Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Commuter mulai melakukan uji coba sistem pemurni udara berteknologi nanoe X di dalam rangkaian Commuter Line. Inovasi tersebut dihadirkan untuk meningkatkan kualitas udara di kabin penumpang sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih sehat dan nyaman.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, penerapan teknologi pemurni udara ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan layanan transportasi publik sekaligus mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek lingkungan.

Menurutnya, alat pemurni udara berteknologi nanoe X tersebut mampu menjaga kualitas udara di dalam kabin kereta dengan menghambat pertumbuhan jamur, serbuk sari, bakteri, virus, serta partikel udara kotor lainnya yang tidak terlihat oleh mata.
“Selain efektif membunuh bakteri dan virus di dalam kabin penumpang, alat pemurni udara ini juga mampu menghilangkan bau tidak sedap yang menempel pada interior kereta, teknologi ini dipastikan sangat baik untuk mendukung kesehatan seluruh pengguna Commuter Line,” jelas Karina, Jumat (10/7).
Karina menjelaskan, pada tahap awal pemasangan alat tersebut masih dilakukan secara terbatas dalam bentuk uji coba pada satu rangkaian KRL terlebih dahulu. Perangkat pemurni udara dipasang pada rangkaian KRL seri JR205 formasi 12 kereta (SF12) yang melayani lintas Bogor.
Saat ini, KAI Commuter masih melakukan pemantauan terhadap efektivitas dan kinerja perangkat tersebut selama dioperasikan di lapangan.
“Saat ini kami tengah melakukan uji coba pemasangan pada satu rangkaian Commuter Line untuk memantau efektivitas dan kinerjanya secara langsung di lapangan,” ujar Karina.
Apabila hasil uji coba menunjukkan hasil yang optimal, KAI Commuter berencana memperluas pemasangan teknologi tersebut ke seluruh armada Commuter Line.
“KAI Commuter berencana untuk memperluas fasilitas ini dengan memasang alat ini di seluruh rangkaian Commuter Line lainnya,” tambah Karina.
Sebagai informasi, perangkat nanoe X memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya bebas perawatan karena menggunakan metode pelepasan mandiri sehingga tidak mudah mengalami kerusakan. Teknologi tersebut juga memiliki daya tahan hingga sekitar enam kali lebih lama dibandingkan ion udara biasa, sehingga distribusi udara bersih di dalam kabin dapat berlangsung lebih luas dan merata
Teknologi nanoe X sendiri telah digunakan secara luas pada berbagai moda transportasi modern di Jepang, termasuk layanan kereta komuter.
Melalui inovasi tersebut, KAI Commuter berharap kualitas layanan kepada pelanggan dapat semakin meningkat, terutama dalam menciptakan lingkungan perjalanan yang lebih sehat dan nyaman.
“Melalui inovasi peningkatan layanan ini, KAI Commuter berharap dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih segar, sehat, dan bebas dari rasa khawatir bagi seluruh pelanggan setia Commuter Line,” tandas Karina.(fahmi)
































