Menu

Mode Gelap
Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran Kereta Petani Pedagang KAI Layani 26.074 Pelanggan di Lintas Rangkasbitung-Merak pada Semester I 2026 Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

SENI BUDAYA

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

badge-check


 Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Di tengah perkembangan seni rupa Indonesia, nama Tri Yuli Prasetyo dikenal bukan hanya sebagai seorang perupa, tetapi juga sebagai pendidik seni yang mendedikasikan dirinya bagi anak-anak penyandang disabilitas. Melalui Yuli Riban Art Class, ia membuktikan bahwa seni mampu menjadi bahasa universal yang melampaui keterbatasan fisik maupun kognitif.

Berangkat dari keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi kreatif, Yuli Riban mengembangkan metode pembelajaran secara personal (one-on-one/private class) yang disesuaikan dengan karakter, kemampuan, dan kebutuhan masing-masing peserta. Pendekatan ini membuat setiap anak memperoleh ruang yang aman untuk berekspresi sekaligus mengembangkan bakat seninya secara optimal.

Kegiatan pembelajaran dilakukan di studio rumah peserta maupun di Studio-Cafe Ruang Darmin dengan durasi dua hingga tiga jam setiap minggu. Bagi Yuli Riban, proses berkarya bukan sekadar menghasilkan lukisan, tetapi juga menjadi media terapi, meningkatkan rasa percaya diri, melatih kemampuan bersosialisasi, serta membangun kemandirian anak-anak disabilitas.

Komitmennya tidak berhenti pada proses pendidikan. Yuli Riban juga mendorong hasil karya para peserta menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kaus, tote bag, mug, dan tumbler. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian sekaligus memperkenalkan karya para perupa disabilitas kepada masyarakat luas.

Dedikasinya dalam mengembangkan seni inklusif telah mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Pameran-pameran yang digagasnya secara konsisten menghadirkan ruang bagi perupa disabilitas untuk tampil sejajar dengan seniman lainnya. Pada penyelenggaraan tahun 2024, pameran dibuka oleh Anung Pramono, sementara pada tahun 2025 dibuka oleh Giring Ganesha.

Dalam perjalanannya, Yuli Riban juga membangun jejaring kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan, sekolah luar biasa, galeri seni, komunitas, hingga organisasi sosial. Kolaborasi tersebut memperkuat ekosistem seni inklusif sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak disabilitas untuk berkarya dan diapresiasi.

Bagi Yuli Riban, seni bukan hanya tentang estetika, melainkan juga tentang kemanusiaan. Melalui karya dan pengabdiannya, ia terus menghadirkan ruang yang setara bagi anak-anak disabilitas agar dapat menunjukkan kemampuan, memperoleh pengakuan, dan memiliki masa depan yang lebih mandiri melalui seni. Dedikasi inilah yang menjadikan Yuli Riban bukan sekadar seorang perupa, tetapi juga penggerak seni inklusif yang konsisten memperjuangkan hak setiap anak untuk berkarya tanpa batas.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

2 Juli 2026 - 11:12 WIB

Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

2 Juli 2026 - 10:56 WIB

Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Pelepasan Peserta PPN XIV di Bandara SIM, Panitia Pastikan Misi Sastra dan Budaya Aceh Terus Berlanjut

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh

29 Juni 2026 - 19:17 WIB

Djamal Syarif Buka Malam Penutupan PPN XIV Aceh dengan Pembacaan Puisi

28 Juni 2026 - 22:03 WIB

Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali

28 Juni 2026 - 19:52 WIB

Jose Rizal Manua Dukung Keberatan Seniman Aceh atas Judul Film Malahayati: Pasukan 1000 Janda

28 Juni 2026 - 15:56 WIB

Yatti Surachman Tagih Janji Pembeli Rumah, Sisa Pelunasan Rp45 Juta Belum Dibayar

28 Juni 2026 - 14:29 WIB

Syuting “Lautan Cinta” di Yogyakarta, Abidzar Al-Ghifari Nikmati Kebersamaan dengan Para Pemain

28 Juni 2026 - 14:22 WIB

Trending di SENI BUDAYA