Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan jumlah pelanggan pada lima layanan kereta api penumpang dengan relasi terpanjang di Pulau Sumatra sepanjang Semester I 2026.
Seluruh layanan tersebut mengalami pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal antarkota di Sumatra.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kereta api terus menjadi pilihan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, berobat, hingga berwisata.
“Setiap relasi memiliki karakter perjalanan yang beragam. Masyarakat menggunakan kereta api untuk bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, berobat, mengunjungi keluarga, hingga menikmati perjalanan wisata. Peningkatan volume pelanggan menunjukkan bahwa kereta api terus menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Sumatra,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Sabtu (11/7/2026).
Layanan dengan relasi terpanjang di Sumatra adalah KA Rajabasa relasi Tanjungkarang-Kertapati pulang pergi (pp) dengan jarak sekitar 388 kilometer. Sepanjang Semester I 2026, KA tersebut melayani 469.028 pelanggan atau meningkat 35,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 345.770 pelanggan.
Relasi ini menghubungkan Bandar Lampung dan Palembang sebagai dua pusat aktivitas ekonomi, pemerintahan, pendidikan, dan pariwisata di wilayah selatan Sumatra. Dari Stasiun Kertapati, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju sejumlah destinasi seperti Sungai Musi, Jembatan Ampera, dan Benteng Kuto Besak. Sementara dari Tanjungkarang, pelanggan dapat mengakses pusat Kota Bandar Lampung dan berbagai destinasi wisata di Provinsi Lampung.
“Peningkatan pelanggan KA Rajabasa memperlihatkan tingginya kebutuhan perjalanan antara Lampung dan Sumatra Selatan. Relasi ini memperluas akses masyarakat menuju pusat ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, dan destinasi wisata di kedua provinsi,” kata Anne.
Di posisi berikutnya terdapat KA Sindang Marga dan KA Bukit Serelo yang sama-sama melayani relasi Kertapati-Lubuklinggau pp dengan jarak sekitar 305 kilometer.
KA Sindang Marga yang melayani kelas bisnis dan eksekutif mencatat volume pelanggan sebanyak 159.658 orang pada Semester I 2026, meningkat 8,03 persen dibandingkan 147.797 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, KA Bukit Serelo yang melayani segmen ekonomi mencatat 278.705 pelanggan atau tumbuh 1,11 persen dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 275.636 pelanggan.
Kedua layanan tersebut menghubungkan Palembang dengan sejumlah daerah di bagian barat Sumatra Selatan seperti Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi, hingga Lubuklinggau. Selain mendukung mobilitas masyarakat, relasi ini juga menjadi akses menuju berbagai destinasi wisata, mulai dari kawasan Sungai Musi, situs megalitik di Kabupaten Lahat, hingga Air Terjun Temam dan Bukit Sulap di Lubuklinggau.
“KA Sindang Marga dan KA Bukit Serelo memperlihatkan bagaimana satu relasi dapat melayani kebutuhan pelanggan yang beragam. Masyarakat memiliki pilihan kelas pelayanan dan jadwal perjalanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhannya,” jelas Anne.
Dari wilayah Sumatra Utara, KA Sribilah Utama relasi Medan-Rantau Prapat pp dengan jarak sekitar 266 kilometer juga mencatat pertumbuhan pelanggan. Pada Semester I 2026, layanan tersebut melayani 419.637 pelanggan atau meningkat 8,30 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 387.459 pelanggan.
KA Sribilah Utama menghubungkan Medan dengan sejumlah pusat kegiatan masyarakat seperti Tebing Tinggi, Kisaran, Membang Muda, hingga Rantau Prapat. Relasi ini mendukung mobilitas masyarakat menuju pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, hingga kawasan perkebunan dan pelayanan publik di wilayah Labuhanbatu dan sekitarnya.
Layanan berikutnya adalah KA Kuala Stabas relasi Tanjungkarang-Baturaja pp dengan jarak sekitar 215 kilometer. Sepanjang Semester I 2026, layanan ini melayani 377.928 pelanggan atau meningkat 4,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 360.185 pelanggan.
KA Kuala Stabas menjadi salah satu moda transportasi yang banyak dimanfaatkan masyarakat di wilayah Lampung dan Kabupaten Ogan Komering Ulu untuk bekerja, bersekolah, berdagang, memperoleh layanan kesehatan, maupun mengunjungi keluarga.
Anne menambahkan, layanan kereta api di Sumatra saat ini tersebar di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, dan Lampung, dengan karakteristik layanan yang disesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi jaringan perkeretaapian di masing-masing daerah.
Di Sumatra Barat, KAI juga mengoperasikan KA Pariaman Ekspres, KA Minangkabau Ekspres, dan KA Lembah Anai yang mendukung perjalanan harian masyarakat, konektivitas menuju Bandara Internasional Minangkabau, serta akses ke kawasan wisata pesisir.
“Sumatra memiliki basis perkeretaapian yang kuat dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama puluhan tahun. Kereta api menghubungkan kota dan kabupaten serta mendekatkan masyarakat dengan pusat ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, dan destinasi wisata,” ujar Anne.
Menurut KAI, keberadaan layanan kereta api juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah yang dilalui. Aktivitas pelanggan mendorong tumbuhnya kebutuhan transportasi lanjutan, rumah makan, penginapan, pusat oleh-oleh, pasar, hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
KAI memastikan akan terus meningkatkan aspek keselamatan, keandalan perjalanan, kualitas pelayanan, kebersihan sarana dan stasiun, serta kemudahan akses pembelian tiket melalui evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Melalui perjalanan kereta api, masyarakat dapat melihat luasnya Sumatra, mengenal kota-kota yang dilalui, serta menemukan beragam potensi ekonomi, budaya, dan wisata di setiap daerah. KAI ingin setiap perjalanan semakin aman, nyaman, menyenangkan, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutup Anne.(fahmi)






























