Menu

Mode Gelap
Mahalnya Hak Siar FIFA dan Agresi Raksasa Streaming, TVRI Pertaruhkan Rp1,3 Triliun demi Piala Dunia 2026 Wali Kota Langsa Serahkan Seragam Sekolah Gratis bagi Anak Yatim Piatu di Langsa Lama Lelang Frekuensi 700 MHz-26 GHz: Ajukan Rp5,458 Triliun, Telkomsel Kuasai “Jalur Emas” Dari Manggarai ke Kiaracondong: 5.484 Rusun TOD PT KAI Jadi Ramah Kantong atau Jerat Lahan HPL ? IIPO 3 BUMD Jakarta: Bekal Amunisi Fiskal Atau Jadi Tumbal Pasar Modal ? HSBI Peringati Hari Sastra dengan Pentas Seni di Padepokan Mahagenta

OLAH RAGA

Mahalnya Hak Siar FIFA dan Agresi Raksasa Streaming, TVRI Pertaruhkan Rp1,3 Triliun demi Piala Dunia 2026

badge-check


 Mahalnya Hak Siar FIFA dan Agresi Raksasa Streaming, TVRI Pertaruhkan Rp1,3 Triliun demi Piala Dunia 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Keputusan Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) mengalokasikan dana sekitar Rp1,3 triliun atau setara US$80 juta untuk memperoleh hak siar Piala Dunia FIFA 2026 memicu perdebatan luas. Nilai tersebut dinilai sangat tinggi dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar hak siar termahal di Asia.

Besaran biaya yang dibayarkan TVRI bahkan disebut melampaui China, yang dikabarkan memperoleh hak siar dengan nilai sekitar US$60 juta. Sementara sejumlah negara Asia memilih mundur dari proses negosiasi karena menganggap harga lisensi yang ditetapkan FIFA terlalu mahal.

Di tengah tingginya harga hak siar, persaingan industri penyiaran olahraga juga semakin bergeser ke platform digital. Korporasi streaming global seperti Netflix, Disney, dan YouTube mulai memperluas langkah mereka untuk menguasai pasar hak siar olahraga internasional.

Pengamat media Universitas Indonesia, Agus Sudibyo, menilai pembelian hak siar dengan nilai sebesar itu mengandung risiko besar bagi keuangan negara apabila target pendapatan iklan tidak tercapai.

“Pembelian hak siar oleh TVRI dengan nilai jumbo ini sangat berisiko membebani keuangan negara jika proyeksi iklan meleset, terutama karena zona waktu pertandingan di Amerika Utara kurang bersahabat bagi penonton domestik,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Menurut Agus, FIFA menerapkan strategi harga yang berbeda di setiap negara berdasarkan potensi pasar dan tingkat antusiasme penggemar sepak bola. Karena itu, Indonesia dinilai perlu memperkuat posisi tawarnya dalam negosiasi hak siar pada masa mendatang.

Perbandingan di kawasan Asia menunjukkan perbedaan harga yang cukup mencolok. Thailand, melalui Jasmine International, dikabarkan memperoleh paket hak siar hingga Piala Dunia 2030 dengan nilai sekitar US$70 juta, sedangkan Vietnam hanya membayar sekitar US$15 juta.

Sementara itu, di Eropa, tingginya biaya lisensi berhasil diimbangi dengan pendapatan iklan yang besar. Stasiun televisi Inggris ITV memanfaatkan momentum Piala Dunia sebagai ajang komersial bernilai tinggi.

Direktur Pelaksana Komersial ITV, Kelly Williams, menyebut turnamen tersebut sebagai “Super Bowl musim panas selama enam pekan” bagi industri periklanan televisi.

Tarif iklan premium ITV dilaporkan mencapai £300.000 atau sekitar Rp7,2 miliar untuk slot berdurasi 30 detik pada pertandingan tim nasional Inggris. Sejumlah perusahaan teknologi seperti Google, Amazon Web Services, dan Microsoft Copilot telah mengamankan slot iklan tersebut untuk mempromosikan produk berbasis kecerdasan buatan.

Keberhasilan monetisasi di Eropa dan Amerika Serikat mendorong perusahaan over-the-top (OTT) global semakin agresif memburu hak siar Piala Dunia edisi 2030 dan 2034. FIFA bahkan memproyeksikan nilai lelang gabungan hak siar berbahasa Inggris dan Spanyol di Amerika Serikat dapat mencapai US$2 miliar.

Persaingan antara platform streaming dan televisi konvensional diperkirakan akan terus mendorong kenaikan harga hak siar olahraga dunia. Bagi TVRI sebagai lembaga penyiaran publik, investasi sebesar Rp1,3 triliun menjadi pertaruhan besar antara memenuhi akses hiburan masyarakat dan menjaga efisiensi penggunaan anggaran negara.*** (Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Persib Bandung Matangkan Rencana IPO, Pengamat Ingatkan Risiko Saham Klub Sepak Bola

8 Juli 2026 - 09:56 WIB

Catatan Iwan Piliang: Ketika Portugal dan Spanyol Mengajarkan Arti Sepak Bola

7 Juli 2026 - 09:34 WIB

Eksodus 11 Pemain Naturalisasi ke Liga Indonesia Picu Perdebatan soal Kualitas Timnas

7 Juli 2026 - 08:43 WIB

Lewat Car Free Day, FIFGROUP Gaungkan Kampanye “Perempuan Berperan” untuk Mendorong Kesetaraan Gender

5 Juli 2026 - 10:45 WIB

Tahun Ini Asia Babak Belur, FIFA Masih Pertimbangkan Kuota 12 Tiket untuk Piala Dunia 2030

4 Juli 2026 - 15:19 WIB

Dilema Timnas di ASEAN Cup 2026, Berburu Gengsi Juara atau Jebakan Ranking

4 Juli 2026 - 06:35 WIB

Pegawai KSOP Utama Tanjung Priok Raih Medali Emas ISKA, Harumkan Nama Kemenhub

3 Juli 2026 - 17:24 WIB

Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga

2 Juli 2026 - 21:37 WIB

Melalui Bowling Fun Games 2026, IPC TPK dan Mitra PBM Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi Dorong Operational Excellence

1 Juli 2026 - 07:43 WIB

Karena MBG Indonesia Juara AVC Men’s Volleyball Club 2026.

29 Juni 2026 - 15:55 WIB

Trending di OLAH RAGA