Menu

Mode Gelap
PTP Nonpetikemas Raih Pengakuan ISRA 2026 Kategori Sustainability Report Kemenhub Perkuat SDM Keselamatan Transportasi Jalan, Lantik 205 Lulusan PKTJ Rencana MRT Bali bakal jadi ART, Ini Tantangannya Semester I-2026, MR D.I.Y. Cetak Laba Rp590,7 Miliar KAI Services Resmikan Kantor dan Gudang Regional 8 Surabaya, Perkuat Operasional dan Layanan Pelanggan Garuda Indonesia Kembali Terbangi Rute Bandung–Bali

SENI BUDAYA

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

badge-check


 Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Di tengah perkembangan seni rupa Indonesia, nama Tri Yuli Prasetyo dikenal bukan hanya sebagai seorang perupa, tetapi juga sebagai pendidik seni yang mendedikasikan dirinya bagi anak-anak penyandang disabilitas. Melalui Yuli Riban Art Class, ia membuktikan bahwa seni mampu menjadi bahasa universal yang melampaui keterbatasan fisik maupun kognitif.

Berangkat dari keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi kreatif, Yuli Riban mengembangkan metode pembelajaran secara personal (one-on-one/private class) yang disesuaikan dengan karakter, kemampuan, dan kebutuhan masing-masing peserta. Pendekatan ini membuat setiap anak memperoleh ruang yang aman untuk berekspresi sekaligus mengembangkan bakat seninya secara optimal.

Kegiatan pembelajaran dilakukan di studio rumah peserta maupun di Studio-Cafe Ruang Darmin dengan durasi dua hingga tiga jam setiap minggu. Bagi Yuli Riban, proses berkarya bukan sekadar menghasilkan lukisan, tetapi juga menjadi media terapi, meningkatkan rasa percaya diri, melatih kemampuan bersosialisasi, serta membangun kemandirian anak-anak disabilitas.

Komitmennya tidak berhenti pada proses pendidikan. Yuli Riban juga mendorong hasil karya para peserta menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kaus, tote bag, mug, dan tumbler. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian sekaligus memperkenalkan karya para perupa disabilitas kepada masyarakat luas.

Dedikasinya dalam mengembangkan seni inklusif telah mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Pameran-pameran yang digagasnya secara konsisten menghadirkan ruang bagi perupa disabilitas untuk tampil sejajar dengan seniman lainnya. Pada penyelenggaraan tahun 2024, pameran dibuka oleh Anung Pramono, sementara pada tahun 2025 dibuka oleh Giring Ganesha.

Dalam perjalanannya, Yuli Riban juga membangun jejaring kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan, sekolah luar biasa, galeri seni, komunitas, hingga organisasi sosial. Kolaborasi tersebut memperkuat ekosistem seni inklusif sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak disabilitas untuk berkarya dan diapresiasi.

Bagi Yuli Riban, seni bukan hanya tentang estetika, melainkan juga tentang kemanusiaan. Melalui karya dan pengabdiannya, ia terus menghadirkan ruang yang setara bagi anak-anak disabilitas agar dapat menunjukkan kemampuan, memperoleh pengakuan, dan memiliki masa depan yang lebih mandiri melalui seni. Dedikasi inilah yang menjadikan Yuli Riban bukan sekadar seorang perupa, tetapi juga penggerak seni inklusif yang konsisten memperjuangkan hak setiap anak untuk berkarya tanpa batas.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tgk. Ibrahim PMToH, Penjaga Warisan Sastra Aceh yang Nyaris Terlupakan Tampil di “Hikayat Bak Keude Kupi”

7 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Aksi Spontan Rizki Putra Berbuah Dream Ticket di Main Drama Casting

7 Agustus 2026 - 11:16 WIB

FORWAN Siapkan Diskusi Publik Dukung Dangdut Menuju Pengakuan UNESCO

7 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Pengukuhan DKJ Dipersoalkan, Arie Batubara Nilai Pergub Dilanggar

6 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Judul Film “Pasukan 1.000 Janda” Dinilai Mereduksi Martabat Laksamana Malahayati, Dinas Sejarah AL pun Menolak

6 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Dinas Sejarah Angkatan Laut Dukung Pengembangan Film Pahlawan Nasional John Lie sebagai Diplomasi Budaya

6 Agustus 2026 - 16:18 WIB

KOKKANG Gelar Pameran Kartun “Tawa Merdeka”, Hadirkan 81 Karya untuk Rayakan HUT RI ke-81

6 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Menanti Keberpihakan Bang Doel Terhadap Karya Sastra Betawi 100 Tahun Kembali Diperjuangkan

6 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Saputra Kori Bawa Tantangan Spontan di Main Drama Casting, Nayaka Raih Dream Ticket

6 Agustus 2026 - 10:27 WIB

“Apa Kabar ”, Saat Ifan Seventeen Menyapa Rindu yang Belum Pergi

5 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Trending di SENI BUDAYA