Wartatrans.com, JAKARTA — Desainer busana muslim ternama Indonesia, Nina Nugroho, resmi bergabung dengan Ikatan Keluarga Arjawinangun Cirebon (IKAC). Keputusannya menjadi bagian dari organisasi tersebut didasari keinginan untuk memberikan kontribusi nyata kepada daerah kelahirannya.
Nina mengungkapkan, bergabung dengan IKAC merupakan bentuk pengabdian kepada Desa Arjawinangun, Cirebon, yang telah menjadi tempat dirinya lahir dan tumbuh hingga mengantarkannya meraih kesuksesan di dunia fesyen nasional.

“Bagi saya, bergabung dengan IKAC adalah bentuk pengabdian kepada desa yang telah menjadi tempat saya lahir dan dibesarkan. Saya ingin ikut berkontribusi untuk kemajuan kampung halaman,” ujar Nina Nugroho saat bincang dengan awak media di Butiqnya di Transmart Cibubur. Jumat (12/7/2026)
Menurut desainer yang dikenal sebagai pelopor busana muslim profesional tersebut, IKAC memiliki peran penting sebagai wadah yang mampu mempererat tali silaturahmi masyarakat Arjawinangun yang kini tersebar di berbagai daerah.
Ia menilai keberadaan organisasi tersebut bukan hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga sarana membangun kolaborasi, berbagi pengalaman, hingga bersama-sama memberikan manfaat bagi masyarakat Arjawinangun.
“Yang paling menarik dari IKAC adalah menjadi wadah silaturahmi bagi sesama warga Arjawinangun. Melalui organisasi ini, rasa kekeluargaan tetap terjaga meski anggotanya berada di berbagai kota,” ujarnya.
Kepercayaan yang diberikan kepada Nina Nugroho pun cukup besar. Dalam kepengurusan IKAC, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum, posisi yang diharapkan mampu memperkuat program organisasi, khususnya dalam bidang pemberdayaan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta kegiatan sosial dan budaya.
Dengan pengalaman panjang sebagai pengusaha sekaligus desainer busana muslim yang telah membawa karya Indonesia ke berbagai forum internasional, kehadiran Nina di jajaran pengurus IKAC diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda Arjawinangun untuk terus berkarya tanpa melupakan akar budaya dan daerah asalnya.
Melalui IKAC, Nina berharap semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Arjawinangun terus terpelihara sehingga organisasi ini dapat menjadi jembatan bagi lahirnya berbagai program yang bermanfaat bagi warga, baik di kampung halaman maupun di perantauan.*** (Byl)






























