Menu

Mode Gelap
Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali Kereta Merdeka KAI Semarakkan HUT ke-81 RI, Ada Lomba hingga Upgrade Kelas Gratis Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

SENI BUDAYA

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

badge-check


 Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan Perbesar

Wartatrans.com, AMBON – Perjalanan panjang mengikuti Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh meninggalkan kesan yang mendalam bagi Yanto, peserta asal Kabupaten Buru Selatan, Maluku. Setelah menempuh perjalanan selama sepekan dan mengikuti rangkaian kegiatan sastra selama delapan hari di Aceh, ia akhirnya tiba dengan selamat di Bandara Pattimura, Ambon, sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halamannya di Desa Hote, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan.

“Alhamdulillah wasyukurillah, saya tiba dengan selamat di Bandara Pattimura. Terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kak Novi MR, Bang Mahlizar Safdi, seluruh panitia, LO, para volunteer, panitia Aceh Tengah, Bireuen, Aceh Besar, para sesepuh, datuk, maestro sastra dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, serta para sahabat sastrawan dari berbagai daerah yang telah memberikan perhatian dan pelayanan luar biasa selama kegiatan berlangsung,” ungkap Yanto.

Menurutnya, pengalaman mengikuti PPN XIV Aceh bukan hanya memperkaya wawasan sastra, tetapi juga mempertemukannya dengan nilai-nilai keislaman, adat, dan budaya masyarakat Aceh yang sangat kuat. Sebelum berangkat, ia mengaku memiliki berbagai kekhawatiran karena baru pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Rencong. Namun seluruh kekhawatiran itu sirna setelah merasakan langsung keramahan masyarakat Aceh.

Selama berada di Banda Aceh, Bireuen, hingga Takengon, Aceh Tengah, Yanto mengaku terpesona oleh kekayaan budaya, tradisi, dan alam Aceh. Perjalanan darat sejauh sekitar 400 kilometer menuju dataran tinggi Gayo menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Ia menyaksikan secara langsung keindahan Danau Lut Tawar, Bur Telege, hutan cemara, hingga hamparan perkebunan Kopi Arabika Gayo yang telah mendunia.

Baginya, Tanah Gayo tidak hanya dikenal sebagai penghasil kopi terbaik dunia, tetapi juga memiliki tradisi sastra lisan yang kuat melalui Didong, yang menjadi bukti kokohnya peradaban Islam dan budaya masyarakat setempat.

Usai seluruh rangkaian kegiatan, Yanto kembali ke Banda Aceh dan bertolak melalui Bandara Sultan Iskandar Muda menuju Jakarta sebelum melanjutkan penerbangan ke Ambon. Setelah tiba di Ambon, ia masih harus melanjutkan perjalanan laut menuju Pulau Buru Selatan.

Yanto berharap pengalaman mengikuti PPN XIV Aceh menjadi titik awal berkembangnya kegiatan sastra di Kabupaten Buru Selatan, khususnya di SMKN 10 Buru Selatan, tempat dirinya mengabdi sebagai guru.

Ia juga berharap perhatian terhadap pengembangan sastra semakin besar, termasuk dari Badan Bahasa Provinsi Maluku, agar ruang-ruang kreativitas bagi para penyair dan sastrawan muda terus tumbuh.

“Sastra tidak akan hilang bersama penyair selama kata-kata masih menjadi tujuan kebaikan dan kemanusiaan di bumi,” ujarnya.

Menutup refleksinya, Yanto menyebut PPN XIV Aceh sebagai penyelenggaraan yang luar biasa dan membekas di hati.

“PPN XIV Aceh luar biasa, keren, berkesan, tenang sampai ke qalbu. Semoga kita dapat kembali bertemu dalam pertemuan-pertemuan sastra berikutnya,” tutupnya.Bila diinginkan, berita ini juga dapat disusun dengan gaya jurnalistik media cetak lengkap dengan lead 5W+1H dan kutipan langsung yang lebih kuat.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

14 Agustus 2026 - 21:53 WIB

SCTV Siapkan Pesta Musik dan Hiburan Spektakuler di HUT ke-36

14 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Mural Masuk Sekolah Mengokohkan SMPN 2 Semarang Tiada Hari Tanpa Prestasi 

14 Agustus 2026 - 18:46 WIB

Patricia Gouw Turun Langsung, Peserta Main Drama Casting Diuji Bangun Chemistry

14 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Lima Tahun Vakum, Olivia Zalianty Kembali ke Panggung Teater

14 Agustus 2026 - 17:52 WIB

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

“Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada”

13 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Trending di PERISTIWA