Menu

Mode Gelap
Lima KA Berrelasi Terpanjang di Sumatra Catat Kenaikan Penumpang pada Semester I 2026 Gedung GOS Resmi Berubah Fungsi Menjadi Taman Budaya Negeri Gayo Bima Alfath Perkenalkan Single “Cinta Tak Bernyawa”, Siap Tampil Perdana di Panggung NEW CELEBRITY PTP Nonpetikemas Paparkan Strategi ESG dan DEI pada IDEAS Conference 2026 Semester I 2026 Layani 1,39 Juta Pelanggan, KAI Siapkan Dukungan untuk Kajian KA Sumut-Aceh Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

SENI BUDAYA

Gedung GOS Resmi Berubah Fungsi Menjadi Taman Budaya Negeri Gayo

badge-check


 Gedung GOS Resmi Berubah Fungsi Menjadi Taman Budaya Negeri Gayo Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON – Sebuah langkah penting dalam pelestarian budaya Gayo resmi diwujudkan. Gedung Olah Seni (GOS) Takengon kini bertransformasi menjadi Taman Budaya Negeri Gayo, yang diresmikan melalui kerja sama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah pada Jumat (10/7/2026).

Peresmian berlangsung di kawasan Gedung Olah Seni Takengon dan menjadi tonggak baru bagi pengembangan seni dan budaya di dataran tinggi Gayo.

Perubahan fungsi ini diharapkan menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat pelestarian, pengembangan, sekaligus promosi seni dan budaya Gayo.

Taman Budaya Negeri Gayo akan menjadi ruang ekspresi bagi para seniman, budayawan, komunitas kreatif, serta generasi muda untuk terus melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Gayo.

Selain menjadi ruang pertunjukan seni, kawasan ini juga diproyeksikan sebagai destinasi wisata budaya yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan membuka peluang bagi pelaku UMKM.

Berbagai atraksi budaya, pertunjukan seni, pameran, hingga festival budaya direncanakan akan digelar secara rutin sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Kehadiran Taman Budaya Negeri Gayo menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi investasi bagi masa depan.

Dengan adanya ruang budaya yang representatif, diharapkan seni tradisi Gayo terus hidup, berkembang, dan dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bima Alfath Perkenalkan Single “Cinta Tak Bernyawa”, Siap Tampil Perdana di Panggung NEW CELEBRITY

11 Juli 2026 - 12:18 WIB

HSBI Peringati Hari Sastra dengan Pentas Seni di Padepokan Mahagenta

11 Juli 2026 - 01:06 WIB

Nina Nugroho Bergabung dengan IKAC, Wujud Pengabdian untuk Kampung Halaman

10 Juli 2026 - 20:41 WIB

Ahli Waris Kapitan Pattimura Dorong Rumah Pahlawan Nasional Dijadikan Museum

10 Juli 2026 - 18:06 WIB

SCTV Hadirkan “Wajah Cinta Yang Lain”, Dinda Kirana Jalani Transformasi Demi Membalas Pengkhianatan

10 Juli 2026 - 17:12 WIB

Perkuat Akses Pendidikan Anak Marjinal, Gubernur DKI Jakarta Siapkan 8 Hektare Lahan Ekstra

6 Juli 2026 - 16:44 WIB

Hadirkan Genre Bisnis Baru, 10 Bioskop Mini Alfamart Siap Ramaikan Jagat Hiburan

6 Juli 2026 - 16:35 WIB

Kembali ke SCTV, Fandy Christian Siap Adu Akting dengan Rizky Nazar dan Zoe Abbas Jackson di Sebening Cinta

6 Juli 2026 - 00:15 WIB

Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota

4 Juli 2026 - 21:00 WIB

Yatti Surachman Resmikan Kedai Seblak Prasmanan & Ayam Penyet Sambel Ijo Gacorrr di Cipayung

4 Juli 2026 - 15:29 WIB

Trending di SENI BUDAYA