Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎ KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

SENI BUDAYA

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

badge-check


 Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Di tengah perkembangan seni rupa Indonesia, nama Tri Yuli Prasetyo dikenal bukan hanya sebagai seorang perupa, tetapi juga sebagai pendidik seni yang mendedikasikan dirinya bagi anak-anak penyandang disabilitas. Melalui Yuli Riban Art Class, ia membuktikan bahwa seni mampu menjadi bahasa universal yang melampaui keterbatasan fisik maupun kognitif.

Berangkat dari keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi kreatif, Yuli Riban mengembangkan metode pembelajaran secara personal (one-on-one/private class) yang disesuaikan dengan karakter, kemampuan, dan kebutuhan masing-masing peserta. Pendekatan ini membuat setiap anak memperoleh ruang yang aman untuk berekspresi sekaligus mengembangkan bakat seninya secara optimal.

Kegiatan pembelajaran dilakukan di studio rumah peserta maupun di Studio-Cafe Ruang Darmin dengan durasi dua hingga tiga jam setiap minggu. Bagi Yuli Riban, proses berkarya bukan sekadar menghasilkan lukisan, tetapi juga menjadi media terapi, meningkatkan rasa percaya diri, melatih kemampuan bersosialisasi, serta membangun kemandirian anak-anak disabilitas.

Komitmennya tidak berhenti pada proses pendidikan. Yuli Riban juga mendorong hasil karya para peserta menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kaus, tote bag, mug, dan tumbler. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian sekaligus memperkenalkan karya para perupa disabilitas kepada masyarakat luas.

Dedikasinya dalam mengembangkan seni inklusif telah mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Pameran-pameran yang digagasnya secara konsisten menghadirkan ruang bagi perupa disabilitas untuk tampil sejajar dengan seniman lainnya. Pada penyelenggaraan tahun 2024, pameran dibuka oleh Anung Pramono, sementara pada tahun 2025 dibuka oleh Giring Ganesha.

Dalam perjalanannya, Yuli Riban juga membangun jejaring kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan, sekolah luar biasa, galeri seni, komunitas, hingga organisasi sosial. Kolaborasi tersebut memperkuat ekosistem seni inklusif sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak disabilitas untuk berkarya dan diapresiasi.

Bagi Yuli Riban, seni bukan hanya tentang estetika, melainkan juga tentang kemanusiaan. Melalui karya dan pengabdiannya, ia terus menghadirkan ruang yang setara bagi anak-anak disabilitas agar dapat menunjukkan kemampuan, memperoleh pengakuan, dan memiliki masa depan yang lebih mandiri melalui seni. Dedikasi inilah yang menjadikan Yuli Riban bukan sekadar seorang perupa, tetapi juga penggerak seni inklusif yang konsisten memperjuangkan hak setiap anak untuk berkarya tanpa batas.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Jaja Mihardja Mengidolakan Almarhum Bing Slamet 

29 September 2026 - 03:02 WIB

Trending di SENI BUDAYA