Wartatrans.com, YOGYAKARTA – KAI Services menggelar pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi para petugas frontliner yang bertugas di wilayah Regional 6 Yogyakarta, Senin (13/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Regional 6 Yogyakarta tersebut diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari petugas cuci kereta, petugas cleaning, dan On Trip Cleaning (OTC).

Pembinaan ini dilaksanakan sebagai upaya perusahaan untuk memperkuat kesiapsiagaan personel serta meningkatkan standar keselamatan kerja di lapangan saat menjalankan tugas operasional.
Selain memberikan pemahaman mengenai aspek keselamatan kerja, kegiatan tersebut juga membekali para peserta dengan pengetahuan terkait keamanan kerja, baik saat bertugas di dalam ruangan maupun di area terbuka yang memiliki potensi risiko lebih tinggi.
Manager Health, Safety, and Environment (HSE) Kantor Pusat KAI Services, Jarwanto, menjelaskan bahwa pencegahan kecelakaan kerja dan mitigasi risiko dapat dilakukan melalui pemahaman yang baik terhadap prinsip-prinsip dasar K3.
Materi yang diberikan dalam pembinaan meliputi Basic Safety for Outsourcing, penanggulangan kondisi darurat seperti kebakaran, teori segitiga api, hingga praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
“Aspek-aspek yang kita jelaskan ini sangat krusial mengingat operasional angkutan barang memiliki karakteristik area kerja dengan tingkat risiko yang tinggi,” ujar Jarwanto.
Sementara itu, Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, mengatakan perusahaan berkomitmen mendukung pengembangan kompetensi serta perlindungan bagi seluruh tenaga kerja operasional, termasuk tenaga alih daya yang berada di lini terdepan.
“Tidak hanya teori, dalam Diklap ini juga dilengkapi dengan evaluasi pre-test 5 menit untuk menyegarkan materi, serta praktik K3 dan P3K langsung setelah pemaparan selesai. Rangkaian pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan operasional yang aman, responsif, dan nihil kecelakaan (zero accident),” ujar Nyoman.
Salah satu peserta, Setio yang merupakan petugas cuci kereta, menilai pembinaan tersebut memberikan pengalaman praktis yang penting bagi petugas lapangan. Menurutnya, selain menerima materi teori, peserta juga mengikuti evaluasi singkat dan simulasi langsung terkait K3 serta pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
“Melalui simulasi tersebut, diharapkan setiap personel di lapangan memiliki ketangkasan yang siap dan mampu melakukan tindakan pertolongan pertama dengan cepat saat kondisi darurat,” ujar Setio.
Melalui pembinaan ini, KAI Services juga terus mengedukasi seluruh pekerja lapangan agar selalu waspada, memahami jalur evakuasi, mampu mengidentifikasi potensi risiko, serta segera melaporkan setiap potensi bahaya yang ditemukan di lingkungan kerja.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan tindakan tidak aman (unsafe act) maupun kondisi tidak aman (unsafe condition), sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan kerja yang aman dan bebas kecelakaan.
KAI Services berharap para peserta dapat menjadi garda terdepan dalam menerapkan budaya keselamatan kerja di wilayah Regional 6 Yogyakarta melalui pemahaman regulasi K3, kemampuan penanganan keadaan darurat, serta tindakan preventif di lapangan sehingga operasional perusahaan dapat berjalan aman, efisien, dan berkelanjutan.(fahmi)
































