Menu ✖

Mode Gelap
Madam Kin Gaspol Bisnis Film, Buka MKP Production di Pekanbaru FORWAN dan Kementerian Kebudayaan RI Dorong Musik Dangdut Diakui UNESCO Kemenhub Terus Awasi Operasional Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla Kemenhub Pantau Dampak Insiden di Riyadh, Penerbangan Langsung Indonesia-Arab Saudi Beroperasi Normal Pembiayaan Elektrifikasi Transjakarta Rp5,07 Triliun KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen

PERON

Integrasi Stasiun Karet-BNI City Ditargetkan Beroperasi 28 September 2026, Penumpang KRL Akan Dialihkan

badge-check


 Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin. (Ist) Perbesar

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin. (Ist)

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City mulai beroperasi pada 28 September 2026. Seiring dengan pengoperasian integrasi tersebut, seluruh aktivitas naik dan turun penumpang KRL yang selama ini dilayani di Stasiun Karet akan dialihkan ke Stasiun BNI City.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pengoperasian integrasi kedua stasiun tersebut direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun KAI.

“Target kita ulang tahun kita udah mulai operasikan,” sambung Bobby.

Menurut Bobby, pembahasan mengenai integrasi dua stasiun yang berjarak sekitar 150 meter itu telah selesai dilakukan pada pekan lalu. Saat ini, KAI menargetkan pekerjaan konstruksi tahap akhir dapat dirampungkan dalam waktu tiga bulan.

“Saya bilang sama teman-teman, saya tidak mau lebih dari tiga bulan untuk mengerjakan. Jadi, targetnya adalah ketika kami nanti ulang tahun, sudah mulai operasi [pada] 28 September,” kata Bobby kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, pengalihan layanan dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan efektivitas operasional. Selama ini, operasional KRL di Stasiun Karet dinilai kurang ideal karena kereta yang baru bergerak dari Stasiun BNI City harus kembali mengurangi kecepatan untuk berhenti di Stasiun Karet yang jaraknya sangat dekat.

Selain itu, aktivitas penumpang di sekitar stasiun juga dinilai berisiko karena berada di area yang padat, termasuk adanya kendaraan ojek daring yang kerap menunggu penumpang di sekitar jalur rel.

Setelah integrasi diterapkan, bangunan Stasiun Karet tidak lagi digunakan untuk layanan naik dan turun penumpang. Area tersebut akan difungsikan sebagai concourse atau selasar penghubung menuju Stasiun BNI City.

Untuk mendukung perpindahan penumpang, KAI akan menyediakan fasilitas travelator yang menghubungkan kedua stasiun. Travelator tersebut dirancang berada di area tertutup dan dilengkapi pendingin udara agar memberikan kenyamanan bagi pengguna.

Bobby mengatakan, kawasan Stasiun Karet juga akan ditata ulang dengan pembangunan selasar sehingga kendaraan, termasuk angkutan daring, dapat masuk ke area stasiun dan tidak lagi berhenti di badan jalan.

“Kami akan bikin selasar, ojol nanti masuk ke dalam. Penumpang bisa tap in dari Karet dan pakai travelator ke BNI City. Masih komplain, panas, Pak. Saya tutup travelatornya pakai AC. Komplain apalagi coba?” tuturnya.

Menurut KAI, konsep integrasi tersebut juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar Stasiun Karet sekaligus meningkatkan kenyamanan akses bagi pengguna transportasi publik.

Selain integrasi kedua stasiun, Bobby mengungkapkan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang akan menghubungkan kawasan seberang Hotel Shangri-La dengan Stasiun BNI City masih dalam proses yang ditangani Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Keberadaan JPO tersebut nantinya diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengakses stasiun tanpa harus memutar melalui jalur yang lebih jauh.

Sebelumnya, integrasi Stasiun Karet dan BNI City sempat ditargetkan beroperasi pada Desember 2025. Namun, implementasinya ditunda setelah KAI menerima berbagai masukan dari pengguna KRL.

KAI menilai integrasi kedua stasiun diperlukan mengingat jarak keduanya yang terlalu dekat, sementara Stasiun Karet memiliki keterbatasan kapasitas karena hanya dapat melayani rangkaian KRL dengan panjang maksimal 10 kereta atau short formation (SF10).

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah fasilitas penunjang integrasi sebenarnya telah selesai dibangun sejak November 2025. Perpanjangan peron, pemasangan gerbang tiket elektronik, hingga jalur penghubung bagi pejalan kaki telah tersedia dan siap digunakan.

Dibandingkan Stasiun Karet, Stasiun BNI City memiliki peron yang lebih panjang sehingga mampu melayani rangkaian KRL secara penuh. Stasiun tersebut juga dilengkapi lima gerbang tiket elektronik yang terdiri atas empat gerbang reguler dan satu gerbang khusus layanan Kereta Bandara.(fahmi)

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen

12 Oktober 2026 - 23:11 WIB

10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Indonesia, Nagreg Pimpin dengan Elevasi 848 Mdpl

12 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Stasiun Payakabung Layani 21.722 Pelanggan Pada Triwulan III 2026

12 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Menembus Pegunungan, Ini 10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Jawa dan Sumatra

12 Oktober 2026 - 07:06 WIB

KAI Catat 2,55 Juta Aktivitas Pelanggan di Tiga Daerah Geopark UNESCO

12 Oktober 2026 - 05:45 WIB

KA Joglosemarkerto Layani 1,10 Juta Pelanggan, Tumbuh 9,73 Persen Sepanjang 2026

12 Oktober 2026 - 04:28 WIB

Kereta Regional Jadi Pilihan Perjalanan Antarkota, KAI Layani 5,57 Juta Pelanggan

11 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

KAI Umumkan Tanu & Friends Karya Muhamad Erwin Ramadhan sebagai Juara IP Contest 2026

10 Oktober 2026 - 23:11 WIB

KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen

10 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Trending di PERON