Menu

Mode Gelap
128 Perwira PPI Curug Dituntut Jadi Bagian dari Solusi Hadapi Tantangan Industri Penerbangan Kemenhub Kukuhkan 25 Auditor ISPS Code InJourney Group Ramaikan Garuda Indonesia Travel Fair 2026 Ketua DEN Minta Perbaikan Program MBG Lewat Digitalisasi KKP Tangkap Kapal Diduga Pelaku Bom Ikan di Perairan Spermonde KRL Rangkasbitung Hanya Beroperasi hingga Palmerah Imbas Kerumunan Massa

ANJUNGAN

KKP Tambah 10 Kapal Pengawas dan Perluas Dermaga Batam untuk Berantas Illegal Fishing di Natuna

badge-check


 KKP Tambah 10 Kapal Pengawas dan Perluas Dermaga Batam untuk Berantas Illegal Fishing di Natuna Perbesar

Wartatrans.com, BATAM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di Laut Natuna Utara dengan menambah armada kapal pengawas serta mengembangkan infrastruktur pendukung di Batam, Kepulauan Riau.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan upaya pemberantasan praktik Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUUF) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711.

Penguatan tersebut dilakukan melalui pembangunan 10 kapal pengawas kelas I baru dan perluasan dermaga Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam yang akan difungsikan sebagai pangkalan utama armada pengawasan. Dengan tambahan tersebut, jumlah kapal pengawas yang dimiliki KKP akan bertambah dari 34 unit yang saat ini telah beroperasi.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan mengatakan, penambahan armada pengawasan harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai.

“Penambahan armada ini tentu harus didukung dengan penyediaan prasarana dermaga yang memadai, sehingga mampu menampung kapal-kapal berukuran besar yang saat ini sedang dibangun,” ujar Didit dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Sementara itu, Direktur Jenderal PSDKP Pung Nugroho Saksono atau yang akrab disapa Ipunk menjelaskan, Pangkalan PSDKP Batam dipilih sebagai pangkalan utama karena memiliki posisi yang strategis untuk mendukung pengawasan di perairan Laut Natuna Utara.

“Batam menjadi pangkalan utama bagi kapal pengawas yang beroperasi di WPPNRI 711 Laut Natuna Utara. Kawasan perairan tersebut masih tergolong rawan terhadap praktik pencurian ikan ilegal atau illegal fishing,” terang Ipunk.

Menurutnya, keberadaan pangkalan utama di Batam diharapkan dapat memperkuat kecepatan respons dan efektivitas patroli pengawasan di wilayah perairan yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tersebut.

Ipunk juga memastikan bahwa proses pembangunan 10 kapal pengawas baru beserta proyek perluasan dermaga PSDKP Batam dilakukan dengan pendampingan dan pengawasan dari Kejaksaan RI.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai aturan, transparan, dan akuntabel sehingga dapat mendukung optimalisasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di Indonesia, khususnya di Laut Natuna Utara yang masih menjadi salah satu wilayah rawan praktik penangkapan ikan ilegal.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kemenhub Kukuhkan 25 Auditor ISPS Code

28 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Teken Kerja Sama, Pelindo & IKM Perkuat Arus Nikel Kendari

28 Agustus 2026 - 05:44 WIB

ASDP Sterilisasi Pelabuhan Merak, Perkuat Keselamatan dan Keamanan Kawasan

27 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi

26 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Jelang Kedatangan Kapal Garibaldi, Pangkalan TNI AL Bergerak 2 Fungsi

26 Agustus 2026 - 09:25 WIB

TNI AD dan AL Kerahkan Kapal Rumah Sakit ke NTT

25 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Menhub Dudy Instruksikan Peningkatan Keselamatan Bertransportasi di Kepulauan Riau

24 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda

24 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Pelindo Semai Harapan di Langowan melalui Relawan Bakti BUMN Batch IX

24 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Trending di ANJUNGAN