Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan jumlah pengguna layanan transportasi berbasis rel yang terintegrasi dengan bandara sepanjang Semester I 2026.
Delapan layanan yang dioperasikan KAI Group melayani sebanyak 7.468.887 pelanggan atau meningkat 2,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 7.255.754 pelanggan.

Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi yang menghubungkan bandara dengan pusat kota maupun kawasan penyangga, baik untuk keperluan liburan, perjalanan dinas, maupun kunjungan keluarga.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, layanan kereta menuju bandara memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan yang terintegrasi dengan moda transportasi udara.
“Pada Semester I 2026, jumlah pelanggan pada delapan layanan tersebut bertambah 213.133 pelanggan dibanding periode yang sama tahun lalu. Kehadiran layanan ini membantu masyarakat menghubungkan perjalanan udara dengan pusat kota, kawasan permukiman, pusat kegiatan, dan stasiun kereta api,” ujar Anne.
Dari total pelanggan tersebut, layanan yang dikelola KAI Bandara di wilayah Yogyakarta dan Sumatra Utara menjadi penyumbang terbesar dengan total 3.482.897 pelanggan.
Di Yogyakarta, KA Bandara YIA Reguler relasi Yogyakarta–Wates–Bandara YIA pulang pergi (pp) melayani 908.898 pelanggan, sedangkan KA Bandara YIA Xpress relasi Yogyakarta–Bandara YIA pp mencatat 434.765 pelanggan. Secara keseluruhan, kedua layanan itu melayani 1.343.663 pelanggan selama Semester I 2026.
Sementara di Sumatra Utara, KA Srilelawangsa relasi Medan–Kualanamu pp melayani 793.519 pelanggan. Adapun relasi Medan–Kuala Bingai pp mencatat 1.345.715 pelanggan, dengan layanan yang terhubung menuju Bandara Kualanamu melalui Stasiun Medan. Total pengguna dua layanan tersebut mencapai 2.139.234 pelanggan.
Selain itu, Commuter Line Basoetta relasi Manggarai–Bandara Soekarno-Hatta pp melayani 1.197.413 pelanggan pada Semester I 2026.
Di Jawa Tengah, KA Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS) yang melayani rute Bandara Adi Soemarmo–Madiun dan Bandara Adi Soemarmo–Caruban pp mencatat 461.482 pelanggan.
Kemudian, KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–Bandara Internasional Minangkabau pp melayani 120.599 pelanggan. Sementara itu, LRT Sumsel relasi Stasiun DJKA–Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pp menjadi layanan dengan jumlah pengguna tertinggi, yakni mencapai 2.206.496 pelanggan.
Anne menjelaskan, setiap layanan dirancang sesuai karakteristik kebutuhan mobilitas masyarakat di masing-masing daerah. Di Yogyakarta, misalnya, masyarakat dapat memilih layanan reguler yang berhenti di Stasiun Wates maupun layanan ekspres dengan perjalanan langsung menuju Bandara YIA.
Di Sumatra Utara, layanan KA Srilelawangsa tidak hanya menghubungkan Medan dengan Bandara Kualanamu, tetapi juga memperluas jangkauan layanan hingga Kuala Bingai. Sementara Commuter Line Basoetta, KA BIAS, KA Minangkabau Ekspres, dan LRT Sumsel menjadi pilihan transportasi bagi masyarakat di wilayah operasional masing-masing.
“Pilihan layanannya beragam, mulai dari kereta bandara langsung, commuter, kereta api lokal, hingga LRT. Masyarakat dapat memilih layanan sesuai lokasi keberangkatan, jadwal penerbangan, dan rencana perjalanan berikutnya,” kata Anne.
Menurutnya, keberadaan layanan berbasis rel menuju bandara turut memberikan alternatif transportasi yang lebih terencana sekaligus membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Hal ini dinilai penting terutama saat akhir pekan maupun periode libur panjang yang biasanya diikuti peningkatan mobilitas masyarakat.
KAI juga mengimbau pelanggan untuk selalu memeriksa jadwal perjalanan dan ketersediaan tiket melalui aplikasi maupun kanal resmi masing-masing layanan. Penyesuaian waktu keberangkatan dengan jadwal penerbangan, proses pemeriksaan keamanan, hingga waktu check-in juga perlu diperhatikan.
“Perjalanan yang nyaman menuju bandara dimulai dari perencanaan waktu yang baik. Kami mengajak pelanggan memeriksa jadwal lebih awal dan menggunakan kanal resmi untuk memperoleh informasi perjalanan terbaru,” tutup Anne.(fahmi)






























