Menu

Mode Gelap
Pelabuhan Sape Andal Perkuat Akses Wisata dan Ekonomi Kawasan Timur Indonesia InJourney Airports Kebut Transformasi Bandara Soekarno-Hatta Menuju 10 Besar Dunia 2029 Pelabuhan Patimban Mulai Layani Rute Peti Kemas Internasional ke Malaysia Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital untuk Menebar Dakwah Perang Apparel Piala Dunia 2026: Hegemoni, Inovasi, dan Cuan Raksasa di Panggung 11 Miliar Dolar Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari

SUMBER DAYA

Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital untuk Menebar Dakwah

badge-check


 Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital untuk Menebar Dakwah Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR – Perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi Generasi Z untuk menjadi pelopor dakwah di ruang media sosial. Di tengah derasnya arus informasi, generasi muda tidak cukup hanya menjadi penikmat konten, tetapi juga dituntut mampu menghadirkan narasi yang membawa nilai-nilai kebaikan dan mencerahkan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pemimpin Redaksi Ummat TV Networking, Anwar Aras, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sekolah Dai Azura (SADAR) di Masjid Azura, Kemang, Kabupaten Bogor, Jumat (10/7/2026). Dalam kesempatan itu, Anwar yang juga merupakan pengurus Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) Pusat menyampaikan materi bertajuk “Peran Media dalam Dakwah ke Gen Z”.

Kegiatan diikuti sekitar 15 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, santri SADAR, hingga pelajar SMK Cibitung, Karawang, Banten.
Menurut Anwar, dakwah di era digital telah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Penyampaian pesan-pesan Islam tidak lagi hanya dilakukan melalui mimbar masjid atau majelis taklim, melainkan juga melalui berbagai platform media sosial yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda.

“Anak-anak muda hari ini adalah generasi yang sangat dekat dengan gadget. Karena itu, perangkat yang ada di tangan mereka harus menjadi wasilah untuk menyebarkan kebenaran, bukan sekadar sarana hiburan,” ujarnya.

Ia menilai ruang digital saat ini dipenuhi berbagai informasi, mulai dari konten edukatif hingga hoaks, ujaran kebencian, dan paham-paham yang menyimpang. Karena itu, menurutnya, diperlukan lebih banyak konten positif yang mampu menjadi penyeimbang sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Anwar juga mengajak para peserta untuk mulai berkarya sesuai kemampuan masing-masing. Dakwah digital, katanya, tidak harus dimulai dengan produksi konten yang rumit, melainkan dapat dilakukan melalui karya-karya sederhana yang memberikan manfaat bagi banyak orang.

“Minimal buatlah konten-konten positif sesuai kemampuan yang dimiliki. Kalau ruang digital dipenuhi pesan-pesan kebaikan, maka kita ikut mengambil bagian dalam menyebarkan dakwah,” katanya.

Selain mendorong kreativitas, Anwar menekankan pentingnya literasi digital agar generasi muda memiliki kemampuan memilah dan menyaring informasi sebelum mempercayai ataupun membagikannya kepada orang lain.

“Setidaknya setelah mengikuti materi ini mereka tahu apa yang harus dilakukan ketika menemukan konten negatif. Minimal ada filter dalam dirinya sebelum menerima ataupun menyebarkan sebuah informasi,” jelasnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Daurah SADAR, Tirdmidzi, menjelaskan bahwa kegiatan pembekalan yang berlangsung selama dua hari tersebut merupakan tahapan awal bagi peserta angkatan kedua sebelum mengikuti proses pendidikan secara reguler.
Menurutnya, peserta akan menjalani pembinaan selama dua tahun dengan fokus pada penguatan ruhiyah, pendalaman ilmu keislaman, serta pengembangan potensi sebagai calon dai yang siap berdakwah di tengah masyarakat.

“Kami berharap pembekalan ini menjadi fondasi awal bagi para peserta. Setelah menyelesaikan pendidikan nanti, mereka diharapkan kembali ke tengah keluarga dan masyarakat sebagai dai yang siap berdakwah serta memberikan manfaat sesuai potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Melalui program pembinaan tersebut, Sekolah Dai Azura (SADAR) berharap dapat melahirkan kader-kader dai yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga cakap memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah yang efektif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.*** (MY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

12 Juli 2026 - 07:11 WIB

Wali Kota Langsa Serahkan Seragam Sekolah Gratis bagi Anak Yatim Piatu di Langsa Lama

11 Juli 2026 - 01:56 WIB

Revtalisasi MTSN Subulussalam Diduga Minim Koordinasi, Kegiatan Belajar Mengajar Terganggu

10 Juli 2026 - 17:33 WIB

Perkuat Sinergitas, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Silaturahmi dengan PWI-LS DKI Jakarta

9 Juli 2026 - 20:35 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako bagi Masyarakat Kecamatan Koja

9 Juli 2026 - 20:30 WIB

Serap Aspirasi Peserta DPM, Poltekpel Surabaya Gelar Forum Konsultasi Publik

9 Juli 2026 - 13:08 WIB

Wujudkan Green Port, IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Gratis

9 Juli 2026 - 11:12 WIB

Terminal Teluk Lamong dan BPD GINSI Jawa Timur Satukan Langkah Perkuat Pelayanan Kepelabuhanan

9 Juli 2026 - 06:56 WIB

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

8 Juli 2026 - 12:43 WIB

Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

8 Juli 2026 - 12:32 WIB

Trending di ANJUNGAN