Menu

Mode Gelap
KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

PERON

Pergerakan Penumpang Tembus 78 Juta, KAI Kembangkan Peron Jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk KRL 12 Kereta

badge-check


 Pergerakan Penumpang Tembus 78 Juta, KAI Kembangkan Peron Jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk KRL 12 Kereta Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menyiapkan penguatan kapasitas Bogor Line dengan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor disiapkan seiring pembaruan sarana KRL Commuter Line Jabodetabek untuk membantu mengurangi kepadatan, memperlancar alur naik dan turun, serta meningkatkan kenyamanan perjalanan, terutama pada jam sibuk.

Sepanjang Semester I 2026, Bogor Line melayani 78.077.679 pelanggan. Dengan periode pelayanan selama 181 hari, lintas tersebut melayani rata-rata sekitar 431.368 pelanggan per hari.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, besarnya volume pelanggan menjadikan peningkatan kapasitas sebagai kebutuhan penting. Penguatan layanan diarahkan agar pelanggan memperoleh ruang perjalanan yang lebih memadai, alur yang lebih tertata di peron, serta pelayanan yang semakin andal dalam aktivitas sehari-hari.

“Ratusan ribu pelanggan mengandalkan Bogor Line setiap hari untuk bekerja, belajar, dan menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, pengembangan layanan disiapkan dengan melihat kebutuhan pelanggan sejak memasuki stasiun, menunggu di peron, naik ke dalam KRL, hingga tiba di tujuan,” ujar Anne.

Kebutuhan tersebut terlihat pula dari tingginya aktivitas di Stasiun Bogor. Selama Januari–Juni 2026, stasiun ini mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan, terdiri atas 9.371.057 gate in dan 9.080.405 gate out. Rata-rata aktivitasnya mencapai sekitar 101.942 pergerakan pelanggan per hari.

Untuk merespons tingginya aktivitas tersebut, KAI menyiapkan peron jalur 6, 7, dan 8 agar dapat mendukung pengoperasian rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta atau SF12. Sebelumnya, jalur tersebut secara maksimal melayani rangkaian SF10. Pengembangan ini akan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengaturan kedatangan dan keberangkatan KRL SF12 di Stasiun Bogor.

Peron jalur 6, 7, dan 8 telah melalui uji bersama yang melibatkan tim prasarana, sarana, dan operasi. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur, peron, listrik aliran atas, sarana KRL SF12, serta pola operasi sebelum fasilitas digunakan dalam pelayanan pelanggan.

Uji bersama tersebut melanjutkan uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026 dan uji coba operasional KRL pada 1 Juli 2026. Seluruh hasil pengujian menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan pada tahap akhir pekerjaan.

“Uji bersama memastikan sarana, prasarana, dan pola operasi memiliki kesiapan yang selaras. Pemeriksaan dilakukan secara cermat karena keselamatan pelanggan dan keandalan perjalanan menjadi acuan utama sebelum fasilitas digunakan,” kata Anne.

Pengembangan tersebut mencakup perpanjangan jalur dan peron, pekerjaan struktur dan arsitektur, penataan listrik aliran atas, mekanikal dan elektrikal, serta fasilitas pendukung. Kanopi peron atau overcapping juga disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan saat menunggu KRL dalam kondisi panas maupun hujan.

Ketika peron jalur 6, 7, dan 8 siap digunakan untuk SF12, kedatangan dan keberangkatan rangkaian dapat diatur lebih fleksibel. Kondisi tersebut diharapkan membantu mendistribusikan pelanggan ke lebih banyak peron, mengurangi konsentrasi pada area tertentu, serta membuat proses naik dan turun berlangsung lebih tertata.

Penguatan prasarana di Stasiun Bogor berjalan seiring dengan pembaruan sarana KRL Commuter Line Jabodetabek. Program pengadaan mencakup 27 rangkaian baru atau 324 kereta, terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan 16 rangkaian produksi PT INKA (Persero).

Berdasarkan pembaruan internal terakhir, sebanyak 18 dari 27 rangkaian baru atau 216 kereta telah beroperasi, terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan 7 rangkaian produksi INKA. Sembilan rangkaian produksi INKA lainnya melanjutkan tahapan sesuai progres masing-masing sebelum digunakan dalam pelayanan.

Penempatan setiap rangkaian disesuaikan dengan kebutuhan operasi pada berbagai lintas pelayanan KRL Jabodetabek. Seluruh 11 rangkaian CRRC telah dioperasikan secara bertahap untuk memperkuat layanan Bogor Line dan Cikarang Line.

Sejumlah rangkaian baru tersebut telah memperkuat Bogor Line. Pada Juni 2025, dua rangkaian produksi CRRC mulai melayani lintas tersebut. Selanjutnya, dua rangkaian produksi INKA mulai beroperasi secara reguler di Bogor Line pada Desember 2025 setelah memperoleh sertifikasi keselamatan dan kelaikan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Anne menjelaskan, rangkaian SF12 memberikan kapasitas lebih besar dalam satu perjalanan. Penyediaan sarana berkapasitas lebih besar perlu didukung kesiapan peron, jalur, sistem kelistrikan, fasilitas perawatan, petugas, dan pengaturan perjalanan agar manfaatnya dapat dirasakan pelanggan secara optimal.

“Fokus penguatan Bogor Line adalah pengalaman harian pelanggan. Kapasitas yang lebih memadai, penyebaran pelanggan di peron, alur naik dan turun yang lebih lancar, serta sarana yang andal diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan pada waktu-waktu dengan kebutuhan perjalanan tinggi,” ujar Anne.

Selama tahap akhir pekerjaan berlangsung, KAI bersama KAI Commuter terus menyiapkan pengaturan alur pelanggan, informasi layanan, dan penempatan petugas di Stasiun Bogor. Pelanggan diimbau memperhatikan informasi perjalanan serta mengikuti arahan petugas saat berada di area stasiun.

“Dengan rata-rata lebih dari 431 ribu pelanggan per hari di Bogor Line, setiap peningkatan kapasitas harus memberi manfaat yang jelas bagi pelanggan. KAI bersama KAI Commuter terus menyelaraskan kesiapan peron SF12, sarana baru, dan operasi agar perjalanan semakin nyaman, aman, dan tertata,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api

26 Agustus 2026 - 22:22 WIB

KAI Services Perkuat Kemitraan Strategis melalui Mitra Gathering 2026

26 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Mobilitas Sumatra Meningkat, KA Rajabasa Layani 534.748 Pelanggan hingga Juli 2026

26 Agustus 2026 - 12:35 WIB

TOD MRT, Ketika Stasiun Membentuk Ekonomi Baru Ibu Kota

26 Agustus 2026 - 09:37 WIB

KAI Kaji Penguatan Konektivitas Logistik KITB Batang ke Tanjung Priok, Patimban hingga Tanjung Perak

25 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Puncak Arus Balik Maulid, 37.964 Pelanggan Tiba di Jakarta

25 Agustus 2026 - 11:25 WIB

KAI Sederhanakan Nama Kereta Semarang-Gambir, Argo Muria hingga Merbabu Jadi KA Muria

24 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Commuter Run 2026 Berhadiah Umrah, KAI Commuter Siapkan Doorprize untuk 2.500 Pelari

24 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Commuter Run 2026 Kembali Digelar KAI Commuter Lakukan Edukasi dan Sosialisasi layanan Commuter Line Melalui Event Lari

24 Agustus 2026 - 19:30 WIB

11 Juta Warga Indonesia Jadi Komuter, KAI Catat 242,9 Juta Pelanggan hingga Juli 2026

24 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Trending di PERON