Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat aplikasi Access by KAI semakin menjadi kanal digital utama bagi pelanggan dalam merencanakan dan melakukan perjalanan menggunakan kereta api.
Sepanjang Semester I 2026, aplikasi tersebut melayani 17.009.374 transaksi pembelian tiket KA Jarak Jauh dan KA Lokal atau setara 76,34 persen dari total transaksi pada seluruh kanal penjualan kedua layanan tersebut.

Dari sisi jumlah pelanggan, Access by KAI digunakan oleh 24.544.468 pelanggan atau mencakup 73,68 persen dari total 33.313.364 pelanggan yang membeli tiket KA Utama dan KA Lokal. Capaian ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat menggunakan aplikasi resmi KAI untuk mengatur perjalanan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Access by KAI terus dikembangkan bukan sekadar sebagai aplikasi pembelian tiket, melainkan menjadi ekosistem digital yang mendukung seluruh kebutuhan perjalanan pelanggan.
“Access by KAI kami kembangkan sebagai ekosistem digital perjalanan kereta api. Pelanggan dapat mencari jadwal, memesan tiket, melakukan pembayaran, mengelola tiket, hingga mendapatkan informasi perjalanan melalui satu aplikasi resmi KAI,” ujar Anne.
Peningkatan penggunaan Access by KAI juga sejalan dengan pertumbuhan jumlah pelanggan di seluruh layanan KAI Group. Selama Januari hingga Juni 2026, KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan atau meningkat 7,55 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 240.805.920 pelanggan.
Kenaikan tersebut terjadi di berbagai layanan.
KA Jarak Jauh dan KA Lokal melayani 29.858.267 pelanggan atau naik 8,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 27.463.555 pelanggan. Sementara KAI Commuter mencatat 204.151.200 pelanggan, meningkat 6,58 persen dari 191.540.583 pelanggan.
LRT Jabodebek juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan melayani 16.018.911 pelanggan atau naik 22,84 persen dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 13.040.403 pelanggan. Selain itu, Whoosh melayani 2.938.834 pelanggan, KA Makassar–Parepare 172.011 pelanggan, KAI Bandara 3.482.897 pelanggan, dan KAI Wisata sebanyak 164.743 pelanggan.
Anne menjelaskan, meningkatnya mobilitas masyarakat perlu didukung layanan digital yang semakin praktis. Melalui Access by KAI, pelanggan dapat memesan tiket KA Antarkota, KA Lokal, LRT Jabodebek, Commuter Line, KA Bandara, hingga Kereta Cepat. Aplikasi tersebut juga dilengkapi fitur Connecting Train yang membantu pelanggan menyusun perjalanan lanjutan.
Selain pemesanan tiket, Access by KAI menyediakan berbagai fitur pengelolaan perjalanan seperti Check & Add Ticket, perubahan jadwal, pembatalan tiket, pemindahan tiket sesuai ketentuan, hingga e-boarding pass, sehingga pelanggan tidak selalu harus datang ke loket.
KAI juga terus memperkaya layanan melalui fitur Trip Planner, Live Tracking, registrasi Face Recognition, Railpoin, RailFood, integrasi layanan taksi dan bus, KAIPay, PPOB, serta hiburan digital seperti Entertainment on Board (EoB) dan Premium Entertainment.
Salah satu pengembangan terbaru adalah fitur Train Details yang memungkinkan pelanggan melihat informasi lengkap mengenai perjalanan dan fasilitas kereta sebelum memilih jadwal keberangkatan. Selain itu, tersedia pula Female Seat Map yang membantu pelanggan perempuan memilih kursi dengan melihat informasi penumpang perempuan lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga 30 Juni 2026, jumlah pengguna terdaftar Access by KAI mencapai 30.449.049 akun. Selama Semester I 2026 terdapat 3.154.132 pengguna baru atau meningkat 3,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 3.039.456 registrasi.
KAI juga mencatat sebanyak 9.058.935 active user per 30 Juni 2026. Sementara jumlah Member Premium telah mencapai 4.893.743 pengguna atau sekitar 16,07 persen dari total pengguna terdaftar. Adapun total unduhan aplikasi Access by KAI kini telah mencapai 41.011.320 kali.
Menurut Anne, pertumbuhan pengguna menjadi fondasi bagi KAI untuk terus mengembangkan layanan digital yang lebih responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Berbagai masukan dari pengguna dimanfaatkan untuk meningkatkan performa aplikasi, menyederhanakan proses pemesanan, serta menghadirkan fitur-fitur baru yang relevan dengan pola perjalanan masyarakat.
“Access by KAI akan terus kami perkuat sebagai ekosistem perjalanan kereta api yang mudah digunakan, informatif, aman, dan dekat dengan kebutuhan pelanggan. KAI akan terus melakukan perbaikan layanan secara bertahap agar pengalaman pelanggan semakin baik sejak merencanakan perjalanan hingga tiba di tujuan,” tutup Anne.(fahmi)






























