Wartatrans.com, JAKARTA – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), bagian dari Pelindo Group, menegaskan komitmennya terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Diversity, Equity & Inclusion (DEI) dalam ajang Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) Conference 2026 yang diselenggarakan PR Indonesia di Jakarta, Kamis (9/7).
Dalam konferensi bertema “Dari Nilai ke Dampak: Komunikasi DEI dan ESG untuk Indonesia yang Berkelanjutan”, Senior Manager Corporate Secretary PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, menjadi salah satu narasumber bersama sejumlah praktisi dan akademisi di bidang komunikasi, keberlanjutan, dan bisnis.

Pada kesempatan tersebut, Fiona memaparkan materi berjudul “Keberagaman, Keberpihakan, dan Tumbuh dalam ESG & DEI sebagai Strategi Bisnis Berbasis Ekosistem Pelabuhan”. Ia menjelaskan bahwa ESG dan DEI bukan sekadar program perusahaan, melainkan strategi bisnis yang mendukung terciptanya ekosistem kepelabuhanan yang berkelanjutan.
“Pelabuhan yang kami kelola bukan hanya tempat berlangsungnya aktivitas bongkar muat, tetapi sebuah ekosistem yang menghubungkan rantai pasok nasional, dunia usaha, pemerintah, masyarakat, dan lingkungan. Karena itu ESG menjadi upaya merawat ekosistem tersebut, sedangkan DEI merupakan kemampuan organisasi dalam merespons keberagaman para pemangku kepentingan,” ujar Fiona.
Sebagai implementasi ESG, PTP Nonpetikemas telah menjalankan berbagai program green port, di antaranya penggunaan lampu LED hemat energi, pemanfaatan Overhead Crane (OHC), elektrifikasi Grab Loading Crane (GLC), pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), penerapan Port Waste Management System, hingga penanaman 11.000 bibit mangrove.
Di bidang sosial, perusahaan secara konsisten melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), mulai dari pemberdayaan masyarakat pesisir, bantuan kebencanaan, donor darah, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya.
Sementara pada aspek tata kelola, PTP Nonpetikemas memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) melalui transparansi, akuntabilitas, implementasi Whistleblowing System (WBS) satu pintu Pelindo Group yang terintegrasi dengan sistem Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta sosialisasi GCG dan pencegahan fraud kepada karyawan maupun pemangku kepentingan.
Dalam aspek DEI, perusahaan juga berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang inklusif melalui kesempatan kerja yang setara, peningkatan keterwakilan perempuan dalam posisi kepemimpinan, rekrutmen tanpa diskriminasi, serta pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program TJSL.
Fiona menekankan bahwa komunikasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi ESG dan DEI. Untuk itu, perusahaan membangun komunikasi yang terbuka melalui media relations, kunjungan pelabuhan (port visit), publikasi perusahaan, media sosial, serta kolaborasi dengan pemerintah, pelanggan, akademisi, komunitas, dan media massa.
Menurutnya, seluruh karyawan juga didorong menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai ESG dan DEI dalam setiap aktivitas operasional maupun interaksi dengan para pemangku kepentingan.
“Melalui komunikasi yang konsisten dan kolaboratif, kami ingin memperkuat reputasi perusahaan sekaligus membangun ekosistem kepelabuhanan yang semakin inklusif, tangguh, dan berkelanjutan,” katanya.
Keikutsertaan PTP Nonpetikemas dalam IDEAS Conference 2026 menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk berbagi praktik terbaik, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendorong implementasi ESG dan DEI sebagai fondasi transformasi bisnis kepelabuhanan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia.*** (Omy)






























