor dan Saradan. Saat ini petugas masih melakukan penanganan di lokasi,” ujarnya.
Usai kejadian, petugas KAI bersama instansi terkait segera menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi sekaligus mempercepat pemulihan jalur agar operasional perjalanan kereta dapat kembali berjalan normal.
Selama proses penanganan berlangsung, perjalanan sejumlah kereta api terdampak. Selain mengalami keterlambatan, beberapa kereta juga harus berhenti luar biasa (BLB).
Kereta yang terdampak di antaranya KA Ranggajati, KA Argo Semeru, KA Brantas, KA Argo Wilis, KA Jayakarta, serta sejumlah perjalanan kereta lainnya yang melintas di lintas tersebut.
KAI Daop 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas terganggunya perjalanan kereta akibat insiden tersebut. KAI menyatakan proses evakuasi dan pemulihan jalur terus dipercepat agar layanan perjalanan kereta api dapat segera kembali normal.
Tohari menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap proses penanganan.
“Kami terus mengupayakan pemulihan perjalanan secepat mungkin dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” tandasnya.(fahmi)
































