Wasrtatrans.com, JAKARTA — Lonjakan masif komunitas pencinta budaya Korea (K-Culture) di Indonesia secara resmi memicu ekspansi bisnis hiburan ritel format baru. PT Korea Global Entertainment berkolaborasi dengan perusahaan Korea Selatan (Korsel), membuka Weplay Universe di Central Park Mall 2, Jakarta Barat, sebuah ruang hiburan bertema K-Entertainment pertama di tanah air.
Destinasi yang beroperasi sejak Juni 2026 ini memanfaatkan pergeseran gaya hidup generasi muda yang gemar mencari pengalaman interaktif untuk konten media sosial. Langkah kapitalisasi pasar ini dinilai strategis mengingat Indonesia menduduki peringkat atas dalam daftar basis penggemar K-Pop global.

Salah satu komoditas utama yang dibawa ke ruang ini adalah DanSnap, mesin rekam dance interaktif terintegrasi kamera dan pencahayaan studio. Perangkat besutan DanSnap Korea ini sempat sukses di Seoul pada akhir tahun 2025 sebelum diboyong ke Jakarta lewat kemitraan eksklusif.
“Kami menciptakan DanSnap agar pengalaman dance cover menjadi lebih mudah diakses, menyenangkan, dan dapat dinikmati oleh siapa saja,” ujar Kepala Eksekutif Tertinggi (Chief Executive Officer/CEO) DanSnap Korea, Johee Son, dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (10/7/2026). Sĺelain studio tari, wahana tersebut juga mengintegrasikan Norebang X-press yang menawarkan bilik karaoke modern dengan pembaruan katalog lagu viral lintas genre.
Manajemen menegaskan bahwa model bisnis ini dirancang agar dapat direplikasi secara masif ke berbagai kota besar di Indonesia hingga kawasan Asia Tenggara. Target ekspansi menyasar pusat perbelanjaan strategis yang membutuhkan daya tarik baru demi mendongkrak trafik kunjungan konsumen muda.
“Kami membangun ruang ini agar siapa saja bisa berekspresi, membangun koneksi, dan menikmati pengalaman K-Entertainment yang autentik,” tutur Direktur Komersial dan Operasional PT Korea Global Entertainment, Lailatul Zubaidah, Kamis (9/7/2026). Proyek kolaborasi lintas negara yang diinisiasi sejak akhir 2025 tersebut ditargetkan mampu memicu pertumbuhan ekosistem komunitas kreatif lokal secara berkelanjutan.
Pengamat Bisnis Ritel dan Waralaba dari Universitas Indonesia, Dr. Irwan Hermawan, M.M., memberikan analisis mendalam terkait fenomena ini, pada Kamis (9/7/2026). Menurut Irwan, integrasi antara hiburan berbasis komunitas dan ruang ritel fisik, memang menjadi strategi ampuh untuk menyelamatkan mal dari penurunan kunjungan konvensional.
“Pasar Indonesia sangat adaptif terhadap tren K-Culture, namun tantangan utamanya adalah keberlanjutan (sustainability) setelah euforia pembukaan awal mereda,” kata Irwan. Ia menambahkan, pengelola wajib memperbarui teknologi dan variasi program secara berkala, agar tidak terjebak dalam siklus tren musiman (fads) yang cepat jenuh.
Pihak manajemen saat ini tengah menggelar program pembukaan besar-besaran (grand opening) hingga 31 Juli 2026, guna menggaet massa. Demi merangsang keterikatan konsumen, mereka menyediakan stimulus berupa undian berhadiah gawai premium, logam mulia, hingga paket perjalanan gratis menuju Korsel.*** (Artha Tidar)


























