Menu ✖

Mode Gelap
Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan Kemenhub Optimistis Zero ODOL Dimulai 1 Januari 2027 Kabut Asap Selimuti Fakfak, Penerbangan di Bandara Siboru Dihentikan Sementara SCI Apresiasi Pelaku Usaha Lewat Indonesia Logistics Awards 2026 KAI Mulai Kaji FRMCS, Siapkan Teknologi Komunikasi Kereta Api Berbasis 5G

PERON

Angkutan Perkebunan KAI Naik 17,83 Persen pada Semester I 2026, Didominasi Distribusi CPO

badge-check


 Angkutan Perkebunan KAI Naik 17,83 Persen pada Semester I 2026, Didominasi Distribusi CPO Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan kinerja angkutan komoditas perkebunan sepanjang Semester I 2026. Volume angkutan mencapai 324.579 ton atau meningkat 17,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 275.475 ton. Dengan demikian, terjadi penambahan volume sebesar 49.104 ton.

Sebagian besar muatan yang diangkut merupakan crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya. Komoditas ini menjadi salah satu penopang penting bagi industri pengolahan, perdagangan antardaerah, ekspor, hingga penyediaan bahan baku energi nabati.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan volume angkutan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan pelaku usaha terhadap layanan logistik berbasis kereta api yang mampu mengangkut muatan dalam jumlah besar secara konsisten dan terhubung dengan kawasan produksi, industri, serta pelabuhan.

“Komoditas perkebunan, terutama sawit, memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Distribusi yang lancar membantu menjaga pasokan bahan baku industri, mendukung ekspor, dan memperkuat daya saing komoditas Indonesia,” ujar Anne.

Ia menjelaskan, distribusi komoditas perkebunan kini memiliki peran yang semakin strategis seiring berkembangnya program hilirisasi industri dan kebijakan energi nasional. Menurutnya, kebutuhan bahan baku nabati, termasuk untuk mendukung implementasi biodiesel B50, memerlukan sistem logistik yang andal agar arus komoditas dari sentra produksi menuju fasilitas pengolahan dapat berlangsung lebih efektif.

“Agenda energi nasional membutuhkan dukungan logistik yang kuat. Ketika kebutuhan bahan baku nabati meningkat, termasuk dalam kesiapan B50, distribusi CPO dan produk turunannya perlu ditopang sistem logistik yang efisien, konsisten, dan terhubung,” kata Anne.

Di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra, layanan angkutan barang berbasis rel telah menjadi penghubung antara kawasan perkebunan dengan industri pengolahan maupun pelabuhan.
Jalur distribusi tersebut turut menjaga kelancaran pasokan bahan baku, mendukung aktivitas usaha, serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah yang bertumpu pada sektor perkebunan.

Selain mendukung kelancaran distribusi, kereta api juga dinilai memiliki keunggulan dari sisi keberlanjutan. Kemampuan mengangkut barang dalam volume besar dalam satu perjalanan membantu mengurangi penggunaan kendaraan berat di jalan raya, meningkatkan efisiensi energi per ton barang, sekaligus menghadirkan pilihan logistik yang lebih efektif untuk komoditas berkapasitas besar seperti CPO beserta produk turunannya.

Anne menilai, kenaikan volume angkutan perkebunan menjadi indikator positif bagi penguatan sistem logistik nasional. Semakin baiknya konektivitas antara sentra produksi, kawasan industri, dan pelabuhan diyakini akan membuat arus distribusi lebih efisien sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok komoditas perkebunan global.

“KAI akan terus memperkuat layanan logistik untuk mendukung sektor-sektor produktif nasional. Melalui kereta api, distribusi komoditas perkebunan dapat berlangsung lebih efisien, mendukung ekonomi daerah, serta memperkuat rantai pasok komoditas strategis Indonesia, termasuk yang berkaitan dengan kebutuhan energi nabati nasional,” tutup Anne.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Mulai Kaji FRMCS, Siapkan Teknologi Komunikasi Kereta Api Berbasis 5G

13 Oktober 2026 - 11:16 WIB

KAI Catat 7,85 Juta Aktivitas Mobilitas Kereta ke Bandung, Pekalongan, Solo, dan Malang

13 Oktober 2026 - 11:11 WIB

KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen

12 Oktober 2026 - 23:11 WIB

10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Indonesia, Nagreg Pimpin dengan Elevasi 848 Mdpl

12 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Stasiun Payakabung Layani 21.722 Pelanggan Pada Triwulan III 2026

12 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Menembus Pegunungan, Ini 10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Jawa dan Sumatra

12 Oktober 2026 - 07:06 WIB

KAI Catat 2,55 Juta Aktivitas Pelanggan di Tiga Daerah Geopark UNESCO

12 Oktober 2026 - 05:45 WIB

KA Joglosemarkerto Layani 1,10 Juta Pelanggan, Tumbuh 9,73 Persen Sepanjang 2026

12 Oktober 2026 - 04:28 WIB

Kereta Regional Jadi Pilihan Perjalanan Antarkota, KAI Layani 5,57 Juta Pelanggan

11 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Trending di PERISTIWA