Menu

Mode Gelap
Ketua ALA dan ABAS Perkuat Silaturahmi di Jakarta untuk Pemekaran Provinsi di Aceh ALA dan ABAS Perkuat Silaturahmi di Jakarta, Satukan Dukungan Pemekaran untuk Pemerataan Pembangunan KAI Services Perkuat Kompetensi Frontliner untuk Jaga Kualitas Pelayanan 2 Isu Mengemuka Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Apa Saja? KAI Commuter Kembali Operasikan KRL CLI 225 di Lintas Bogor HUT ke-81, KAI Dorong Transformasi Transportasi Berkelanjutan

EKOBIS

PNM Kenalkan Model Pembiayaan Syariah Berbasis Kepercayaan di Hadapan Negara-Negara D-8

badge-check


 PNM Kenalkan Model Pembiayaan Syariah Berbasis Kepercayaan di Hadapan Negara-Negara D-8 Perbesar

Wartatrans.com  JAKARTA– PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memanfaatkan ajang Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 untuk memperkenalkan model pembiayaan syariah berbasis pemberdayaan yang telah menjangkau jutaan pelaku usaha ultra mikro di Indonesia. Di hadapan delegasi dari sembilan negara anggota Developing Eight (D-8), PNM menunjukkan bahwa keuangan syariah dapat menjadi instrumen efektif dalam menekan angka kemiskinan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Dalam forum diskusi HEI Talk bertajuk “Social Collateral, Real Impact: Rethinking Poverty Alleviation through Islamic Finance”, Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menjelaskan bahwa keberhasilan pembiayaan syariah tidak hanya diukur dari nilai penyaluran dana, tetapi juga dari perubahan kualitas hidup masyarakat penerima manfaat.

Menurut Dodot, pengalaman PNM membuktikan bahwa akses pembiayaan yang disertai pendampingan mampu menciptakan dampak sosial yang nyata, khususnya bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro.

“Enam belas juta perempuan tidak pernah meminta untuk diselamatkan. Mereka hanya ingin diberi ruang untuk bertumbuh dan tidak lagi dipandang sebelah mata. Ketika kepercayaan diberikan, mereka mampu mengubah kehidupan keluarga bahkan komunitasnya. Itulah hakikat pembiayaan ultra mikro berbasis syariah,” ujarnya.

Saat ini, PNM melalui program Mekaar melayani sekitar 16,1 juta nasaba yang tersebar melalui 58 kantor cabang di 36 provinsi dan lebih dari 6.600 kecamatan. Data perusahaan menunjukkan sekitar 74 persen nasabah mengalami peningkatan pendapatan, 72 persen lebih berperan dalam pengambilan keputusan keluarga, sementara 90 persenmengaku merasakan peningkatan kemandirian finansial.

Kontribusi program tersebut juga tercermin pada dampak ekonomi nasional. Sejak 2017, aktivitas usaha para nasabah disebut telah mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga hingga Rp55,81 triliun serta menghasilkan nilai ekspor produk binaan yang melampaui US$3 miliar.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian peserta forum internasional adalah penerapan social collateral atau jaminan sosial. Berbeda dengan pembiayaan konvensional yang mengandalkan aset sebagai agunan, PNM mengembangkan sistem tanggung renteng, di mana anggota kelompok saling membangun kepercayaan, disiplin, dan tanggung jawab bersama dalam menjalankan kewajiban pembiayaan.

Model tersebut dinilai sejalan dengan prinsip-prinsip keuangan syariah yang mengedepankan keadilan, kebersamaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Keikutsertaan PNM pada Halal Expo Indonesia 2026 juga menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat perannya dalam pengembangan industri halal global. Forum yang diluncurkan di Jakarta itu menargetkan peningkatan perdagangan intra-D-8 hingga US$500 miliar pada 2030 melalui penguatan kerja sama perdagangan dan investasi halal.

Dengan sekitar 73 persen portofolio pembiayaan Mekaar telah berbasis syariah, PNM menegaskan komitmennya menghadirkan layanan keuangan yang tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga membangun kapasitas usaha melalui pendampingan berkelanjutan.

Melalui forum tersebut, PNM membawa pesan bahwa penguatan ekonomi halal tidak selalu dimulai dari proyek berskala besar, melainkan dari keberanian memberi kesempatan kepada perempuan pelaku usaha ultra mikro untuk berkembang. Pendekatan inilah yang dinilai mampu menciptakan dampak ekonomi sekaligus sosial secara berkelanjutan.*** (Buyil)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

PELNI Kembangkan Ekosistem Bisnis Kelautan dan Wisata di Pulau Kapota

23 September 2026 - 18:10 WIB

Trafik Pelabuhan Regional 2 Meningkat, Pelindo Catat Pertumbuhan Arus Petikemas dan Barang hingga Agustus 2026

23 September 2026 - 17:32 WIB

Lebih dari 170.000 Warga Rasakan Manfaat Kontribusi Publik FIFGROUP

23 September 2026 - 15:20 WIB

Bazar Murah HUT ke-81 TNI Hadirkan Kebutuhan Pokok Terjangkau di Pasar Thumburuni

23 September 2026 - 08:29 WIB

KSOP Utama Tanjung Perak Pastikan Kesiapan E-RTG Baru di Terminal Petikemas Nilam

22 September 2026 - 22:33 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Dialog Lewat BWL

22 September 2026 - 18:16 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Pastikan Kelancaran Pasokan Gandum untuk Industri Pangan Nasional

22 September 2026 - 12:28 WIB

KAI Mini Fair di Stasiun Tugu, Loko Food Truck Sajikan Kuliner untuk Teman Perjalanan

22 September 2026 - 12:14 WIB

Personel ASDP Lintas Cabang Ikuti Sertifikasi Kesiapsiagaan Darurat

21 September 2026 - 16:41 WIB

SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan

21 September 2026 - 14:37 WIB

Trending di EKOBIS