Menu ✖

Mode Gelap
Madam Kin Gaspol Bisnis Film, Buka MKP Production di Pekanbaru FORWAN dan Kementerian Kebudayaan RI Dorong Musik Dangdut Diakui UNESCO Kemenhub Terus Awasi Operasional Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla Kemenhub Pantau Dampak Insiden di Riyadh, Penerbangan Langsung Indonesia-Arab Saudi Beroperasi Normal Pembiayaan Elektrifikasi Transjakarta Rp5,07 Triliun KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen

BANDARA

Indonesia Dorong Penguatan Konektivitas Udara ASEAN–China 

badge-check


 Indonesia Dorong Penguatan Konektivitas Udara ASEAN–China  Perbesar

Wartatrans.com, YOGYAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan sukses menyelenggarakan rangkaian 17th ASEAN–China Working Group on Regional Air Services Arrangements (ACWG-RASA) di Yogyakarta 7–8 Juli 2026.

Pertemuan ini dihadiri 61 delegasi dari negara-negara anggota ASEAN dan China.

Selain itu, hadir juga 127 perwakilan maskapai penerbangan, pengelola bandar udara, perusahaan manufaktur dan perawatan pesawat (Maintenance, Repair and Overhaul/MRO), serta asosiasi penerbangan dari kawasan ASEAN dan China.

Penyelenggaraan pertemuan di Yogyakarta menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama penerbangan antara ASEAN dan China.

“Dipilihnya Yogyakarta sebagai tuan rumah menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat budaya dan destinasi wisata unggulan Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata mancanegara melalui peningkatan konektivitas udara regional,” tutur Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa.

Menurutnya, Indonesia secara aktif mendorong penguatan konektivitas udara ASEAN–China sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar, meningkatkan arus wisatawan dan perdagangan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan transportasi udara regional.

“Pertemuan ini tidak hanya menjadi forum pembahasan teknis penerbangan, tetapi juga wadah strategis untuk mempererat kerja sama antarnegara dalam menciptakan konektivitas udara yang lebih terbuka, aman, dan berdaya saing. Indonesia berkomitmen mengambil peran aktif dalam mendorong integrasi layanan penerbangan ASEAN–China guna mendukung pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan industri penerbangan kawasan,” urainya.

Pertemuan yang berlangsung pada masa liburan juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para delegasi asing.

Ramainya aktivitas wisatawan selama penyelenggaraan acara menunjukkan bahwa Yogyakarta merupakan destinasi favorit wisatawan domestik maupun internasional, sekaligus menjadi sarana promosi pariwisata Indonesia kepada negara-negara ASEAN dan China.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ASEAN-China Airlines Forum, yang dibuka Direktur Jenderal Perhubungan Udara dan dipimpin Transformation Director PT Garuda Indonesia sebagai Chairman serta President Director My Indo Airlines sebagai Co-Chairman.

Forum tersebut menyoroti sejumlah isu strategis, antara lain peran pertumbuhan kargo udara sebagai pendorong ekonomi dan perdagangan elektronik (e-commerce), tantangan implementasi penerbangan ASEAN–China dalam kondisi ekonomi global, serta ketersediaan slot di bandar udara.

Dari forum tersebut dihasilkan berbagai rekomendasi, antara lain peningkatan fleksibilitas slot, perbaikan mekanisme MRO, peningkatan kapasitas, penyederhanaan proses visa dan imigrasi, serta penguatan kerja sama regulasi keselamatan dan keamanan penerbangan.

Secara paralel, ASEAN Caucus pada 7 Juli 2026 dibuka dan dipimpin oleh Direktur Angkutan Udara dengan dihadiri delegasi negara anggota ASEAN dan Sekretariat ASEAN.

Pertemuan membahas empat isu utama, yaitu perkembangan ratifikasi Protocol 3 ASEAN-China Air Transport Agreement (P3 AC-ATA), proposal liberalisasi Hak Angkut Kelima (5th Freedom) untuk layanan kargo ASEAN–China, aspek keselamatan dan operasional implementasi AC-ATA, serta pengaturan slot, pembukaan rute baru, dan penambahan frekuensi penerbangan.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia selaku Lead Country ASEAN untuk kerja sama dengan China juga menyampaikan usulan kerja sama teknis di bidang Unmanned Aircraft Systems (UAS).

Pada Plenary Meeting 17th ACWG-RASA 8 Juli 2026, beberapa hasil penting yang dicapai antara lain rektifikasi titik Mataram menjadi Makassar pada P3 AC-ATA.

Usulan peningkatan liberalisasi Hak Angkut Ke-5 untuk kargo dengan pelibatan empat hub kargo utama di China, serta usulan ASEAN untuk penyelenggaraan Workshop and Sharing Information on UAS Regulation di China pada Semester II Tahun 2026.

Pertemuan juga membahas isu operasional maskapai ASEAN, termasuk alokasi slot, kendala bahasa, dan proses perizinan.

Indonesia turut menyampaikan perkembangan kebijakan Aviation Security Quality Control serta pengembangan fasilitas MRO oleh GMF.

Di sisi lain, delegasi China memaparkan kebijakan transportasi udara terkini, termasuk Smart Aviation Safety Oversight, pengembangan Low-Altitude Economy, industri manufaktur pesawat COMAC, hingga program pelatihan sumber daya manusia penerbangan.

Dengan terselenggaranya 17th ACWG-RASA di Yogyakarta, Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendorong konektivitas udara yang lebih terbuka, aman, dan kompetitif di kawasan ASEAN–China, sekaligus membuka peluang kerja sama baru di bidang kargo, MRO, manufaktur, dan teknologi penerbangan.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan kunjungan para delegasi ke Candi Borobudur pada Kamis (9/7) sebagai bagian dari promosi destinasi wisata Indonesia serta upaya menarik minat maskapai ASEAN dan China untuk mengembangkan rute penerbangan ke dan dari Yogyakarta. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kemenhub Terus Awasi Operasional Penerbangan di Tengah Dampak Karhutla

13 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Kemenhub Pantau Dampak Insiden di Riyadh, Penerbangan Langsung Indonesia-Arab Saudi Beroperasi Normal

13 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada

10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Jadi Panelis Forum ICAO 2026, Dirop AirNav Paparkan Penerapan FRTO di Wilayah Kepulauan

10 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Yes, MotoGP Mandalika 2026 Gairahkan Penerbangan

9 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Optimalkan Layanan Berbasis Teknologi AI, AirNav–Telkom University Perkuat Riset dan Pengembangan

8 Oktober 2026 - 21:26 WIB

TJSL Bandara Soekarno-Hatta, Perkuat Kontribusi bagi Masyarakat

8 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Kemenhub Dorong Layanan Penumpang Lebih Mudah dan Terintegrasi saat di Bandara

8 Oktober 2026 - 05:12 WIB

Bandara Lombok Sambut Kedatangan Ofisial, Kru, Pembalap, dan Kargo MotoGP 2026

7 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Garuda Indonesia Group Siapkan 14 Ribu Kursi, Antisipasi Lonjakan Jelang MotoGP Mandalika

7 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Trending di BANDARA