Menu ✖

Mode Gelap
Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo B50 Jadi Program Utama KAI, Target Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta Zulfikar Kirbi, Seni Harus Terus Mengalir, Jangan Sampai Berhenti Pelindo Mengajar, Ajak Siswa SMKN 1 Mempawah Mengenal Dunia Kepelabuhanan

RAGAM

Normalisasi Ciliwung Telan Anggaran Rp300 M: 1 RT Pasti Hilang, Banjir Belum Tentu 

badge-check


 Normalisasi Ciliwung Telan Anggaran Rp300 M: 1 RT Pasti Hilang, Banjir Belum Tentu  Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta mengalokasikan Rp300 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 khusus untuk pembebasan lahan proyek normalisasi Kali Ciliwung.

Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Pramono Anung mematok tenggat: seluruh akuisisi tanah harus tuntas Desember 2026. Tujuannya agar pekerjaan fisik dikebut dan proyek selesai paling lambat 2027.

Hingga Jumat, 10 Juli 2026, realisasi pembebasan lahan di ruas Cawang, Jakarta Timur baru mencapai 62 bidang dari target 170 bidang. Capaian 36,4 persen itu masih menyisakan 108 bidang yang berstatus sengketa, belum sepakat harga, atau terkendala dokumen.

“Orang pasti tidak menyangka bahwa ternyata lahan di kawasan ini bisa dibebaskan dan proses normalisasi dapat dilakukan,” kata Pramono saat meninjau lokasi, pada Jumat,l (10/7/2026).

Ia mengklaim pembebasan dilakukan langsung tanpa perantara demi transparansi. Namun, percepatan ini menumbangkan sedikitnya satu rukun tetangga (RT) di Cawang karena seluruh permukiman masuk trase normalisasi.

Warga terdampak menempuh skema ganti rugi merujuk Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Penilaian harga dilakukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen, yang ditunjuk pemerintah.

Normalisasi Ciliwung dikerjakan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Proyek mencakup pelebaran alur, pembangunan tanggul beton, dan penataan bantaran untuk menaikkan kapasitas alur dari 200 meter kubik per detik, menjadi 570 meter kubik per detik.

Kementerian PU mencatat, selama 2014–2024 normalisasi baru menyentuh 16,2 kilometer, dari total trase 33,7 kilometer. Artinya, kurang dari separuh panjang sungai yang ditangani dalam 10 tahun.

Anggaran fisik 2026–2027 disiapkan Rp1,2 triliun. Namun, Kementerian PU menegaskan ,dana itu tak bisa dieksekusi bila 108 bidang lahan tersisa belum bebas. Keterlambatan satu bulan berpotensi memicu eskalasi biaya konstruksi 1,5 persen.

Pengamat tata kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, skeptis target 2027 tercapai. “Keberhasilan tidak diukur dari beton yang berdiri, melainkan apakah bantaran bebas kembali setelah proyek selesai,” ujarnya pada Sabtu (11/7/2026).

Yayat mengingatkan, curah hujan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung mencapai 3.200 milimeter per tahun, tertinggi se-Jabodetabek. Debit puncak saat musim hujan menembus 330 meter kubik per detik, sementara kapasitas eksisting hanya 200 meter kubik per detik.

Menurut dia, Rp300 miliar untuk lahan akan sia-sia bila tidak dibarengi penegakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan pengawasan permukiman liar. “Normalisasi tanpa law enforcement hanya memindahkan masalah banjir lima tahun ke depan,” katanya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan Cawang dan sekitarnya masih jadi langganan banjir dengan tinggi 40–120 sentimeter pada Januari–Februari 2026. Total 1.742 kepala keluarga terdampak di sepanjang Ciliwung.

Dengan 63,6 persen lahan belum bebas, janji bebas banjir 2027 masih jauh. Satu RT sudah hilang, tetapi bujet anggaran sebesar Rp300 miliar justru belum mampu membeli solusi banjir.***

(Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

7 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Pelindo Mengajar, Ajak Siswa SMKN 1 Mempawah Mengenal Dunia Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Perempuan Aceh Bicara di Jakarta, Rumuskan Peta Jalan Kepemimpinan Perempuan Aceh 2045

7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Apa yang Dibahas Jokowi Saat Sambangi Prabowo di Kertanegara Jelang MK Putus Perkara Gibran?

7 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Usai Putusan MK, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Gibran dari Ruang Kerjanya

7 Oktober 2026 - 16:58 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SLTA Gibran, Buku Rismon Kembali Disorot

7 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Bengkel Kreatif Aceh Multi Vision, 15 Tahun Mengembangkan Karya dan Ekonomi Kreatif Aceh

7 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Pengurus APPSI Aceh Tengah Periode 2025–2030 Siap Dilantik

7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Trending di RAGAM