Menu ✖

Mode Gelap
Pembiayaan Elektrifikasi Transjakarta Rp5,07 Triliun KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi

OTOMOTIF

Rp80 Triliun Subsidi Mobil Listrik, Industri Untung Rakyat Tetap Naik Motor

badge-check


 Rp80 Triliun Subsidi Mobil Listrik, Industri Untung Rakyat Tetap Naik Motor Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Pemerintah mengucurkan Rp80 triliun untuk subsidi kendaraan listrik. Hasilnya, penjualan mobil listrik melonjak 217 persen pada semester I 2026. Tapi di balik angka itu, 7 mobil “buatan Indonesia” yang dijual harganya mulai Rp400 juta.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan Battery Electric Vehicle (BEV) mencapai 48.500 unit hingga Juni 2026. Kenaikan signifikan ini tidak lepas dari insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang diberikan pemerintah.

Syaratnya satu: Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen. Agar memenuhi syarat dan tetap untung, pabrikan akhirnya memilih bermain di segmen menengah ke atas.

Saat ini, ada 7 merek yang sudah merakit di dalam negeri. Wuling Air ev di Cikarang dijual mulai Rp238 juta. BYD M6 dan Chery Omoda E5 ada di rentang Rp350 juta hingga Rp450 juta. Sementara, Hyundai Ioniq 5, bahkan tembus Rp700 juta hingga Rp1,1 miliar.

Direktur PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, Jusak Kertosusila, mengakui mobil listrik kini jadi “mesin bisnis baru”. “Kontribusinya terhadap pendapatan kami sudah di atas 30 persen,” ujarnya pada Kamis (10/7/2026).

Masalahnya, siapa sesungguhnya yang menikmati Rp80 triliun itu? Pengamat Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menyebut kebijakan ini melenceng. “Subsidi Rp80 triliun itu besar. Tapi nyatanya,70 persennya dinikmati kelas menengah atas yang mampu beli mobil Rp400 juta ke atas,” kata Yannes pada Jumat, (11/7/2026).

Menurut Yannes, negara sedang membiayai gaya hidup, bukan pemerataan transportasi. Infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) masih menumpuk di Jawa. Harga baterai juga belum turun, meski pabrik baterai sudah ada di Karawang. “Yang terjadi sekarang adalah industrialisasi tanpa keadilan. Kita bangga ada pabrik, tapi mobilnya tidak terjangkau untuk rakyat yang butuh kendaraan murah,” tegasnya.

Data menunjukkan dari tujuh mobil listrik rakitan lokal, hanya satu yang harganya di bawah Rp300 juta. Sisanya adalah barang mewah berbalut label “buatan Indonesia”. Pemerintah menargetkan 600 ribu unit mobil listrik terjual pada 2030. Target itu akan sulit tercapai jika skema insentif tidak diubah. Selama subsidi masih jadi diskon untuk mobil Rp700 juta, maka transisi energi hanya akan jadi pesta kelas atas. Sementara, mayoritas rakyat tetap setia dengan motor bensin dan angkot tua.*** (Artha Tidar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan

10 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Bandara Lombok Sambut Kedatangan Ofisial, Kru, Pembalap, dan Kargo MotoGP 2026

7 Oktober 2026 - 16:53 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Kehadiran MotoGP Mandalika 2026 Perluas Jaringan Transportasi Lombok

6 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Superbank Biayai 200 Mobil Listrik Grab, Fokus TCO dan Infrastruktur

4 Oktober 2026 - 10:50 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Penjualan EV Melaju, Transformasi Pasar Indonesia Belum Maksimal

30 September 2026 - 16:09 WIB

LABA Masuk BaaS Truk Listrik, Modal Awal Jadi Tantangan

27 September 2026 - 15:47 WIB

Mobil Listrik di Kapal: Aturan Ada, Kesiapan jadi Tantangan

25 September 2026 - 20:23 WIB

Trending di ANJUNGAN