Wartatrans.com, JAKARTA — Center of Economic and Law Studies (CELIOS) merilis hasil evaluasi kerja kabinet Merah Putih, Minggu (11/10/2026). CELIOS memberi rapor merah bagi sejumlah pejabat Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang kini menginjak usia 2 tahun.
Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan, Bahlil sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mendapat penilaian paling buruk dari masyarakat.
Nomor dua adalah Natalius Pigai sebagai Menteri Hak Asasi Manusia, dirinya dinilai tidak bisa menyelesaikan beragam pelanggaran HAM masa lalu maupun mencegah pelanggaran terbaru.
Sedangkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dapat rangking tiga paling buruk kinerjanya karena dinilai tidak mampu mengatasi persoalan kebakaran hutan.
“Menteri terburuk nomor satu masih sama seperti tahun lalu. Tiga besar adalah Bahlil, Pigai, kemudian Raja Juli Antoni,” kata Bhima Yudhistira.
Selanjutnya Bhima menyebut nama lain yang masuk dalam daftar menteri berkinerja buruk. Mereka adalah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid.
Di sektor Menteri Koordinator (Menko), yang masuk daftar buruk yaitu Pratikno saat masih menjabat menjadi Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Menko Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan, dan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.
Sementara itu, menteri dengan penilaian terbaik disematkan ke Purbaya Yudhi Sadewa saat menjabat Menteri Keuangan. Posisi berikutnya ditempati Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dalam menilai kinerja kabinet, CELIOS menggunakan pendekatan positional scoring yang diadaptasi dari teori Borda count.
Metode ini mempertimbangkan peringkat yang diberikan responden kepada setiap menteri. Dengan kata lain, penilaian tidak hanya bertumpu pada jumlah suara terbanyak atau jumlah responden yang memilih seorang menteri sebagai yang terbaik.
Penelitian CELIOS kali ini melibatkan 129 responden ahli dan 1.142 responden masyarakat umum yang tersebar di seluruh daerah Indonesia. Kelompok ahli dihimpun menggunakan metode snowball sampling. Sedangkan pengumpulan data masyarakat umum menggunakan metode non-probability sampling melalui Meta Ads.***
(Slamet Widodo)






















