Menu

Mode Gelap
PNM Kenalkan Model Pembiayaan Syariah Berbasis Kepercayaan di Hadapan Negara-Negara D-8 Nina Nugroho Bergabung dengan IKAC, Wujud Pengabdian untuk Kampung Halaman Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran  Dirut PTPN I: Transformasi Harus Lebih Progresif! Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara Kemenhub Sabet Penghargaan Indonesia Public Sector Initiative of the Year Transportation

EKOBIS

PNM Kenalkan Model Pembiayaan Syariah Berbasis Kepercayaan di Hadapan Negara-Negara D-8

badge-check


 PNM Kenalkan Model Pembiayaan Syariah Berbasis Kepercayaan di Hadapan Negara-Negara D-8 Perbesar

Wartatrans.com  JAKARTA– PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memanfaatkan ajang Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 untuk memperkenalkan model pembiayaan syariah berbasis pemberdayaan yang telah menjangkau jutaan pelaku usaha ultra mikro di Indonesia. Di hadapan delegasi dari sembilan negara anggota Developing Eight (D-8), PNM menunjukkan bahwa keuangan syariah dapat menjadi instrumen efektif dalam menekan angka kemiskinan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Dalam forum diskusi HEI Talk bertajuk “Social Collateral, Real Impact: Rethinking Poverty Alleviation through Islamic Finance”, Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menjelaskan bahwa keberhasilan pembiayaan syariah tidak hanya diukur dari nilai penyaluran dana, tetapi juga dari perubahan kualitas hidup masyarakat penerima manfaat.

Menurut Dodot, pengalaman PNM membuktikan bahwa akses pembiayaan yang disertai pendampingan mampu menciptakan dampak sosial yang nyata, khususnya bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro.

“Enam belas juta perempuan tidak pernah meminta untuk diselamatkan. Mereka hanya ingin diberi ruang untuk bertumbuh dan tidak lagi dipandang sebelah mata. Ketika kepercayaan diberikan, mereka mampu mengubah kehidupan keluarga bahkan komunitasnya. Itulah hakikat pembiayaan ultra mikro berbasis syariah,” ujarnya.

Saat ini, PNM melalui program Mekaar melayani sekitar 16,1 juta nasaba yang tersebar melalui 58 kantor cabang di 36 provinsi dan lebih dari 6.600 kecamatan. Data perusahaan menunjukkan sekitar 74 persen nasabah mengalami peningkatan pendapatan, 72 persen lebih berperan dalam pengambilan keputusan keluarga, sementara 90 persenmengaku merasakan peningkatan kemandirian finansial.

Kontribusi program tersebut juga tercermin pada dampak ekonomi nasional. Sejak 2017, aktivitas usaha para nasabah disebut telah mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga hingga Rp55,81 triliun serta menghasilkan nilai ekspor produk binaan yang melampaui US$3 miliar.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian peserta forum internasional adalah penerapan social collateral atau jaminan sosial. Berbeda dengan pembiayaan konvensional yang mengandalkan aset sebagai agunan, PNM mengembangkan sistem tanggung renteng, di mana anggota kelompok saling membangun kepercayaan, disiplin, dan tanggung jawab bersama dalam menjalankan kewajiban pembiayaan.

Model tersebut dinilai sejalan dengan prinsip-prinsip keuangan syariah yang mengedepankan keadilan, kebersamaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Keikutsertaan PNM pada Halal Expo Indonesia 2026 juga menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat perannya dalam pengembangan industri halal global. Forum yang diluncurkan di Jakarta itu menargetkan peningkatan perdagangan intra-D-8 hingga US$500 miliar pada 2030 melalui penguatan kerja sama perdagangan dan investasi halal.

Dengan sekitar 73 persen portofolio pembiayaan Mekaar telah berbasis syariah, PNM menegaskan komitmennya menghadirkan layanan keuangan yang tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga membangun kapasitas usaha melalui pendampingan berkelanjutan.

Melalui forum tersebut, PNM membawa pesan bahwa penguatan ekonomi halal tidak selalu dimulai dari proyek berskala besar, melainkan dari keberanian memberi kesempatan kepada perempuan pelaku usaha ultra mikro untuk berkembang. Pendekatan inilah yang dinilai mampu menciptakan dampak ekonomi sekaligus sosial secara berkelanjutan.*** (Buyil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dirut PTPN I: Transformasi Harus Lebih Progresif!

10 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kemenhub Sabet Penghargaan Indonesia Public Sector Initiative of the Year Transportation

10 Juli 2026 - 18:36 WIB

ASDP Dukung Pengembangan UMKM Wisata Kuliner RTH Ketapang

10 Juli 2026 - 17:22 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Lion Parcel Hadir di Marketplace Toco, Pengiriman jadi Lebih Fleksibel

10 Juli 2026 - 15:27 WIB

PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon Perkuat Peran dalam Rantai Logistik

10 Juli 2026 - 14:49 WIB

Saat Asosiasi Maskapai Menanti Perubahan TBA dari Pemerintah

10 Juli 2026 - 11:37 WIB

PTPN I Gandeng dan Jaga Lahan Warga untuk Tembakau di Jember

9 Juli 2026 - 18:33 WIB

Dukung Pertumbuhan Bisnis Penerbangan Nasional, INACA: Perlu Kebijakan Responsif!

9 Juli 2026 - 15:55 WIB

Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit

8 Juli 2026 - 13:26 WIB

Trending di BANDARA