Menu ✖

Mode Gelap
Dua Insan KAI Services Raih Penghargaan di KAI Service Champion 2026 MentariTV Fest Ceria 2026 Hadirkan Ruang Bermain dan Belajar bagi Keluarga 81 Tahun KAI, Tiket Kereta Bertransformasi dari Karcis hingga Face Recognition Penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Kemenhub 2027 Disetujui DPR Hari ke-12 SAR KMP Virgo Transport 8, Kemenhub Terjunkan KN Kunyit Angkut Reefer Container KKP Sita 1.048 Ton Udang Impor dari Kanada, Argentina dan Ekuador

PERON

81 Tahun KAI, Tiket Kereta Bertransformasi dari Karcis hingga Face Recognition

badge-check


 81 Tahun KAI, Tiket Kereta Bertransformasi dari Karcis hingga Face Recognition Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Sistem tiket kereta api terus berubah mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Selama 81 tahun, KAI bertransformasi dari pelayanan tiket melalui loket dan karcis fisik hingga pemesanan digital melalui Access by KAI dan boarding menggunakan pengenalan wajah.

Sebuah tiket kereta api menyimpan cerita panjang perjalanan masyarakat Indonesia. Dahulu, perjalanan dimulai dari stasiun. Pelanggan datang langsung ke loket, mencari informasi perjalanan, melakukan pembayaran, lalu menerima karcis sebagai tanda untuk menggunakan layanan kereta api.

Karcis fisik menjadi bagian dari pengalaman masyarakat ketika menggunakan kereta api selama puluhan tahun. Informasi perjalanan tercetak pada lembar tiket yang dibawa pelanggan hingga menuju tujuan. Loket stasiun menjadi ruang interaksi antara pelanggan dan petugas sebelum perjalanan dimulai.

Seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, sistem pelayanan tiket KAI terus berkembang. Perubahan dilakukan secara bertahap agar proses perjalanan menjadi lebih mudah, tertata, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Memasuki era modernisasi pelayanan, KAI mulai memanfaatkan teknologi reservasi dan melakukan komputerisasi sistem pelayanan tiket. Perubahan ini membuat proses pemesanan perjalanan menjadi lebih terintegrasi dibandingkan sistem pelayanan sebelumnya.

Salah satu perubahan penting terjadi pada 9 Januari 2012, ketika KAI mulai menerapkan pencantuman nama dan nomor identitas pelanggan pada tiket Kereta Api Jarak Jauh dan Menengah.

Melalui sistem tersebut, tiket perjalanan terhubung dengan identitas pelanggan yang melakukan perjalanan. Kebijakan ini menjadi bagian dari peningkatan pelayanan sekaligus upaya mengurangi praktik percaloan tiket.

Perkembangan teknologi kemudian membawa perubahan berikutnya. Pelanggan mulai dapat melakukan pemesanan tiket melalui kanal elektronik tanpa harus selalu datang langsung ke stasiun. Pada periode 2012–2014, layanan pemesanan online dan boarding pass elektronik mulai berkembang dalam perjalanan pelanggan KAI.

Pada layanan kereta komuter, transformasi juga terlihat melalui penerapan sistem e-ticketing. Mulai 1 Juli 2013, KAI Commuter menerapkan tiket elektronik melalui Kartu Single Trip dan Kartu Multi Trip sebagai pengganti tiket kertas.

Ketika penggunaan telepon pintar semakin berkembang, KAI menghadirkan KAI Access pada 2014 sebagai layanan pemesanan tiket berbasis digital. Kehadiran aplikasi tersebut mengubah cara pelanggan melakukan reservasi perjalanan, dari sebelumnya melalui loket menjadi dapat dilakukan melalui perangkat digital.

Transformasi digital kemudian berkembang melalui Access by KAI, sebuah platform yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan perjalanan pelanggan dalam satu aplikasi. Melalui layanan ini, pelanggan dapat melakukan pembelian tiket, melihat jadwal perjalanan, memilih tempat duduk, memperoleh informasi perjalanan, menggunakan fitur Trip Planner, hingga mengakses berbagai layanan pendukung perjalanan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perubahan sistem ticketing merupakan bagian dari perjalanan panjang KAI dalam mengikuti perkembangan masyarakat.

“Perjalanan tiket kereta api menjadi bagian dari cerita panjang transformasi KAI. Dari pelayanan melalui loket stasiun, tiket berbasis identitas, hingga layanan digital dalam satu aplikasi, setiap tahap menunjukkan bagaimana KAI terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Anne.

Hingga 30 Juni 2026, Access by KAI memiliki 30.449.049 pengguna terdaftar dengan total unduhan mencapai 41.011.320 kali. Pada Semester I 2026, Access by KAI mencatat 17.009.374 transaksi tiket KA Jarak Jauh dan KA Lokal atau sekitar 76,34 persen dari total transaksi melalui seluruh kanal penjualan.

Transformasi layanan kemudian berlanjut dari digital ticketing menuju digital boarding melalui penerapan Face Recognition Boarding Gate.

Teknologi ini memungkinkan pelanggan yang telah melakukan registrasi melakukan proses boarding menggunakan verifikasi wajah sehingga proses keberangkatan menjadi lebih praktis.

Face Recognition Boarding mulai diterapkan pada 28 September 2022 dan terus dikembangkan di berbagai stasiun layanan Kereta Api Jarak Jauh.

Pada Semester I 2026, layanan Face Recognition Boarding telah digunakan oleh 5.555.034 pelanggan KA Jarak Jauh.

Anne mengatakan transformasi ticketing KAI menggambarkan perubahan perjalanan masyarakat Indonesia bersama kereta api.

“Kereta api tumbuh bersama perubahan zaman. Tiket yang dahulu menjadi lembar perjalanan fisik kini berkembang menjadi layanan digital yang membantu pelanggan merencanakan perjalanan secara lebih mudah,” kata Anne.

Selama 81 tahun perjalanan KAI, perubahan sistem tiket menjadi salah satu bagian yang merekam perkembangan layanan perkeretaapian Indonesia. Dari loket stasiun, sistem reservasi, tiket berbasis identitas, tiket elektronik, hingga Access by KAI, setiap inovasi hadir mengikuti kebutuhan masyarakat.

Memasuki usia ke-81 tahun, KAI terus melanjutkan transformasi layanan melalui pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan perjalanan yang semakin mudah, nyaman, dan semakin melayani pelanggan.(fahmi)

Baca Lainnya

Dua Insan KAI Services Raih Penghargaan di KAI Service Champion 2026

25 September 2026 - 08:39 WIB

KAI Amankan Aset Dekat Stasiun Depok, Lapak Dibongkar Pemilik

24 September 2026 - 19:58 WIB

Pelindo Sosialisasikan Penataan Peta Peran Korporasi

24 September 2026 - 19:48 WIB

KRI Sriwijaya-100 Resmi Dikukuhkan, Merah Putih Berkibar di Pelabuhan Tanjung Priok

24 September 2026 - 19:41 WIB

Dari Batavia ke Era Whoosh, Jejak Panjang Teknologi Listrik Perkeretaapian Indonesia

24 September 2026 - 19:38 WIB

Motor Menerobos Palang Perlintasan, Tertemper KA 24 Argo Merbabu di Cikampek

24 September 2026 - 09:38 WIB

HUT ke-81, KAI Perkuat Layanan dengan Semangat People, Profit, Planet

24 September 2026 - 08:52 WIB

KAI Services Perkuat Kompetensi Frontliner untuk Jaga Kualitas Pelayanan

23 September 2026 - 21:35 WIB

KAI Commuter Kembali Operasikan KRL CLI 225 di Lintas Bogor

23 September 2026 - 21:15 WIB

HUT ke-81, KAI Dorong Transformasi Transportasi Berkelanjutan

23 September 2026 - 21:05 WIB

Trending di PERON