Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

EKOBIS

4 Tahun InJourney Perkuat Ekosistem Aviasi dan Pariwisata

badge-check


 Dirut InJourney Perbesar

Dirut InJourney

Wartatrans.com, JAKARTA – Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memasuki tahun keempat kehadirannya di Tanah Air.

Sejak dibentuk pada Januari 2022, InJourney menjalankan perjalanan transformasi yang berfokus pada penguatan fundamental anak perusahaan melalui integrasi aset, penguatan tata kelola operasional dan manajerial, serta peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.

“Upaya tersebut membuahkan pencapaian penting berupa profitabilitas grup secara menyeluruh, yang dicapai melalui pendekatan kolaboratif berbasis gotong royong, didukung sinergi erat dengan Pemerintah dan para pemangku kepentingan,” papar Direktur Utama InJourney Maya Watono di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Empat tahun kehadiran InJourney menurutnya, telah memberikan arti yang besar pada perekonomian Indonesia.

Sebagai satu-satunya holding yang tidak hanya fokus satu bisnis grup, InJourney juga bangga karena, keberadaannya diresmikan oleh Presiden yang kala itu Joko Widodo.

Melalui pilar-pilar bisnis, InJourney terus menciptakan berbagai pengungkit yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, InJourney diharapkan terus menjadi katalis masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kontribusi GDP 4,1% – 6% hingga 2029.

InJourney mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis lintas portofolio, termasuk transformasi bandara dan peningkatan konektivitas udara, pengembangan destinasi budaya dan edukasi seperti Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah, pembangunan International Medical Tourism di KEK Sanur, serta pengembangan Mandalika dan Golo Mori.

Melalui Sarinah, InJourney juga konsisten membawa karya terbaik Indonesia ke panggung global.

“Rangkaian inisiatif ini berkontribusi pada peningkatan kinerja korporasi, yang tercermin dari posisi InJourney sebagai perusahaan ke-43 terbesar di Indonesia,” ungkapnya.

InJourney semakin menegaskan perannya dalam menjadikan aviasi dan pariwisata sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional.

Capaian ini menjadi fondasi bagi InJourney untuk menjalankan peran ganda secara seimbang, yakni sebagai pencipta nilai (value creation) dan agen pembangunan (agent of development), melalui transformasi yang tidak hanya memperkuat kinerja internal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional, sektor aviasi dan pariwisata, serta kesejahteraan masyarakat melalui sinergi dengan para pemangku kepentingan.

“Transformasi bisnis yang dilakukan selama empat tahun terakhir telah menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun InJourney menjadi sebuah BUMN yang transparan dan akuntabel, serta mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” kata dia.

Ke depan, InJourney akan melanjutkan transformasi ini, dengan tetap adaptif untuk menyesuaikan dengan berbagai perubahan yang sangat cepat, seperti yang terjadi pada masa saat ini.

“Kami berharap seluruh prakarsa InJourney, dengan dukungan penuh para pemangku kepentingan, mampu menciptakan nilai yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujar Maya.

Memasuki tahun keempat perjalanannya, InJourney menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan sebagai arah utama transformasi.

Selaras dengan tema “InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia”, keberlanjutan diposisikan sebagai kerangka berpikir dan bertindak dalam setiap inisiatif jangka panjang, menjadikan pariwisata sebagai investasi lintas generasi yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan sosial, serta membangun pijakan hijau bagi masa depan Indonesia.

Komisaris Utama InJourney, Iwan Setyawan menjelaskan, tema tahun ini merefleksikan arah strategi holding dalam menghadirkan pengalaman pariwisata yang bernilai dan berkesan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Dengan adanya InJourney, melalui integrasi ekosistem pariwisata nasional, InJourney menyatukan atraksi, aksesibilitas, dan amenitas dalam satu orkestrasi yang saling menguatkan,” ucapnya.

“Pariwisata tidak cukup hanya dikelola, tetapi harus dikaryakan. Karena berkarya adalah tentang menciptakan pengalaman, memberi makna, dan meninggalkan dampak. InJourney harus menjadi contoh bahwa pariwisata yang baik adalah pariwisata yang mengangkat martabat dan kesejahteraan masyarakat setempat.”

Dia menegaskan bahwa pariwisata yang hebat harus tumbuh seiring dengan komitmen kuat terhadap pelestarian alam dan budaya.

Menurutnya, keberlanjutan bukan pilihan, melainkan fondasi utama pariwisata Indonesia. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

1 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

BNI Apresiasi Pembinaan PBSI, Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali di Asian Games 2026

30 September 2026 - 10:44 WIB

AirNav-Airbus Teken MoU Efisiensi dan Keberlanjutan Ruang Udara Indonesia

30 September 2026 - 07:31 WIB

Koperasi Syariah Indonesia Dibawa ke Forum Internasional IICF 2026

30 September 2026 - 07:31 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

FIFGROUP Raih Penghargaan sebagai Trusted & Populer Brand 2026

29 September 2026 - 22:43 WIB

Menhub Dudy Galang Dukungan Keanggotaan Indonesia di Dewan ICAO

29 September 2026 - 21:23 WIB

Trending di BANDARA