Menu

Mode Gelap
KKP Segel Budidaya Arwana di Pekanbaru, Ratusan Ikan Dilindungi Tak Berizin Program Waste Management KAI Services, Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Access by KAI Kuasai 76 Persen Transaksi Tiket Kereta pada Semester I 2026 KKP Lepasliarkan 21 Penyu Hijau Hasil Gagalkan Penyelundupan ke Perairan Bali Angkutan Perkebunan KAI Naik 17,83 Persen pada Semester I 2026, Didominasi Distribusi CPO Petugas Keamanan KAI Services Tuai Pujian usai Bantu Penumpang Disabilitas Turun dari KRL

PERON

Angkutan Perkebunan KAI Naik 17,83 Persen pada Semester I 2026, Didominasi Distribusi CPO

badge-check


 Angkutan Perkebunan KAI Naik 17,83 Persen pada Semester I 2026, Didominasi Distribusi CPO Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan kinerja angkutan komoditas perkebunan sepanjang Semester I 2026. Volume angkutan mencapai 324.579 ton atau meningkat 17,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 275.475 ton. Dengan demikian, terjadi penambahan volume sebesar 49.104 ton.

Sebagian besar muatan yang diangkut merupakan crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya. Komoditas ini menjadi salah satu penopang penting bagi industri pengolahan, perdagangan antardaerah, ekspor, hingga penyediaan bahan baku energi nabati.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan volume angkutan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan pelaku usaha terhadap layanan logistik berbasis kereta api yang mampu mengangkut muatan dalam jumlah besar secara konsisten dan terhubung dengan kawasan produksi, industri, serta pelabuhan.

“Komoditas perkebunan, terutama sawit, memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Distribusi yang lancar membantu menjaga pasokan bahan baku industri, mendukung ekspor, dan memperkuat daya saing komoditas Indonesia,” ujar Anne.

Ia menjelaskan, distribusi komoditas perkebunan kini memiliki peran yang semakin strategis seiring berkembangnya program hilirisasi industri dan kebijakan energi nasional. Menurutnya, kebutuhan bahan baku nabati, termasuk untuk mendukung implementasi biodiesel B50, memerlukan sistem logistik yang andal agar arus komoditas dari sentra produksi menuju fasilitas pengolahan dapat berlangsung lebih efektif.

“Agenda energi nasional membutuhkan dukungan logistik yang kuat. Ketika kebutuhan bahan baku nabati meningkat, termasuk dalam kesiapan B50, distribusi CPO dan produk turunannya perlu ditopang sistem logistik yang efisien, konsisten, dan terhubung,” kata Anne.

Di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra, layanan angkutan barang berbasis rel telah menjadi penghubung antara kawasan perkebunan dengan industri pengolahan maupun pelabuhan.
Jalur distribusi tersebut turut menjaga kelancaran pasokan bahan baku, mendukung aktivitas usaha, serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah yang bertumpu pada sektor perkebunan.

Selain mendukung kelancaran distribusi, kereta api juga dinilai memiliki keunggulan dari sisi keberlanjutan. Kemampuan mengangkut barang dalam volume besar dalam satu perjalanan membantu mengurangi penggunaan kendaraan berat di jalan raya, meningkatkan efisiensi energi per ton barang, sekaligus menghadirkan pilihan logistik yang lebih efektif untuk komoditas berkapasitas besar seperti CPO beserta produk turunannya.

Anne menilai, kenaikan volume angkutan perkebunan menjadi indikator positif bagi penguatan sistem logistik nasional. Semakin baiknya konektivitas antara sentra produksi, kawasan industri, dan pelabuhan diyakini akan membuat arus distribusi lebih efisien sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok komoditas perkebunan global.

“KAI akan terus memperkuat layanan logistik untuk mendukung sektor-sektor produktif nasional. Melalui kereta api, distribusi komoditas perkebunan dapat berlangsung lebih efisien, mendukung ekonomi daerah, serta memperkuat rantai pasok komoditas strategis Indonesia, termasuk yang berkaitan dengan kebutuhan energi nabati nasional,” tutup Anne.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program Waste Management KAI Services, Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

9 Juli 2026 - 16:57 WIB

Access by KAI Kuasai 76 Persen Transaksi Tiket Kereta pada Semester I 2026

9 Juli 2026 - 16:43 WIB

Petugas Keamanan KAI Services Tuai Pujian usai Bantu Penumpang Disabilitas Turun dari KRL

9 Juli 2026 - 16:01 WIB

KAI Targetkan Integrasi Stasiun Karet-BNI City Beroperasi Mulai 28 September 2026

9 Juli 2026 - 15:18 WIB

KAI Commuter Layani 181,6 Juta Pengguna di Jabodetabek Selama Semester I 2026, Naik 7 Persen

9 Juli 2026 - 14:33 WIB

KAI Siapkan KRL Rangkasbitung 12 Gerbong, Kapasitas Listrik dan Sinyal Ditingkatkan

9 Juli 2026 - 13:27 WIB

Top 10 Stasiun KA Jarak Jauh Layani 23,15 Juta Pelanggan pada Semester I 2026, Pasar Senen Jadi yang Tersibuk

8 Juli 2026 - 21:25 WIB

KAI Perkuat Operasi dan Transformasi Bisnis Usai RUPS 2025, Bobby Rasyidin Paparkan Empat Arah Strategis

8 Juli 2026 - 13:31 WIB

Suasana Hangat Stasiun Yogyakarta, Penumpang Padati Perjalanan KRL, KA Bandara, hingga KA Jarak Jauh

8 Juli 2026 - 09:21 WIB

Bogor Line Layani 78,08 Juta Pelanggan pada Semester I 2026, KAI Perkuat Kapasitas Stasiun Bogor dengan SF12

8 Juli 2026 - 04:53 WIB

Trending di PERON