Wartatrans.com, JAKARTA – Seiring dengan kesiapan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports optimalisasi Bandara Husein Sastranegara Bandung berjalan lancar sesuai dengan jadwal, untuk dapat kembali melayani penerbangan pesawat jet dalam waktu dekat, enam maskapai telah ajukan buka rute.
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim menyampaikan, koordinasi terus dilakukan dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Fokus persiapan adalah pemenuhan seluruh aspek kesiapan operasional sesuai yang ditetapkan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan,” jelas Arie, Senin (13/7/2026).
Persiapan juga dilakukan terkait konektivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara.
Arie menuturkan, InJourney Airports telah menyampaikan rencana operasi dan pelayanan di Bandara Husein Sastranegara kepada maskapai.
“Sejalan dengan ini, sebanyak enam maskapai mengajukan secara resmi untuk bisa beroperasi di Bandara Husein Sastranegara,” ujarnya.
Adapun maskapai yang telah menyatakan minat untuk beroperasi di Bandara Husein Sastranegara beserta rute dari dan ke Bandung, adalah:
– Citilink: Kualanamu, Denpasar, Surabaya
– Super Air Jet: Kualanamu, Denpasar, Pekanbaru, Makassar, Batam, Padang, Balikpapan, Pontianak
– Garuda Indonesia: Denpasar
– Transnusa: Kuala Lumpur, Johor Bahru, Lampung
– Scoot: Singapura
– Wings Air: Lampung, Palembang
InJourney Airports akan mengatur dan memastikan ketersediaan slot time penerbangan (ketersediaan waktu take off dan landing) di bandara untuk mengakomodir permintaan penerbangan sesuai kapasitas Bandara.
“Kami berharap konektivitas penerbangan Bandara Husein Sastranegara dapat mendukung penuh pertumbuhan perekonomian dan pariwisata di Jawa Barat dan Kota Bandung khususnya,” kata Arie.
Sedangkan terkait aspek keselamatan antara lain telah tersedianya kendaraan siaga Foam Tender untuk pertolongan keadaan darurat, serta pemenuhan fasilitas pendukung dan penunjang Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Kategori 7.
Pada aspek keamanan dilakukan peningkatan fasilitas Screening Check Point (SCP) meliputi mesin x-ray, walkthrough metal detector (WMTD) dan handheld metal detector (HHTD).
“Sementara itu di sisi udara, dilakukan pekerjaan untuk peningkatan daya dukung runway, taxiway dan apron,” tutup Arie. (omy)































