Menu

Mode Gelap
Stasiun Karet dan BNI City Mulai Diintegrasikan, Layanan Penumpang KRL Dialihkan Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports Kapal PELNI Angkut 300 Ton Bantuan ke NTT Sumber Air Baku IPA Kudu Menurun, Pelanggan PDAM di Semarang Diminta Siaga KAI Siapkan Transformasi Menuju World-Class Railway Operator 2030 Dua Dekade Menghidupkan Kembali Suara Radio Rimba Raya

PERON

5,5 Juta Penumpang Kereta Api Pakai Face Recognition pada Semester I 2026, Hemat Kertas Setara 75 Pohon

badge-check


 5,5 Juta Penumpang Kereta Api Pakai Face Recognition pada Semester I 2026, Hemat Kertas Setara 75 Pohon Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 5.555.034 pelanggan kereta api jarak jauh (KAJJ) memanfaatkan fasilitas Face Recognition Boarding Gate selama Semester I 2026. Angka tersebut meningkat 53.978 pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 5.501.056 pengguna.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa layanan boarding berbasis digital semakin menjadi pilihan utama pelanggan dalam melakukan perjalanan menggunakan kereta api. Melalui fasilitas ini, pelanggan yang telah melakukan registrasi tidak lagi perlu mencetak boarding pass dan cukup melakukan pemindaian wajah untuk proses verifikasi identitas serta tiket perjalanan.

Di balik kemudahan tersebut, KAI juga mencatat manfaat dari sisi efisiensi operasional dan keberlanjutan lingkungan. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, penggunaan teknologi face recognition mampu mengurangi kebutuhan sekitar 13.888 rol kertas boarding pass dengan estimasi penghematan biaya mencapai Rp203,8 juta.

Jika seluruh kertas yang dihemat direntangkan, panjangnya diperkirakan mendekati 1.000 kilometer. Secara ekologis, jumlah tersebut setara dengan sekitar 4,4 ton kertas atau kebutuhan bahan baku sekitar 75 pohon.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya mempermudah pelanggan, tetapi juga mendukung efisiensi penggunaan sumber daya perusahaan.

“Face recognition membuat proses boarding lebih praktis karena pelanggan cukup melakukan pemindaian wajah. Ketika digunakan oleh jutaan pelanggan, pengurangan satu lembar cetakan dalam setiap perjalanan dapat terakumulasi menjadi penghematan kertas dan biaya yang cukup besar,” kata Anne.

Secara kumulatif sejak pertama kali diterapkan pada Januari 2023 hingga Juni 2026, layanan Face Recognition Boarding Gate telah digunakan oleh 26.964.584 pelanggan KA Jarak Jauh.

Dalam periode tersebut, KAI berhasil mengurangi penggunaan sekitar 67.411 rol kertas boarding pass dengan nilai penghematan mencapai Rp989,26 juta. Jika direntangkan, panjang kertas yang dihemat diperkirakan mencapai lebih dari 4.853 kilometer.

Dari sisi lingkungan, penghematan tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 21,36 ton kertas atau bahan baku dari sekitar 363 pohon.

“Setiap pelanggan yang memilih boarding secara digital turut berkontribusi pada pengurangan konsumsi material. Efisiensi ini juga membantu menciptakan alur pelayanan yang lebih cepat, terutama di stasiun dengan volume keberangkatan pelanggan yang tinggi,” ujar Anne.

Berdasarkan data KAI, Stasiun Gambir menjadi lokasi dengan jumlah pengguna Face Recognition Boarding Gate tertinggi pada Semester I 2026, yakni mencapai 927.658 pelanggan. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Yogyakarta dengan 648.737 pelanggan dan Stasiun Pasarsenen sebanyak 490.450 pelanggan.

Secara keseluruhan, 10 stasiun dengan pengguna face recognition terbanyak mencatat total 4.119.768 pengguna atau sekitar 74,16 persen dari seluruh penggunaan layanan tersebut selama Semester I 2026.

Berikut 10 stasiun dengan pengguna Face Recognition Boarding Gate terbanyak:

  1. Gambir: 927.658 pelanggan
  2. Yogyakarta: 648.737 pelanggan
  3. Pasarsenen: 490.450 pelanggan
  4. Semarang Tawang: 401.361 pelanggan
  5. Purwokerto: 341.514 pelanggan
  6. Surabaya Pasar Turi: 327.434 pelanggan
  7. Surabaya Gubeng: 269.552 pelanggan
  8. Solo Balapan: 245.957 pelanggan
  9. Bandung: 245.445 pelanggan
  10. Semarang Poncol: 221.660 pelanggan.

Tingginya konsentrasi penggunaan di stasiun utama tersebut menjadi bahan evaluasi KAI dalam menyesuaikan kapasitas layanan, jumlah perangkat boarding gate, serta pendampingan pelanggan di masing-masing stasiun.

Saat ini, fasilitas Face Recognition Boarding Gate telah tersedia di 22 stasiun, di antaranya Gambir, Pasarsenen, Bandung, Yogyakarta, Solo Balapan, Semarang Tawang, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Medan, hingga Jember.

KAI menyatakan akan terus mengevaluasi pemanfaatan teknologi ini agar penerapannya semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan karakteristik layanan di setiap stasiun.

“Jutaan pemindaian wajah menghasilkan dua manfaat sekaligus, yaitu pengalaman boarding yang lebih praktis bagi pelanggan dan pengurangan konsumsi kertas secara berkelanjutan. Inilah nilai strategis digitalisasi ketika manfaatnya dapat dirasakan dalam setiap perjalanan,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Stasiun Karet dan BNI City Mulai Diintegrasikan, Layanan Penumpang KRL Dialihkan

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

KAI Siapkan Transformasi Menuju World-Class Railway Operator 2030

29 Agustus 2026 - 14:40 WIB

KAI Siapkan Transformasi Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi

28 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa melalui Voice of Customer

28 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Layani 75,9 Juta Pelanggan dan Perkuat Mobilitas Perkotaan

28 Agustus 2026 - 17:00 WIB

KRL Rangkasbitung Hanya Beroperasi hingga Palmerah Imbas Kerumunan Massa

28 Agustus 2026 - 13:42 WIB

KRL Rangkasbitung Kembali Normal, 10 Perjalanan Sempat Terlambat hingga 52 Menit

28 Agustus 2026 - 00:23 WIB

JPL 183 Rangkasbitung Ditutup Permanen 4 September, Warga Dialihkan ke JPO

27 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Belajar dari Insiden KA Malabar, KAI Daop 1 Jakarta: Disiplin di Perlintasan Lindungi Nyawa dan Perjalanan

27 Agustus 2026 - 18:03 WIB

KAI Commuter Siagakan 126 Personel di Stasiun Strategis Antisipasi Aksi Massa

27 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Trending di PERON