Wartatrans.com, JAKARTA — Karmila, demisioner Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Bumi Persada bersama rekannya Tarisa Muhaira (demisioner Sekjen DPM), terpilih mengikuti ajang bergengsi Future Leaders Summit (FLS) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia pada 7–9 Oktober 2026 di Gedung BPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Jakarta.
Namun, ada yang istimewa dari keikutsertaan Karmila dalam forum yang mempertemukan para pemimpin muda dan tokoh nasional ini. Di sela-sela agenda kepemimpinan nasional tersebut, Karmila secara khusus memanfaatkan momentum FLS untuk membawa isu krusial: menyuarakan aspirasi terkait kondisi masyarakat Aceh pascabencana banjir langsung kepada Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia dan Menteri Koperasi RI.
Bagi Karmila, persoalan pascabencana di Aceh tidak boleh hanya berhenti menjadi perbincangan di tingkat daerah. Dampak bencana tidak serta-merta berakhir ketika air surut; masyarakat masih harus berjuang memulihkan mata pencaharian, memperbaiki tempat tinggal, serta memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Melalui ruang dialog tingkat nasional di FLS 2026, Karmila menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik semata. Pemulihan ekonomi warga, pemenuhan jaminan sosial, dan keberlangsungan pendidikan harus menjadi prioritas yang ditindaklanjuti secara lintas sektoral oleh pemerintah pusat sesuai kewenangan masing-masing pihak.
Langkah ini menegaskan kembali peran strategis mahasiswa dan kaum muda sebagai jembatan penyambung aspirasi masyarakat. Karmila menunjukkan bahwa keberanian mengangkat persoalan nyata dari daerah ke ruang dialog kebijakan nasional adalah esensi utama dari seorang pemimpin muda yang berintegritas.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Future Leaders Summit (FLS) 2026 yang berlangsung pada 7–9 Oktober 2026, Karmila selaku demisioner Ketua BEM Universitas Bumi Persada mendapat kesempatan berharga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung di Istana Negara kepada Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Dr. H. Syahganda Nainggolan, M.T.
Dalam pertemuan tersebut, Karmila secara khusus menyoroti berbagai persoalan yang masih membayangi masyarakat Aceh pascabencana banjir. Ia menekankan bahwa penanganan bencana tidak boleh hanya berorientasi pada perbaikan fisik semata, melainkan harus mencakup empat poin utama:
Pencegahan Bencana: Penguatan mitigasi agar dampak risiko di masa depan dapat ditekan.
Pemulihan Ekonomi: Membantu warga bangkit secara finansial setelah kehilangan sumber pencaharian.
Keberlanjutan Pendidikan: Memastikan hak belajar anak-anak terdampak tetap terlindungi.
Pemulihan Kondisi Psikologis: Memberikan perhatian serius pada pemulihan mental dan trauma masyarakat pascabencana.
Menurut Karmila, fase darurat bencana tidak serta-merta selesai ketika air surut. Di balik kerusakan rumah dan fasilitas umum, luka psikologis serta tantangan hidup warga terdampak memerlukan uluran tangan dan kebijakan strategis dari pemerintah pusat.
Future Leaders Summit (FLS) 2026 sendiri merupakan wadah strategis bagi generasi muda untuk memperluas perspektif, mulai dari tata kelola pemerintahan, kebijakan publik, hingga dinamika gerakan sosial.
Dalam forum ini, Karmila bersama ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berkesempatan berdiskusi dengan deretan tokoh penting negara dan praktisi, di antaranya Menteri Diktisaintek Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.; Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Dr. H. Syahganda Nainggolan, M.T.; Wakil Menteri Keuangan Dr. Nurkholisoh Ibnu Aman, S.T., M.Sc., M.B.A., Ph.D.; Wamendiktisaintek Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.; Direktur PT Pertamina Agung Wicaksono; serta Direktur Belmawa Ditjen Dikti Dr. Beny Bandanadjaja. Forum ini juga menghadirkan sharing session dari para tokoh muda dan demisioner BEM universitas ternama seperti UI, ITB, dan UGM.
Pengalaman berharga di FLS memperkaya gagasan Karmila dalam memandang kompleksitas persoalan sosial, ekonomi, dan pendidikan, sekaligus memperkuat jejaring nasional untuk terus menyuarakan kepentingan masyarakat luas.
Pengabdian Tanpa Batas Jabatan
Keikutsertaan Karmila di FLS 2026 menjadi pengingat bahwa akhir dari sebuah masa jabatan organisasi bukanlah akhir dari pengabdian. Kepemimpinan sejati bukan tentang posisi yang pernah diemban, melainkan tentang keberanian untuk terus mengambil peran, menjaga idealisme, dan konsisten membawa suara rakyat ke ruang-ruang pengambilan keputusan demi perubahan yang bermakna.*** (Fikar W Eda)






















