Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Kebut Transformasi Bandara Soekarno-Hatta Menuju 10 Besar Dunia 2029 Pelabuhan Patimban Mulai Layani Rute Peti Kemas Internasional ke Malaysia Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital untuk Menebar Dakwah Perang Apparel Piala Dunia 2026: Hegemoni, Inovasi, dan Cuan Raksasa di Panggung 11 Miliar Dolar Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari Rp80 Triliun Subsidi Mobil Listrik, Industri Untung Rakyat Tetap Naik Motor

RAGAM

Normalisasi Ciliwung Telan Anggaran Rp300 M: 1 RT Pasti Hilang, Banjir Belum Tentu 

badge-check


 Normalisasi Ciliwung Telan Anggaran Rp300 M: 1 RT Pasti Hilang, Banjir Belum Tentu  Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta mengalokasikan Rp300 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 khusus untuk pembebasan lahan proyek normalisasi Kali Ciliwung.

Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Pramono Anung mematok tenggat: seluruh akuisisi tanah harus tuntas Desember 2026. Tujuannya agar pekerjaan fisik dikebut dan proyek selesai paling lambat 2027.

Hingga Jumat, 10 Juli 2026, realisasi pembebasan lahan di ruas Cawang, Jakarta Timur baru mencapai 62 bidang dari target 170 bidang. Capaian 36,4 persen itu masih menyisakan 108 bidang yang berstatus sengketa, belum sepakat harga, atau terkendala dokumen.

“Orang pasti tidak menyangka bahwa ternyata lahan di kawasan ini bisa dibebaskan dan proses normalisasi dapat dilakukan,” kata Pramono saat meninjau lokasi, pada Jumat,l (10/7/2026).

Ia mengklaim pembebasan dilakukan langsung tanpa perantara demi transparansi. Namun, percepatan ini menumbangkan sedikitnya satu rukun tetangga (RT) di Cawang karena seluruh permukiman masuk trase normalisasi.

Warga terdampak menempuh skema ganti rugi merujuk Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Penilaian harga dilakukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen, yang ditunjuk pemerintah.

Normalisasi Ciliwung dikerjakan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Proyek mencakup pelebaran alur, pembangunan tanggul beton, dan penataan bantaran untuk menaikkan kapasitas alur dari 200 meter kubik per detik, menjadi 570 meter kubik per detik.

Kementerian PU mencatat, selama 2014–2024 normalisasi baru menyentuh 16,2 kilometer, dari total trase 33,7 kilometer. Artinya, kurang dari separuh panjang sungai yang ditangani dalam 10 tahun.

Anggaran fisik 2026–2027 disiapkan Rp1,2 triliun. Namun, Kementerian PU menegaskan ,dana itu tak bisa dieksekusi bila 108 bidang lahan tersisa belum bebas. Keterlambatan satu bulan berpotensi memicu eskalasi biaya konstruksi 1,5 persen.

Pengamat tata kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, skeptis target 2027 tercapai. “Keberhasilan tidak diukur dari beton yang berdiri, melainkan apakah bantaran bebas kembali setelah proyek selesai,” ujarnya pada Sabtu (11/7/2026).

Yayat mengingatkan, curah hujan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung mencapai 3.200 milimeter per tahun, tertinggi se-Jabodetabek. Debit puncak saat musim hujan menembus 330 meter kubik per detik, sementara kapasitas eksisting hanya 200 meter kubik per detik.

Menurut dia, Rp300 miliar untuk lahan akan sia-sia bila tidak dibarengi penegakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan pengawasan permukiman liar. “Normalisasi tanpa law enforcement hanya memindahkan masalah banjir lima tahun ke depan,” katanya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan Cawang dan sekitarnya masih jadi langganan banjir dengan tinggi 40–120 sentimeter pada Januari–Februari 2026. Total 1.742 kepala keluarga terdampak di sepanjang Ciliwung.

Dengan 63,6 persen lahan belum bebas, janji bebas banjir 2027 masih jauh. Satu RT sudah hilang, tetapi bujet anggaran sebesar Rp300 miliar justru belum mampu membeli solusi banjir.***

(Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari

12 Juli 2026 - 15:12 WIB

390 Ton Logam Tanah Jarang Bocor, Hilirisasi Indonesia Sangat Dipertanyakan

12 Juli 2026 - 15:01 WIB

IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

12 Juli 2026 - 07:11 WIB

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara

10 Juli 2026 - 18:55 WIB

Omah Jangan Diam Terus, Resto di Depok yang Menyajikan Kelezatan, Perjalanan, dan Nilai Kemanusiaan

10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Trending di RAGAM