Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhub Terus Awasi Operasional Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla Kemenhub Pantau Dampak Insiden di Riyadh, Penerbangan Langsung Indonesia-Arab Saudi Beroperasi Normal Pembiayaan Elektrifikasi Transjakarta Rp5,07 Triliun KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

SENI BUDAYA

Gedung GOS Resmi Berubah Fungsi Menjadi Taman Budaya Negeri Gayo

badge-check


 Gedung GOS Resmi Berubah Fungsi Menjadi Taman Budaya Negeri Gayo Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON – Sebuah langkah penting dalam pelestarian budaya Gayo resmi diwujudkan. Gedung Olah Seni (GOS) Takengon kini bertransformasi menjadi Taman Budaya Negeri Gayo, yang diresmikan melalui kerja sama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah pada Jumat (10/7/2026).

Peresmian berlangsung di kawasan Gedung Olah Seni Takengon dan menjadi tonggak baru bagi pengembangan seni dan budaya di dataran tinggi Gayo.

Perubahan fungsi ini diharapkan menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat pelestarian, pengembangan, sekaligus promosi seni dan budaya Gayo.

Taman Budaya Negeri Gayo akan menjadi ruang ekspresi bagi para seniman, budayawan, komunitas kreatif, serta generasi muda untuk terus melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Gayo.

Selain menjadi ruang pertunjukan seni, kawasan ini juga diproyeksikan sebagai destinasi wisata budaya yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan membuka peluang bagi pelaku UMKM.

Berbagai atraksi budaya, pertunjukan seni, pameran, hingga festival budaya direncanakan akan digelar secara rutin sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Kehadiran Taman Budaya Negeri Gayo menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi investasi bagi masa depan.

Dengan adanya ruang budaya yang representatif, diharapkan seni tradisi Gayo terus hidup, berkembang, dan dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sambut Lima Abad Jakarta, Buku Kumpulan Cerpen Lebaran di Jakarta Hadirkan Jejak Budaya Betawi

12 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ode Untuk Namamu, Ketika Puisi dan Lukisan Merayakan Cinta serta Perjuangan

11 Oktober 2026 - 12:09 WIB

​46 Tahun Sanggar Matahari: Merawat Seni, Sastra, dan Kemanusiaan Bersama Lintas Generasi

11 Oktober 2026 - 10:03 WIB

Hisam Al Gibran dan Rekki Zakkia Hadirkan Dialog Seni tentang Cinta, Perjuangan, dan Tanah Air

10 Oktober 2026 - 08:50 WIB

Hamdi Afkar Hadirkan Keindahan Alam Aceh dalam Kanvas di Pameran Internasional USK

8 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Krishna Sakti Buktikan Talenta Anak Indonesia, Rilis Dua Single dengan Dua Wajah Berbeda

8 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Tanzil Murda Hadirkan Ingatan Budaya Aceh Lewat Rampagoe: Peeling Time

8 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Zulfikar Kirbi, Seni Harus Terus Mengalir, Jangan Sampai Berhenti

7 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Aceh International Collaborative Art Exhibition 2026 Hadirkan Semangat Persahabatan Lintas Negara di USK

7 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan

5 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Trending di RAGAM