Menu ✖

Mode Gelap
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Sejumlah Menteri Bergeser Dukung Mobilitas Kemayoran, DAMRI Jadi Mitra Operasional Layanan Kemon Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto, Tongkat Komando Polri Berpindah KAI Percepat Implementasi Rekomendasi KNKT, 190 Titik Perlintasan Jadi Prioritas Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi

SENI BUDAYA

Seni Gayo Kepung Jakarta, Pegayon Pentaskan Warisan Leluhur Tanoh Gayo

badge-check


 Seni Gayo Kepung Jakarta, Pegayon Pentaskan Warisan Leluhur Tanoh Gayo Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Sanggar Pegayon kembali menghadirkan pergelaran budaya bertajuk Pegayon Art Jak 2026 dengan mengusung tema “Uetmi Ko Gayo”. Pertunjukan yang menjadi perayaan seni dan budaya Gayo ini digelar pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 15.00–18.00 WIB, di Teater Tuti Indra Malaon, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya No. 73, Menteng, Jakarta Pusat.

Mengangkat semangat “Seni Gayo Kepung Jakarta”, pementasan ini menjadi ikhtiar Sanggar Pegayon dalam menghidupkan kembali warisan seni tradisi Gayo di tengah masyarakat ibu kota. Sebagaimana tertulis dalam tema acara, “Uetmi Ko Gayo”, pertunjukan ini merupakan sebuah perayaan seni dan budaya Gayo yang penuh makna, keindahan, dan kebanggaan, sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan warisan leluhur.

Rangkaian acara akan diawali dengan prosesi Tepung Tawar yang dipimpin oleh dua orang mamak sebagai simbol doa, restu, dan harapan agar seluruh kegiatan berjalan lancar. Selanjutnya, seorang penari akan membawakan Munalo sebagai tarian pembuka.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, perwakilan Dewan, dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Pementasan utama diawali dengan Tari Guel, salah satu mahakarya seni tradisi masyarakat Gayo yang sarat nilai sejarah dan filosofi. Tarian ini akan diiringi bunyi gong, gegedem, suling, sining, serta rangkaian gerak khas seperti Tabi Mulo Langit Si Kupejujung, Maaf Mulo Bumi Si Kupejejak, Rasinge, Munatap, Dep, hingga Cincang Nangka, yang menggambarkan penghormatan kepada alam, leluhur, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Gayo.

Usai Tari Guel, narator akan menjelaskan makna Tari Guel dan Tari Oteh Roda sebelum lima penari beberu menampilkan tarian yang merepresentasikan kelembutan, kekompakan, dan keindahan perempuan Gayo.

Memasuki pertunjukan berikutnya, narator akan memperkenalkan Didong, kesenian khas Gayo yang memadukan syair, vokal, ritme tepok, dan pesan-pesan kehidupan.

Didong diawali dengan Tingkah Pumu, dilanjutkan seluruh pendidong memasuki arena dan duduk rapi pada posisi masing-masing untuk membawakan Runcang 6, kemudian Persalaman, Lagu Pegayon, Tepok Kreasi Pembuka, Lagu Mungaro, Lagu Idem-Idem, Tepok Naruto, Pulut Lengkawi, hingga ditutup dengan Tepok Guel.

Suasana kemudian berlanjut pada sesi Niro Izin. Pada bagian ini, para pendidong yang bertugas memainkan alat musik bergerak menuju perangkat musik, sementara peserta lainnya mengajak penonton ikut serta dalam Turun Kubelang, sebuah tarian kebersamaan yang melibatkan seluruh hadirin.

Rangkaian pertunjukan akan ditutup dengan Tari Turun Kubelang dan sesi foto bersama seluruh seniman, tamu undangan, serta penonton sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan.

Melalui Pegayon Art Jak 2026, Sanggar Pegayon berharap seni tradisi Gayo semakin dikenal oleh masyarakat luas serta terus hidup di tengah perkembangan zaman. Pergelaran ini menjadi bukti bahwa warisan budaya Tanoh Gayo tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu tampil megah di panggung seni nasional melalui kreativitas generasi muda yang terus produktif melestarikan budaya leluhur.*** (Jasa/Agam)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Trending di RAGAM