Menu

Mode Gelap
40 Tahun Berpisah, Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi Angkatan 1986 Perkuat Silaturahmi dan Gagas Aksi Sosial KAI Group Layani 7,46 Juta Penumpang Kereta Bandara pada Semester I 2026 Pergerakan Penumpang Tembus 78 Juta, KAI Kembangkan Peron Jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk KRL 12 Kereta Seni Gayo Kepung Jakarta, Pegayon Pentaskan Warisan Leluhur Tanoh Gayo Titiek Soeharto Apresiasi BUBK Kebumen, Produksi Udang Siklus ke-8 Diproyeksi Capai 254,5 Ton Pengguna Suite Class Compartment KAI Melonjak 64,76 Persen pada Semester I 2026

PERON

KAI Group Layani 7,46 Juta Penumpang Kereta Bandara pada Semester I 2026

badge-check


 KAI Group Layani 7,46 Juta Penumpang Kereta Bandara pada Semester I 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan jumlah pengguna layanan transportasi berbasis rel yang terintegrasi dengan bandara sepanjang Semester I 2026.

Delapan layanan yang dioperasikan KAI Group melayani sebanyak 7.468.887 pelanggan atau meningkat 2,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 7.255.754 pelanggan.

Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi yang menghubungkan bandara dengan pusat kota maupun kawasan penyangga, baik untuk keperluan liburan, perjalanan dinas, maupun kunjungan keluarga.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, layanan kereta menuju bandara memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan yang terintegrasi dengan moda transportasi udara.

“Pada Semester I 2026, jumlah pelanggan pada delapan layanan tersebut bertambah 213.133 pelanggan dibanding periode yang sama tahun lalu. Kehadiran layanan ini membantu masyarakat menghubungkan perjalanan udara dengan pusat kota, kawasan permukiman, pusat kegiatan, dan stasiun kereta api,” ujar Anne.

Dari total pelanggan tersebut, layanan yang dikelola KAI Bandara di wilayah Yogyakarta dan Sumatra Utara menjadi penyumbang terbesar dengan total 3.482.897 pelanggan.

Di Yogyakarta, KA Bandara YIA Reguler relasi Yogyakarta–Wates–Bandara YIA pulang pergi (pp) melayani 908.898 pelanggan, sedangkan KA Bandara YIA Xpress relasi Yogyakarta–Bandara YIA pp mencatat 434.765 pelanggan. Secara keseluruhan, kedua layanan itu melayani 1.343.663 pelanggan selama Semester I 2026.

Sementara di Sumatra Utara, KA Srilelawangsa relasi Medan–Kualanamu pp melayani 793.519 pelanggan. Adapun relasi Medan–Kuala Bingai pp mencatat 1.345.715 pelanggan, dengan layanan yang terhubung menuju Bandara Kualanamu melalui Stasiun Medan. Total pengguna dua layanan tersebut mencapai 2.139.234 pelanggan.

Selain itu, Commuter Line Basoetta relasi Manggarai–Bandara Soekarno-Hatta pp melayani 1.197.413 pelanggan pada Semester I 2026.

Di Jawa Tengah, KA Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS) yang melayani rute Bandara Adi Soemarmo–Madiun dan Bandara Adi Soemarmo–Caruban pp mencatat 461.482 pelanggan.

Kemudian, KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–Bandara Internasional Minangkabau pp melayani 120.599 pelanggan. Sementara itu, LRT Sumsel relasi Stasiun DJKA–Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pp menjadi layanan dengan jumlah pengguna tertinggi, yakni mencapai 2.206.496 pelanggan.

Anne menjelaskan, setiap layanan dirancang sesuai karakteristik kebutuhan mobilitas masyarakat di masing-masing daerah. Di Yogyakarta, misalnya, masyarakat dapat memilih layanan reguler yang berhenti di Stasiun Wates maupun layanan ekspres dengan perjalanan langsung menuju Bandara YIA.

Di Sumatra Utara, layanan KA Srilelawangsa tidak hanya menghubungkan Medan dengan Bandara Kualanamu, tetapi juga memperluas jangkauan layanan hingga Kuala Bingai. Sementara Commuter Line Basoetta, KA BIAS, KA Minangkabau Ekspres, dan LRT Sumsel menjadi pilihan transportasi bagi masyarakat di wilayah operasional masing-masing.

“Pilihan layanannya beragam, mulai dari kereta bandara langsung, commuter, kereta api lokal, hingga LRT. Masyarakat dapat memilih layanan sesuai lokasi keberangkatan, jadwal penerbangan, dan rencana perjalanan berikutnya,” kata Anne.

Menurutnya, keberadaan layanan berbasis rel menuju bandara turut memberikan alternatif transportasi yang lebih terencana sekaligus membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Hal ini dinilai penting terutama saat akhir pekan maupun periode libur panjang yang biasanya diikuti peningkatan mobilitas masyarakat.

KAI juga mengimbau pelanggan untuk selalu memeriksa jadwal perjalanan dan ketersediaan tiket melalui aplikasi maupun kanal resmi masing-masing layanan. Penyesuaian waktu keberangkatan dengan jadwal penerbangan, proses pemeriksaan keamanan, hingga waktu check-in juga perlu diperhatikan.

“Perjalanan yang nyaman menuju bandara dimulai dari perencanaan waktu yang baik. Kami mengajak pelanggan memeriksa jadwal lebih awal dan menggunakan kanal resmi untuk memperoleh informasi perjalanan terbaru,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pergerakan Penumpang Tembus 78 Juta, KAI Kembangkan Peron Jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk KRL 12 Kereta

12 Juli 2026 - 20:16 WIB

Pengguna Suite Class Compartment KAI Melonjak 64,76 Persen pada Semester I 2026

12 Juli 2026 - 19:48 WIB

Solusi Semu Modernisasi Pemerintah 42 Juta Warga Jabodetabek Dikepung Rel Tua 101 Tahun

12 Juli 2026 - 19:25 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditersangkakan, Dugaan Korupsi Asabri hingga PLN

11 Juli 2026 - 17:15 WIB

Lewat Program TJSL, KAI Salurkan Beasiswa Rp300 Juta untuk Lima Anak Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur

11 Juli 2026 - 15:27 WIB

Lima KA Berrelasi Terpanjang di Sumatra Catat Kenaikan Penumpang pada Semester I 2026

11 Juli 2026 - 12:51 WIB

Semester I 2026 Layani 1,39 Juta Pelanggan, KAI Siapkan Dukungan untuk Kajian KA Sumut-Aceh

11 Juli 2026 - 09:02 WIB

Dari Manggarai ke Kiaracondong: 5.484 Rusun TOD PT KAI Jadi Ramah Kantong atau Jerat Lahan HPL ?

11 Juli 2026 - 01:30 WIB

KAI Rampungkan Perawatan 246 Kereta di Balai Yasa Manggarai pada Semester I 2026

10 Juli 2026 - 17:44 WIB

KAI Tangani 12.656 Barang Tertinggal Sepanjang Semester I 2026, Nilainya Capai Rp8,86 Miliar

10 Juli 2026 - 16:56 WIB

Trending di PERON