Menu

Mode Gelap
Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali Kereta Merdeka KAI Semarakkan HUT ke-81 RI, Ada Lomba hingga Upgrade Kelas Gratis Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

SENI BUDAYA

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

badge-check


 Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Di tengah perkembangan seni rupa Indonesia, nama Tri Yuli Prasetyo dikenal bukan hanya sebagai seorang perupa, tetapi juga sebagai pendidik seni yang mendedikasikan dirinya bagi anak-anak penyandang disabilitas. Melalui Yuli Riban Art Class, ia membuktikan bahwa seni mampu menjadi bahasa universal yang melampaui keterbatasan fisik maupun kognitif.

Berangkat dari keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi kreatif, Yuli Riban mengembangkan metode pembelajaran secara personal (one-on-one/private class) yang disesuaikan dengan karakter, kemampuan, dan kebutuhan masing-masing peserta. Pendekatan ini membuat setiap anak memperoleh ruang yang aman untuk berekspresi sekaligus mengembangkan bakat seninya secara optimal.

Kegiatan pembelajaran dilakukan di studio rumah peserta maupun di Studio-Cafe Ruang Darmin dengan durasi dua hingga tiga jam setiap minggu. Bagi Yuli Riban, proses berkarya bukan sekadar menghasilkan lukisan, tetapi juga menjadi media terapi, meningkatkan rasa percaya diri, melatih kemampuan bersosialisasi, serta membangun kemandirian anak-anak disabilitas.

Komitmennya tidak berhenti pada proses pendidikan. Yuli Riban juga mendorong hasil karya para peserta menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kaus, tote bag, mug, dan tumbler. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian sekaligus memperkenalkan karya para perupa disabilitas kepada masyarakat luas.

Dedikasinya dalam mengembangkan seni inklusif telah mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Pameran-pameran yang digagasnya secara konsisten menghadirkan ruang bagi perupa disabilitas untuk tampil sejajar dengan seniman lainnya. Pada penyelenggaraan tahun 2024, pameran dibuka oleh Anung Pramono, sementara pada tahun 2025 dibuka oleh Giring Ganesha.

Dalam perjalanannya, Yuli Riban juga membangun jejaring kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan, sekolah luar biasa, galeri seni, komunitas, hingga organisasi sosial. Kolaborasi tersebut memperkuat ekosistem seni inklusif sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak disabilitas untuk berkarya dan diapresiasi.

Bagi Yuli Riban, seni bukan hanya tentang estetika, melainkan juga tentang kemanusiaan. Melalui karya dan pengabdiannya, ia terus menghadirkan ruang yang setara bagi anak-anak disabilitas agar dapat menunjukkan kemampuan, memperoleh pengakuan, dan memiliki masa depan yang lebih mandiri melalui seni. Dedikasi inilah yang menjadikan Yuli Riban bukan sekadar seorang perupa, tetapi juga penggerak seni inklusif yang konsisten memperjuangkan hak setiap anak untuk berkarya tanpa batas.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

14 Agustus 2026 - 21:53 WIB

SCTV Siapkan Pesta Musik dan Hiburan Spektakuler di HUT ke-36

14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Mural Masuk Sekolah Mengokohkan SMPN 2 Semarang Tiada Hari Tanpa Prestasi 

14 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Patricia Gouw Turun Langsung, Peserta Main Drama Casting Diuji Bangun Chemistry

14 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Lima Tahun Vakum, Olivia Zalianty Kembali ke Panggung Teater

14 Agustus 2026 - 17:52 WIB

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

“Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada”

13 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Trending di PERISTIWA