Menu ✖

Mode Gelap
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Sejumlah Menteri Bergeser Dukung Mobilitas Kemayoran, DAMRI Jadi Mitra Operasional Layanan Kemon Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto, Tongkat Komando Polri Berpindah KAI Percepat Implementasi Rekomendasi KNKT, 190 Titik Perlintasan Jadi Prioritas Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi

SENI BUDAYA

Sanggar Oloh Guwel Iringi Parade Puisi 14 Negara pada PPN XIV Aceh di Aceh Tengah

badge-check


 Sanggar Oloh Guwel Iringi Parade Puisi 14 Negara pada PPN XIV Aceh di Aceh Tengah Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH – Sanggar Oloh Guwel kembali menunjukkan kiprahnya dalam pelestarian seni tradisi Gayo dengan tampil mengiringi Parade Puisi 14 Negara pada rangkaian Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh 2026 yang berlangsung di Aceh Tengah.

PPN XIV yang diikuti penyair dari 14 negara ini digelar di tiga lokasi utama di Aceh Tengah, yakni Bur Telege, Temas River Park, dan Galeri Kopi. Pembukaan kegiatan berlangsung di Bur Telege pada Rabu, 24 Juni 2026, mengusung tema “Gelar Wicara Peran Sastra Kreatif Nusantara”. Acara dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP., didampingi Fitriani Muchsin Hasan.

Dalam parade puisi tersebut, Sanggar Oloh Guwel di bawah pimpinan Yusrizal, S.Pd. atau yang akrab disapa Yus Oloh Guwel, dipercaya mengiringi pembacaan puisi dari empat delegasi, yakni Malaysia (Kuala Lumpur), Singapura, serta para penyair Indonesia, termasuk penyair Tanoh Gayo Anshar dan Salman Yoga.

Penampilan Sanggar Oloh Guwel memadukan kekayaan musik tradisional Gayo melalui alat musik Teganing, Suling, Gegedem, yang diperkaya dengan bunyi Gerantung dan Gong, menciptakan suasana khas yang memperkuat pembacaan puisi para peserta internasional.

Yusrizal dikenal sebagai pelaku seni sekaligus perajin alat musik tradisional Teganing. Ia juga menjadi pelatih di Sanggar Oloh Guwel yang bermarkas di Kampung Pendere Saril, Aceh Tengah. Kecintaannya terhadap seni tradisi diwarisi dari sang ibu, almarhumah Khalifah, yang merupakan penari Bensu dan pemain Teganing pada era 1966. Warisan budaya tersebut terus dijaga dan dikembangkan hingga kini.

Didirikan pada tahun 2000, Sanggar Oloh Guwel tetap eksis sebagai salah satu kelompok seni musik tradisional Gayo. Sanggar ini memiliki sekitar 30 anggota yang secara bergantian berkolaborasi dalam setiap pertunjukan.

Selama lebih dari dua dekade berkarya, Sanggar Oloh Guwel telah menorehkan berbagai prestasi. Mereka empat kali dipercaya mewakili Provinsi Aceh pada festival yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan di Jakarta. Sanggar ini juga meraih Anugerah Pemusik Tradisional Terbaik 2018, penghargaan Arsrtik 2019, masuk 10 Besar Festival Musik Tradisi tingkat nasional pada 2019, serta meraih Juara III Musik Tradisional pada tahun 2020 dalam ajang yang diselenggarakan Uwo Nias bekerja sama dengan Ketua Puspalkam di Jakarta.

Pengalaman internasional juga telah dimiliki Sanggar Oloh Guwel. Pada tahun 2008, mereka tampil mengiringi pembacaan puisi di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam peringatan Hari Seniman Sedunia. Selain itu, sanggar ini juga pernah tampil pada panggung ekshibisi musik dalam Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) di Banda Aceh sebagai wakil Aceh Tengah.

Komitmen Sanggar Oloh Guwel dalam menjaga warisan budaya semakin diperkuat ketika alat musik Teganing berhasil ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) pada tahun 2024. Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata dedikasi sanggar dalam melestarikan dan memperkenalkan musik tradisional Gayo, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Keterlibatan Sanggar Oloh Guwel dalam PPN XIV Aceh menjadi salah satu wujud sinergi antara sastra dan seni tradisi, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Gayo kepada para penyair dan tamu dari berbagai negara yang hadir dalam perhelatan sastra internasional tersebut.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Trending di RAGAM