Menu ✖

Mode Gelap
Trafik Kargo IPCC Melonjak 19,57% hingga Kuartal III 2026 ASDP: Kebakaran KMP Batumandi di Sekitar Pulau Merak Besar, Penumpang Selamat ACCADEMI dan Kemenko Polkam Samakan Perspektif Komunikasi Publik di Era Tsunami Informasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp3.923 Triliun dan Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja KAI Divre III Palembang Amankan 52 Barang Tertinggal, Nilainya Tembus Rp133 Juta Pengembangan Terminal Purabaya dan Betan Subing Ditawarkan Kemenhub Melalui KPBU

PERON

KAI Tanam 25 Pohon Produktif di Balai Yasa Yogyakarta, Perkuat Komitmen Keberlanjutan

badge-check


 Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin turut melakukan penanaman pohon produktif di Balai Yasa Yogyakarta dalam rangkaian Porsenika 2026, Senin (13/7). Perbesar

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin turut melakukan penanaman pohon produktif di Balai Yasa Yogyakarta dalam rangkaian Porsenika 2026, Senin (13/7).

Wartatrans.com, YOGYAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaksanakan penanaman 25 pohon produktif di kawasan Balai Yasa Yogyakarta, Senin (13/7), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Kereta Api (Porsenika) 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud implementasi prinsip pembangunan berkelanjutan di lingkungan KAI Group.

Sebanyak 25 pohon yang ditanam terdiri dari 10 pohon mangga, 2 pohon mundu, 5 pohon duku, 5 pohon nangka, dan 3 pohon sawo beludru. Pohon-pohon tersebut memiliki tinggi rata-rata 2,5 hingga 3 meter dan ditanam dengan pengaturan jarak tertentu agar dapat tumbuh optimal serta memberikan manfaat ekologis di area Balai Yasa Yogyakarta.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, upaya pelestarian lingkungan telah menjadi bagian dari transformasi perusahaan yang menitikberatkan pada keseimbangan antara aspek bisnis, sosial, dan lingkungan.

“Transformasi KAI diarahkan pada keseimbangan 3P, yaitu profit, people, dan planet. Perusahaan harus mampu menjaga kinerja, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan berperan aktif dalam merawat bumi. Prinsip tersebut menjadi bagian dari cara KAI menjalankan bisnis secara berkelanjutan,” kata Bobby.

Sepanjang tahun 2026, KAI telah merealisasikan penanaman 4.540 pohon. Secara akumulatif sejak 2022 hingga 13 Juli 2026, jumlah pohon yang telah ditanam mencapai 99.785 pohon.

Dari total tersebut, sebanyak 64.157 pohon ditanam pada 2022, kemudian 17.123 pohon pada 2023, 6.716 pohon pada 2024, 7.249 pohon pada 2025, dan 4.540 pohon selama 2026. Program penghijauan dilakukan di berbagai wilayah operasional perusahaan dengan mempertimbangkan karakteristik lingkungan setempat.

Penanaman simbolis di Balai Yasa Yogyakarta melibatkan para Kepala Daerah Operasi, Kepala Divisi Regional, Kepala Divisi LRT Jabodebek, perwakilan PT Kereta Cepat Indonesia China, perwakilan anak perusahaan, serta para ketua kontingen Porsenika 2026.

Balai Yasa Yogyakarta yang berada di kawasan Pengok merupakan salah satu fasilitas utama perawatan berat lokomotif KAI. Fasilitas ini berperan dalam menjaga keandalan sarana melalui kegiatan perawatan, perbaikan, dan peningkatan performa lokomotif guna mendukung keselamatan serta kelancaran perjalanan kereta api.

Menurut Bobby, keterlibatan berbagai unsur pimpinan dan peserta Porsenika menjadi simbol pentingnya membangun budaya peduli lingkungan secara kolektif di lingkungan KAI Group.

“Penanaman pohon dalam rangkaian Porsenika memadukan semangat kompetisi yang sehat dengan kepedulian terhadap lingkungan. Keterlibatan para pimpinan unit kerja dan kontingen diharapkan memperkuat kebiasaan baik yang dapat diterapkan kembali di lingkungan kerja masing-masing,” ujarnya.

Porsenika 2026 sendiri diikuti oleh 1.632 peserta yang berasal dari 17 kontingen KAI Group. Ajang tersebut tidak hanya menjadi sarana kompetisi olahraga dan seni, tetapi juga memperkuat kolaborasi, kreativitas, dan sportivitas antarpekerja.

Selama pelaksanaan kegiatan, KAI juga menerapkan sejumlah inisiatif ramah lingkungan, antara lain pengumpulan seragam putih R6 yang sudah tidak digunakan untuk diolah menjadi produk baru, serta mendorong penggunaan tumbler dan peralatan makan guna ulang guna mengurangi sampah sekali pakai.

Selain penghijauan, KAI terus mengembangkan berbagai program keberlanjutan di sektor energi. Hingga saat ini, perusahaan telah mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 92 lokasi dengan total kapasitas terpasang mencapai 4.430,65 kilowatt peak. Pemanfaatan energi surya tersebut diperkirakan mampu menekan emisi lebih dari 5.000 ton karbon dioksida per tahun.

Sejak 1 Juli 2026, KAI juga mulai menerapkan penggunaan biodiesel B50 sebagai tindak lanjut kebijakan mandatori pemerintah. Implementasi bahan bakar campuran tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan sarana, kualitas bahan bakar, serta aspek keselamatan dan keandalan operasional.

“Pemanfaatan PLTS dan implementasi B50 menjadi bagian dari transisi energi KAI. Setiap penerapannya dilakukan secara terukur dengan tetap menempatkan keselamatan, kesiapan sarana, dan keandalan pelayanan sebagai prioritas,” kata Bobby.

Transformasi berkelanjutan juga dilakukan melalui digitalisasi layanan. Sepanjang Semester I 2026, sebanyak 5.555.034 pelanggan kereta api jarak jauh telah memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate.
Pemanfaatan teknologi tersebut mampu mengurangi penggunaan sekitar 13.888 rol kertas boarding pass dengan estimasi penghematan mencapai Rp203,80 juta.

Berdasarkan simulasi internal perusahaan, pengurangan penggunaan kertas tersebut setara dengan penghematan bahan baku sekitar 75 pohon.

Di sisi lain, KAI juga telah menyediakan 124 fasilitas air minum gratis di 58 stasiun guna mendukung penggunaan tumbler dan mengurangi konsumsi botol plastik sekali pakai selama perjalanan.

Pengolahan seragam bekas menjadi produk baru juga menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular yang dikembangkan perusahaan untuk menekan timbulan limbah tekstil.

“Program keberlanjutan KAI mencakup pengelolaan energi, penggunaan kertas, air, dan limbah. Penerapannya diarahkan untuk mendukung keandalan operasi, kualitas pelayanan, pengendalian biaya, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Bobby.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Divre III Palembang Amankan 52 Barang Tertinggal, Nilainya Tembus Rp133 Juta

20 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Jelang Musim Tanam, Angkutan Pupuk KAI Meningkat 31,47 Persen

20 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Satu KRL INKA Kembali Beroperasi di Lintas Bogor

20 Oktober 2026 - 10:36 WIB

KAI Catat Jutaan Perjalanan Antarkota, Rute Gambir-Yogyakarta Tembus 1 Juta

19 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Penumpang Stasiun Sukabumi Naik 7 Persen, Tembus 613 Ribu pada 2026

19 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Tiga Kereta Api Andalan Priangan Makin Diminati, Layani 1,1 Juta Pelanggan

19 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Warteg on Train Hadir di KA Batavia, Penumpang Kini Bisa Pilih Lauk Favorit di Kereta

19 Oktober 2026 - 15:21 WIB

KAI Hubungkan Kota-Kota Kuliner Nusantara, Tiga KA Catat 2,11 Juta Pelanggan

19 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Dua Rangkaian KRL INKA Masih Diperbaiki, 7 Perjalanan Bogor Dibatalkan

19 Oktober 2026 - 04:15 WIB

Cari Inspirasi Liburan Akhir Pekan? Ini 10 Stasiun KAI dengan Pertumbuhan Pelanggan Tertinggi

19 Oktober 2026 - 00:25 WIB

Trending di PERON