Menu

Mode Gelap
Cilegon Jadi Klaster Industri Baru, Proyeksi Pabrik Kendaraan Listrik Rp10 Triliun Kapasitas Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Ditarget Naik 75% usai Revitalisasi KSOP Muara Angke Perkuat Keselamatan Pelayaran dan Pencegahan Kebakaran Kapal Loko Café dan Kuliner Kereta Ramaikan BNI wondrX 2026 di ICE BSD, Ada Kopi Best Seller hingga Cuank! Enak Tol HBR II Setinggi 38 Meter, Ditargetkan Rampung Awal 2028 Uji Coba 65 Kampung Nelayan Merah Putih Kirim 273,6 Ton Ikan Senilai Rp11,1 Miliar

PERON

Angkutan Perkebunan KAI Naik 17,83 Persen pada Semester I 2026, Didominasi Distribusi CPO

badge-check


 Angkutan Perkebunan KAI Naik 17,83 Persen pada Semester I 2026, Didominasi Distribusi CPO Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan kinerja angkutan komoditas perkebunan sepanjang Semester I 2026. Volume angkutan mencapai 324.579 ton atau meningkat 17,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 275.475 ton. Dengan demikian, terjadi penambahan volume sebesar 49.104 ton.

Sebagian besar muatan yang diangkut merupakan crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya. Komoditas ini menjadi salah satu penopang penting bagi industri pengolahan, perdagangan antardaerah, ekspor, hingga penyediaan bahan baku energi nabati.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan volume angkutan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan pelaku usaha terhadap layanan logistik berbasis kereta api yang mampu mengangkut muatan dalam jumlah besar secara konsisten dan terhubung dengan kawasan produksi, industri, serta pelabuhan.

“Komoditas perkebunan, terutama sawit, memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Distribusi yang lancar membantu menjaga pasokan bahan baku industri, mendukung ekspor, dan memperkuat daya saing komoditas Indonesia,” ujar Anne.

Ia menjelaskan, distribusi komoditas perkebunan kini memiliki peran yang semakin strategis seiring berkembangnya program hilirisasi industri dan kebijakan energi nasional. Menurutnya, kebutuhan bahan baku nabati, termasuk untuk mendukung implementasi biodiesel B50, memerlukan sistem logistik yang andal agar arus komoditas dari sentra produksi menuju fasilitas pengolahan dapat berlangsung lebih efektif.

“Agenda energi nasional membutuhkan dukungan logistik yang kuat. Ketika kebutuhan bahan baku nabati meningkat, termasuk dalam kesiapan B50, distribusi CPO dan produk turunannya perlu ditopang sistem logistik yang efisien, konsisten, dan terhubung,” kata Anne.

Di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra, layanan angkutan barang berbasis rel telah menjadi penghubung antara kawasan perkebunan dengan industri pengolahan maupun pelabuhan.
Jalur distribusi tersebut turut menjaga kelancaran pasokan bahan baku, mendukung aktivitas usaha, serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah yang bertumpu pada sektor perkebunan.

Selain mendukung kelancaran distribusi, kereta api juga dinilai memiliki keunggulan dari sisi keberlanjutan. Kemampuan mengangkut barang dalam volume besar dalam satu perjalanan membantu mengurangi penggunaan kendaraan berat di jalan raya, meningkatkan efisiensi energi per ton barang, sekaligus menghadirkan pilihan logistik yang lebih efektif untuk komoditas berkapasitas besar seperti CPO beserta produk turunannya.

Anne menilai, kenaikan volume angkutan perkebunan menjadi indikator positif bagi penguatan sistem logistik nasional. Semakin baiknya konektivitas antara sentra produksi, kawasan industri, dan pelabuhan diyakini akan membuat arus distribusi lebih efisien sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok komoditas perkebunan global.

“KAI akan terus memperkuat layanan logistik untuk mendukung sektor-sektor produktif nasional. Melalui kereta api, distribusi komoditas perkebunan dapat berlangsung lebih efisien, mendukung ekonomi daerah, serta memperkuat rantai pasok komoditas strategis Indonesia, termasuk yang berkaitan dengan kebutuhan energi nabati nasional,” tutup Anne.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Loko Café dan Kuliner Kereta Ramaikan BNI wondrX 2026 di ICE BSD, Ada Kopi Best Seller hingga Cuank! Enak

23 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Libur Panjang Maulid, KAI Daop 1 Catat 38.842 Pelanggan Berangkat dalam Sehari

23 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Kereta Compartment Suite Cetak Rekor Pelanggan Tertinggi, Naik 51,47% hingga Juli 2026

23 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Kisah Porter Sunarto Rawat Anak Berkebutuhan Khusus, KAI Services Beri Bantuan di Stasiun Bandung

22 Agustus 2026 - 21:40 WIB

Libur Maulid Nabi, KAI Divre III Palembang Siapkan 19.200 Kursi, Tiket Terjual 119 Persen

22 Agustus 2026 - 21:10 WIB

KAI Commuter Dekatkan Transportasi Publik dengan Generasi Muda Lewat Commuter Skate Games

22 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Juli 2026, Rekor Baru! Hampir 97 Ribu Wisman Naik Kereta Api Jarak Jauh

22 Agustus 2026 - 20:48 WIB

KAI Services Naik Kelas, Raih Corporate Entrepreneurial Marketing Award 2026

22 Agustus 2026 - 10:20 WIB

KAI Gelar Groundbreaking Hunian Manggarai, Dekatkan Tempat Tinggal dengan Transportasi Publik

21 Agustus 2026 - 22:57 WIB

Hunian Manggarai Resmi Dibangun, Sediakan 3.784 Unit Rumah Terjangkau Terintegrasi Transportasi

21 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Trending di NASIONAL