Menu ✖

Mode Gelap
Pembiayaan Elektrifikasi Transjakarta Rp5,07 Triliun KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi

SUMBER DAYA

Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital untuk Menebar Dakwah

badge-check


 Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital untuk Menebar Dakwah Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR – Perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi Generasi Z untuk menjadi pelopor dakwah di ruang media sosial. Di tengah derasnya arus informasi, generasi muda tidak cukup hanya menjadi penikmat konten, tetapi juga dituntut mampu menghadirkan narasi yang membawa nilai-nilai kebaikan dan mencerahkan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pemimpin Redaksi Ummat TV Networking, Anwar Aras, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sekolah Dai Azura (SADAR) di Masjid Azura, Kemang, Kabupaten Bogor, Jumat (10/7/2026). Dalam kesempatan itu, Anwar yang juga merupakan pengurus Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) Pusat menyampaikan materi bertajuk “Peran Media dalam Dakwah ke Gen Z”.

Kegiatan diikuti sekitar 15 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, santri SADAR, hingga pelajar SMK Cibitung, Karawang, Banten.
Menurut Anwar, dakwah di era digital telah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Penyampaian pesan-pesan Islam tidak lagi hanya dilakukan melalui mimbar masjid atau majelis taklim, melainkan juga melalui berbagai platform media sosial yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda.

“Anak-anak muda hari ini adalah generasi yang sangat dekat dengan gadget. Karena itu, perangkat yang ada di tangan mereka harus menjadi wasilah untuk menyebarkan kebenaran, bukan sekadar sarana hiburan,” ujarnya.

Ia menilai ruang digital saat ini dipenuhi berbagai informasi, mulai dari konten edukatif hingga hoaks, ujaran kebencian, dan paham-paham yang menyimpang. Karena itu, menurutnya, diperlukan lebih banyak konten positif yang mampu menjadi penyeimbang sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Anwar juga mengajak para peserta untuk mulai berkarya sesuai kemampuan masing-masing. Dakwah digital, katanya, tidak harus dimulai dengan produksi konten yang rumit, melainkan dapat dilakukan melalui karya-karya sederhana yang memberikan manfaat bagi banyak orang.

“Minimal buatlah konten-konten positif sesuai kemampuan yang dimiliki. Kalau ruang digital dipenuhi pesan-pesan kebaikan, maka kita ikut mengambil bagian dalam menyebarkan dakwah,” katanya.

Selain mendorong kreativitas, Anwar menekankan pentingnya literasi digital agar generasi muda memiliki kemampuan memilah dan menyaring informasi sebelum mempercayai ataupun membagikannya kepada orang lain.

“Setidaknya setelah mengikuti materi ini mereka tahu apa yang harus dilakukan ketika menemukan konten negatif. Minimal ada filter dalam dirinya sebelum menerima ataupun menyebarkan sebuah informasi,” jelasnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Daurah SADAR, Tirdmidzi, menjelaskan bahwa kegiatan pembekalan yang berlangsung selama dua hari tersebut merupakan tahapan awal bagi peserta angkatan kedua sebelum mengikuti proses pendidikan secara reguler.
Menurutnya, peserta akan menjalani pembinaan selama dua tahun dengan fokus pada penguatan ruhiyah, pendalaman ilmu keislaman, serta pengembangan potensi sebagai calon dai yang siap berdakwah di tengah masyarakat.

“Kami berharap pembekalan ini menjadi fondasi awal bagi para peserta. Setelah menyelesaikan pendidikan nanti, mereka diharapkan kembali ke tengah keluarga dan masyarakat sebagai dai yang siap berdakwah serta memberikan manfaat sesuai potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Melalui program pembinaan tersebut, Sekolah Dai Azura (SADAR) berharap dapat melahirkan kader-kader dai yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga cakap memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah yang efektif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.*** (MY)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Hadir di Multifinance Day 2026, ACC Dukung Inklusi Keuangan OJK

11 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Inovasi Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional di Lima Tahun Merger Pelindo

10 Oktober 2026 - 22:38 WIB

32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur

10 Oktober 2026 - 19:24 WIB

NPCT1 Raih Penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

10 Oktober 2026 - 11:19 WIB

KKP-BPOM Bersinergi Jamin Keamanan Produk Perikanan untuk MBG

10 Oktober 2026 - 01:13 WIB

Trending di NASIONAL