Menu

Mode Gelap
Kepala BNN RI Hadiri Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80 Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025 Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran Kereta Petani Pedagang KAI Layani 26.074 Pelanggan di Lintas Rangkasbitung-Merak pada Semester I 2026 Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

SENI BUDAYA

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

badge-check


 Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan Perbesar

Wartatrans.com, AMBON – Perjalanan panjang mengikuti Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh meninggalkan kesan yang mendalam bagi Yanto, peserta asal Kabupaten Buru Selatan, Maluku. Setelah menempuh perjalanan selama sepekan dan mengikuti rangkaian kegiatan sastra selama delapan hari di Aceh, ia akhirnya tiba dengan selamat di Bandara Pattimura, Ambon, sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halamannya di Desa Hote, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan.

“Alhamdulillah wasyukurillah, saya tiba dengan selamat di Bandara Pattimura. Terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kak Novi MR, Bang Mahlizar Safdi, seluruh panitia, LO, para volunteer, panitia Aceh Tengah, Bireuen, Aceh Besar, para sesepuh, datuk, maestro sastra dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, serta para sahabat sastrawan dari berbagai daerah yang telah memberikan perhatian dan pelayanan luar biasa selama kegiatan berlangsung,” ungkap Yanto.

Menurutnya, pengalaman mengikuti PPN XIV Aceh bukan hanya memperkaya wawasan sastra, tetapi juga mempertemukannya dengan nilai-nilai keislaman, adat, dan budaya masyarakat Aceh yang sangat kuat. Sebelum berangkat, ia mengaku memiliki berbagai kekhawatiran karena baru pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Rencong. Namun seluruh kekhawatiran itu sirna setelah merasakan langsung keramahan masyarakat Aceh.

Selama berada di Banda Aceh, Bireuen, hingga Takengon, Aceh Tengah, Yanto mengaku terpesona oleh kekayaan budaya, tradisi, dan alam Aceh. Perjalanan darat sejauh sekitar 400 kilometer menuju dataran tinggi Gayo menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Ia menyaksikan secara langsung keindahan Danau Lut Tawar, Bur Telege, hutan cemara, hingga hamparan perkebunan Kopi Arabika Gayo yang telah mendunia.

Baginya, Tanah Gayo tidak hanya dikenal sebagai penghasil kopi terbaik dunia, tetapi juga memiliki tradisi sastra lisan yang kuat melalui Didong, yang menjadi bukti kokohnya peradaban Islam dan budaya masyarakat setempat.

Usai seluruh rangkaian kegiatan, Yanto kembali ke Banda Aceh dan bertolak melalui Bandara Sultan Iskandar Muda menuju Jakarta sebelum melanjutkan penerbangan ke Ambon. Setelah tiba di Ambon, ia masih harus melanjutkan perjalanan laut menuju Pulau Buru Selatan.

Yanto berharap pengalaman mengikuti PPN XIV Aceh menjadi titik awal berkembangnya kegiatan sastra di Kabupaten Buru Selatan, khususnya di SMKN 10 Buru Selatan, tempat dirinya mengabdi sebagai guru.

Ia juga berharap perhatian terhadap pengembangan sastra semakin besar, termasuk dari Badan Bahasa Provinsi Maluku, agar ruang-ruang kreativitas bagi para penyair dan sastrawan muda terus tumbuh.

“Sastra tidak akan hilang bersama penyair selama kata-kata masih menjadi tujuan kebaikan dan kemanusiaan di bumi,” ujarnya.

Menutup refleksinya, Yanto menyebut PPN XIV Aceh sebagai penyelenggaraan yang luar biasa dan membekas di hati.

“PPN XIV Aceh luar biasa, keren, berkesan, tenang sampai ke qalbu. Semoga kita dapat kembali bertemu dalam pertemuan-pertemuan sastra berikutnya,” tutupnya.Bila diinginkan, berita ini juga dapat disusun dengan gaya jurnalistik media cetak lengkap dengan lead 5W+1H dan kutipan langsung yang lebih kuat.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

2 Juli 2026 - 11:02 WIB

Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

2 Juli 2026 - 10:56 WIB

Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Pelepasan Peserta PPN XIV di Bandara SIM, Panitia Pastikan Misi Sastra dan Budaya Aceh Terus Berlanjut

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh

29 Juni 2026 - 19:17 WIB

Djamal Syarif Buka Malam Penutupan PPN XIV Aceh dengan Pembacaan Puisi

28 Juni 2026 - 22:03 WIB

Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali

28 Juni 2026 - 19:52 WIB

Jose Rizal Manua Dukung Keberatan Seniman Aceh atas Judul Film Malahayati: Pasukan 1000 Janda

28 Juni 2026 - 15:56 WIB

Yatti Surachman Tagih Janji Pembeli Rumah, Sisa Pelunasan Rp45 Juta Belum Dibayar

28 Juni 2026 - 14:29 WIB

Syuting “Lautan Cinta” di Yogyakarta, Abidzar Al-Ghifari Nikmati Kebersamaan dengan Para Pemain

28 Juni 2026 - 14:22 WIB

Trending di SENI BUDAYA