Menu

Mode Gelap
Green SM Perbesar Bisnis Fleet EV, 500 Limo Green Masuk Jakarta Personel ASDP Lintas Cabang Ikuti Sertifikasi Kesiapsiagaan Darurat Buntut OTT KPK Di Kantor ATR/BPN Cibinong , HPPMI Dan LIRA Gelar Syukuran Serta Potong Domba.  SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan Bhutan Bersiap Gelar Bathing Carnival Bhutan Kedua di Telung, PemaGathsel KRL Jabodetabek Kembali Layani 1.065 Perjalanan, Empat Jadwal Bogor Dipulihkan

ANJUNGAN

Pelabuhan Sape Andal Perkuat Akses Wisata dan Ekonomi Kawasan Timur Indonesia

badge-check


 Layanan angkutan penyeberangan ASDP di Timur Indonesia Perbesar

Layanan angkutan penyeberangan ASDP di Timur Indonesia

Wartatrans.com, BIMA – Perjalanan menuju Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia, tidak hanya dimulai dari bandara, tetapi juga dari laut.

Dari Pelabuhan Sape di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), ribuan masyarakat dan wisatawan menyeberang setiap bulan menuju Pulau Flores.

Jalur ini bukan sekadar menghubungkan dua pulau, melainkan menjadi penggerak aktivitas pariwisata, perdagangan, dan perekonomian di kawasan timur Indonesia.

Sebagai operator penyeberangan nasional, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus menjaga keandalan layanan di Pelabuhan Sape agar konektivitas antarpulau tetap lancar, aman, dan berkelanjutan.

Keberadaan pelabuhan ini menjadi pintu masuk strategis menuju berbagai destinasi unggulan di NTT sekaligus memperkuat distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan, Pelabuhan Sape merupakan simpul transportasi yang memiliki peran strategis dalam membuka akses menuju pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan destinasi wisata kelas dunia.

“Pelabuhan Sape memiliki peran penting sebagai penghubung masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan menuju berbagai pusat pertumbuhan ekonomi maupun destinasi pariwisata unggulan. Melalui layanan penyeberangan yang andal, ASDP berkomitmen menghadirkan konektivitas yang mampu mendorong pemerataan ekonomi sekaligus membuka akses terhadap potensi daerah,” tutur Heru, Ahad (12/7/2026).

Labuan Bajo telah berkembang menjadi destinasi wisata kelas dunia yang menawarkan beragam daya tarik, mulai dari Taman Nasional Komodo, Pulau Padar, Pink Beach, hingga Desa Wae Rebo yang semakin populer sebagai destinasi wisata budaya berkat keunikan rumah adat Mbaru Niang dan panorama alam pegunungannya.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menambahkan, ASDP telah mengambil bagian dalam pengembangan kawasan pariwisata super prioritas Labuan Bajo melalui pembangunan Meruorah Komodo Labuan Bajo.

Sejalan dengan transformasi BUMN sektor pariwisata, aset tersebut kini telah menjadi bagian dari ekosistem InJourney. Kehadiran kawasan tersebut menjadi salah satu fondasi penguatan destinasi sekaligus melengkapi ekosistem layanan pariwisata di Labuan Bajo yang semakin terintegrasi.

“Sepanjang Januari hingga Mei 2026, lintasan Sape–Labuan Bajo telah melayani sebanyak 12.903 penumpang dan 6.935 kendaraan. Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan konektivitas masyarakat maupun wisatawan menuju kawasan Flores,” ungkap Windy.

Di sisi lain, Pelabuhan Sape juga menjadi urat nadi konektivitas bagi wilayah Bima dan kawasan timur Pulau Sumbawa. Pelabuhan ini membuka akses menuju pusat perdagangan, aktivitas ekonomi, serta mendukung kelancaran distribusi logistik yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

Potensi Bima pun terus berkembang. Destinasi seperti Pulau Kelapa, Pantai Pink, dan Tanjung Meriam menawarkan pengalaman wisata bahari, mulai dari snorkeling hingga menyaksikan lumba-lumba di habitat alaminya.

Selain itu, sektor peternakan sapi dan kambing serta komoditas perkebunan kelapa menjadi kekuatan ekonomi yang menopang kesejahteraan masyarakat setempat.

Saat ini ASDP Cabang Sape melayani lima lintasan strategis dengan dukungan empat armada, yakni KMP Cakalang, KMP Cucut, KMP Komodo, dan KMP Tongkol.

Kehadiran armada tersebut memastikan mobilitas penumpang maupun distribusi barang tetap berjalan optimal.

“Sebagai jalur vital nasional, kami akan terus menjaga keandalan layanan penyeberangan sebagai simpul konektivitas yang menghubungkan berbagai wilayah Indonesia. Melalui layanan yang semakin andal, ASDP berharap dapat terus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, memperkuat distribusi logistik, serta membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat,” pungkas Windy. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tata Terminal LNG Benoa, Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi di Bali

21 September 2026 - 10:52 WIB

Penyebab Kecelakaan Virgo Transport 8 Perlu Dibuktikan Secara Menyeluruh

21 September 2026 - 10:12 WIB

Menuju Go Live, Pelindo Solusi Digital Gandeng ASDEKI Perkuat Integrasi Layanan Digital Pelabuhan dan Hinterland

21 September 2026 - 09:46 WIB

PELNI Gelar Fleet Safety Excellence Award 2026

20 September 2026 - 16:42 WIB

Kemenhub Perkuat Kesiapan Awak Kapal PELNI Hadapi Situasi Darurat

20 September 2026 - 16:34 WIB

Kinerja 2025 Moncer, Pelindo Naik 3 Peringkat di Fortune Indonesia 100

20 September 2026 - 13:49 WIB

Kemenhub Pastikan Pemenuhan Santunan Asuransi Korban KMP Virgo Transport 8

20 September 2026 - 12:59 WIB

Komisi V DPR Tinjau Layanan Pelabuhan Makassar

19 September 2026 - 19:25 WIB

KN Kunyit, KN Grantin P. 211 dan KN Miang Besar Optimalkan Dukungan Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8

19 September 2026 - 16:31 WIB

Kapal Garibaldi yang akan jadi KRI Sriwijaya Tiba, TNI AL Siapkan Organisasi dan Pangkalan

18 September 2026 - 16:55 WIB

Trending di ANJUNGAN